Rabu, 25 Januari 2017

 

Jaang: Warga Saya Jangan Jadi Sumbu Pendek !

 

SAMARINDA. Walikota Samarinda, Syaharie Jaang meminta kepada semua pihak untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di daerah ini, khususnya di Kota Samarinda. Hal itu sengaja ia sampaikan, menyusul banyaknya isu-isu sesat yang bisa berpotensi pada perpecahan dan diharmonisasi antar sesama warga. Karena bagaimanapun juga menurut dia, pembangunan tidak bisa terlepas dari situasi kondusif yang tercipta di tengah masyarakat. Jika situasi tidak aman, maka tidak mungkin pembangunan bisa berjalan dengan baik.

 

Seperti yang ia sampaikan dalam sambutan pada acara Natal Bersama dan Tahun Baru Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) di Hotel Bumi Senyiur, Selasa (24/1/2017) malam. Walikota dua periode yang juga merupakan Ketua Umum PDKT itu meminta semua pihak agar tidak mudah terpancing oleh isu menyesatkan. Terutama isu-isu yang mengarah pada perpecahan yang dipicu oleh hal-hal yang bersifat sektarian.

 

"Saya tidak mau kalau wargaku sekalian jadi sumbu pendek (gampang marah dan mudah tersinggung, Red). Saya sendiri biar dikritik dengan kata-kata yang menurut banyak orang sangat menyakitkan sekalipun, saya tidak mudah tersinggung. Semua itu tidak lain, karena ingin menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi mencapai pembangunan yang adil dan merata untuk kemakmuran rakyat," ujarnya memberi contoh.

 

Sebagai putra daerah Kaltim, Jaang ingin memberikan contoh positif bagi segenap warga. Bahkan dirinya yang merupakan seorang Muslim, saat Natal lalu menyambangi sejumlah gereja di kota ini. Tujuannya untuk memastikan bahwa kegiatan ibadah berjalan dengan baik, dan umat Kristiani bisa menjalankan ibadah dalam suasana damai.

 

"Mari kita jadi warga yang baik, jadi tuan rumah yang baik untuk hidup berdampingan secara baik dengan segenap warga dari etnis manapun di kota ini. Karena kita semua ini satu Nusantara. Intinya kita hidup secara harmonis dengan saling menghormati antara satu dengan yang lain," pesannya.

 

Jaang juga meminta kepada seluruh pemuka agama manapun agar terus memberikan pencerahan dan berita menyejukkan bagi warganya. Termasuk mengimbau agar tidak mudah terpancing dengan berita maupun isu yang berkembang di media sosial (medsos).

 

"Kita juga jangan mudah memposting berita-berita yang berpotensi menimbulkan keresahan dan perpecahan di tengah masyarakat," katanya mengingatkan.

 

Di bagian akhir acara Natal Bersama yang juga dimeriahkan oleh penampilan Vokalis Ada Band, Donnie Sibarani itu, Jaang juga berharap agar dengan perayaan Natal kali ini bisa memberikan kedamaian dna kesejukan bagi semua pihak. Karena tanpa kedamaian, pembangunan tidak mungkin bisa berjalan normal.

 

Sementara tokoh masyarakat, Yos Sutomo yang juga hadir pada kesempatan itu juga menyampaikan hal senada.

 

"Kita kuat karena kita bersatu. Jangan mau diadu-domba. Sebaliknya kita harus saling menjaga dan menghormati satu sama lain sebagai sesama saudara. Dari manapun asal etnisnya, tetap kita semua saudara," tandas Yos Sutomo yang kerap disapa Siluq Jalung itu. (kmf3)