Sabtu, 24 Desember 2016

 

Nusyirwan: Investasi Penting, Tapi Warga Asing Patut Diwaspadai

 

SAMARINDA. Wakil Walikota (Wawali) Samarinda, Nusyirwan Ismail mengakui jika keamanan dan kenyamanan kota tetap harus menjadi prioritas perhatian. Karena tidak mungkin ada pembangunan selama situasi wilayah tidak kondusif. Untuk itu, ia meminta agar semua pihak harus bisa ikut bertanggung jawab untuk menjaga keamanan dan kenyamanan NKRI, terkhusus di Kota Samarinda. Termasuk untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap semua aktivitas warga yang mencurigakan. Terutama warga negara asing maupun warga lokal, namun menjadi pendatang baru dan tidak diketahui pasti aktivitas maupun pekerjaannya sehari-hari.

 

"Aktivitas warga asing juga patut kita waspadai bersama. Memang investasi juga sangat penting untuk kemajuan kota kita. Tapi tetap harus kita waspadai sehingga tidak sampai mengganggu kenyamanan daerah kita. Biar kita bisa terus membangun dengan aman dan nyaman," ungkap Nusyirwan saat penutupan kegiatan Festival Budaya Buton Wakatobi di GOR Segiri, Jumat (23/12/2016) malam.

 

Yang jelas tegas dia, Samarinda merupakan kota multi etnis yang mampu mempertahankan toleransi dan budaya saling menghargai sampai kini. Hal itu menurutnya menjadi modal dasar dalam pembangunan yang terus menggeliat di kota ini. Bahkan semuanya bisa saling menjaga dan melindungi satu sama lain. Dengan demikian, sekecil apapun permasalahan, bisa diselesaikan secara baik dengan mengedepankan semangat persaudaraan dan saling menghargai.

 

"Makanya begitu ada teror sekecil apapun, mampu diselesaikan dengan baik. Bahkan semua pihak langsung saling bahu-membahu. Semua pihak langsung ambil peran sehingga permasalahannya langsung bisa diselesaikan dengan baik. Mari kita perangi bersama aksi teror dalam bentuk apapun," ajak Nusyirwan.

 

Orang nomor dua di Kota Tepian itu juga menegaskan soal kehadirannya pada kegiatan bernuansa atnis Buton dimaksud. Kata dia, semua itu menunjukkan tingkat kepedulian Pemkot Samarinda terhadap semua masyarakat tanpa memandang perbedaan latar belakang yang bersifat sektarian. Artinya, semua warga memiliki hak yang sama untuk diperhatikan.

 

"Ada salam juga dari Pak Walikota (Syaharie Jaang, Red). Kebetulan beliau yang membuka kegiatan festival ini pekan lalu dan saya yang menutupnya. Semoga warga Wakatobi di Samarinda ini bisa ikut menjadi perekat bagi etnis lain dengan mengedepankan semangat pilar kebangsaan, toleransi,  saling menghargai, dan menjunjung tinggi kebhinekaan. Karena Samarinda ini milik kita bersama," tegas Nusyirwan yang malam itu didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Infokom Samarinda, Muhammad Faisal.

 

Nusyirwan juga mengakui jika kegiatan Festival Budaya Wakatobi itu juga ikut mendukung destinasi wisata di Kota Samarinda. Bahkan ia mendukung penuh bila kegiatan yang sama bisa kembali diselenggarakan di masa mendatang. Apalagi nantinya Samarinda sudah terdukung dengan beroperasinya Bandara Samarinda Baru (BSB) Sungai Siring 2017 mendatang.