Jum’at, 16 Desember 2016

 

Dua Kali Pilkada Tanpa Gugatan, Samarinda Dinilai Dewasa Berpolitik

 

SAMARINDA. Kedewasaan berpolitik bagi para politisi maupun warga di Kota Samarinda dianggap cukup bagus. Bahkan dinilai paling baik di antara sejumlah daerah lainnya di Kaltim maupun Kalimantan umumnya. Tolok ukurnya tak perlu jauh. Dua kali pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Tepian ternyata tanpa ada hal kontroversial. Bahkan tak ada gugatan sama sekali pasca penetapan hasil soal kontestan mana yang unggul dan memenangi pertarungan.

 

Hal ini diungkapkan Ketua Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda, Ramaon Dearnov Saragih saat menjadi narasumber pada kegiatan Dialog Interaktif dan Talkshow dengan tema menyambut demokrasi dengan suka cita di stasiun TVRI Kaltim, Jalan KH Wahid Hasyim, Samarinda Utara, Kamis (15/12/2016) malam. Ia mengakui jika konstalasi politik di Kota Samarinda sebenarnya cukup tinggi. Apalagi di masa menjelang dan pada saat pelaksanaan.

 

"Tapi sepanas dan sehebat apapun suhu politik di Kota Samarinda, pasti pada akhirnya semua pihak bisa menerima hasilny secara legowo. Ini yang patut kita apresiasi bersama. Mungkin ini menjadi standar ukur riil soal kedewasaan berpolitik kita di Samarinda," ujar Ramaon.

 

Menurutnya, kedamaian hingga proses Pemilu yang baik harus bisa dimulai dari diri sendiri. Terutama berusaha maksimal untuk memperkecil risiko yang bisa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

 

"Termasuk kami di KPU sendiri. Kalau mau proses Pemilunya berjalan aman, maka kami juga berusaha maksimal agar tidak sampai ada kecurangan dalam proses dan penyelenggaraan. Saat ini kita sedang bersiap untuk menghadapi Pilgub (Pemilihan Gubernur, Red) Kaltim pada Juni 2018 mendatang. Jadi mulai 2017 sudah ada proses menuju Pilgub itu," terang Ramaon.

 

Sementara Kepala Badan Kesbangpol Kota Samarinda Erham Yusuf mengaku selalu siap mendukung setiap even pesta demokrasi. Tidak hanya dukungan anggaran, tetapi juga dalam bentuk lainnya dengan harapan proses pemilihan bisa berjalan lancar dan sukses.

 

"Kita juga terus membangun komunikasi aktif dengan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama. Intinya supaya tetap menjaga situasi kondusif saat masa Pemilu maupun di luar itu. Tapi kalau sudah mengarah kepada tindakan kriminalitas, maka itu ranahnya aparat kepolisian," ungkapnya.

 

Sementara Kasat Binmas Polresta Samarinda, Kompol Hari Widodo meminta agar semua masyarakat bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Pihaknya selama ini terus mengembangkan komunikasi tiga pilar mulai dari lingkungan terkecil yakni Babinkamtibmas, Babinas, serta Lurah.

"Komunikasi yang baik dengan masyarakat, akan membuahkan hasil yang baik pula. Terkait Pemilu, warga juga harus diberi pemahaman. Bahwa dalam ranah demokrasi, warga memang memiliki hak. Tapi hak itu harus diimbangi pula dengan kewajiban,terutama kewajiban untuk menyukseskan setiap agenda Pemilu," tambah Pengamat Sosial dari Universitas Mulawarman (Unmul), Prof Sarosa Hamong Pranoto. (hms6)