Kamis, 19 Januari 2017

 

Mahkota II Bakal Jadi Jembatan Achmad Amins

 

SAMARINDA. Walikota Samarinda, Syaharie Jaang tak pernah berhenti mengimbau para stafnya untuk selalu menghargai jasa para pendahulu. Bahkan dirinya hampir sering memberikan contoh bagaimana menghargai jasa para pahlawan maupun para pendahulu, baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup. Sebagai buktinya, ia mengabadikan nama sejumlah tokoh dan pemimpin Samarinda sebagai nama jalan di sejumlah sudut kota. Terakhir untuk Jembatan Mahkota II. Jembatan terpanjang di Kalimantan yang sudah uji beban Kamis (12/1) lalu dan rencana diresmikan dibuka untuk umum dalam waktu dekat itu akan dipastikan akan berubah nama. Ia ingin memberi nama jembatan yang menghubungkan Kelurahan Simpang Pasir Palaran dengan Kelurahan Sungai Kapih Sambutan itu dengan nama Jembatan Achmad Amins. Itu sebagai bentuk penghormatannya terhadap mantan Walikota Samarinda dua periode (2000-2010) yang baru meninggal dunia Senin (9/1) lalu itu.

 

"Kita mohon restu agar Jembatan Mahkota II nanti kita abadikan dengan nama Jembatan Haji Achmad Amins," ujar Walikota seraya menahan tangis di sela-sela kegiatan ziarah ke makam pendiri Kota Samarinda Lamohang Daeng Mangkona di Samarinda Seberang, Jumat (20/1) kemarin siang.

 

Ya, memang wajar saja bila Walikota begitu sedih saat menyebutkan nama dimaksud. Karena tidak sedikit catatan sejarah dirinya bersama Almarhum Achmad Amins. Bahkan selama 10 tahun Jaang mendampingi almarhum dengan posisi sebagai Wakil Walikota (Wawali) sebelum akhirnya kembali terpilih menjadi Walikota dua periode kini. 

 

"Almarhum Ayahanda Haji Achmad Amins bukan hanya sekedar senior, tetapi sudah saya anggap sebagai ayah kandung. Begitu pula para senior lainnya. Makanya saya minta staf untuk dicek kembali nama Walikota maupun Sekretaris Daerah yang sudah mendahului kita biar kita abadikan semuanya," terangnya. 

 

Jaang mengakui jika kondisi saat ini jauh lebih baik dibanding saat awal pembentukan Pemkot Samarinda yang kini memasuki usia ke-57. Tentunya banyak perjuangan yang telah dilalui para pendahulu sehingga pantas dihargai semua warga selaku generasi penerus.

 

"Kalau kita sekarang mau membangun, tinggal bicara pengangguran, PAD (Pendapatan Asli Daerah, Red) dan lain sebagainya. Sementara di awal pembentukan, mungkin mau cari pegawai saja masih susah. Makanya kita patut bersyukur dan sangat pantas menyatakan penghargaan bagi para senior dan pendahulu kita," pungkas Jaang didampingi Wawali Nusyirwan Ismail serta sejumlah pejabat teras Pemkot Samarinda dan tokoh masyarakat. (Diskominfo)