Senin, 16 Januari 2016

 

Resmikan Kapel Bukit Pinang, Walikota Tegaskan Tak Ada Pembedaan

 

SAMARINDA. Penantian panjang umat Katolik di Komplek Perumahan Bukit Pinang, Samarinda Ulu akhirnya berbuah manis. Kapel (Gereja Kecil) St Yoseph yang diperuntukkan bagi umat Katolik setempat yang hampir mencapai 200 KK itu akhirnya diresmikan Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, Sabtu (14/1/2017) siang. Ya, kurang lebih selama 13 tahun umat setempat secara bertahap mendirikan Kapel tersebut hingga tuntas dan diberkati Uskup Agung Samarinda, Mgr Yustinus Hardjosusanto beberapa jam sebelum diresmikan Walikota. Dengan peresmian tersebut, maka secara sah pemerintah mengakui keberadaan Kapel dimaksud sebagai tempat ibadah bagi umat sekaligus menjamin kenyamanan mereka untuk menjalankan ibadah sesuai ajaran agamanya.

Dalam sambutannya, Walikota dua periode yang sebelumnya juga menjabat Wakil Walikota (Wawali) dua periode itu menegaskan jika dirinya tak pernah membeda-bedakan warga berdasarkan latar belakang suku, ras, apalagi agama. Apalagi sebagai pimpinan, ia mengaku memberikan perhatian secara merata tanpa membedakan hal-hal yang bersifat sektarian.

 

"Bahkan saat Natal, beberapa jam sebelum ibadah Natal, kami berkeliling bersama Kapolresta dan Dandim ke sejumlah daerah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi umat untuk menjalankan ibadah Natal. Karena bagaimana pun juga kota kita tidak akan maju kalau tidak didukung dengan komitmen hidup bermasyarakat secara baik dengan saling menghormati. Begitulah harapan saya untuk semua warga Kota Samarinda," ujar Walikota diikuti tepuk tangan para hadirin.

 

Walikota juga mengakui jika banyak kerabat dan keluarganya dari Mahakam Ulu yang menjadi jemaat Gereja setempat. Ia berpesan agar umat setempat dan warga sekitar bisa membangun komunikasi yang harmonis dan saling menjaga satu sama lain. 

 

"Saya juga sampaikan ucapan terimakasih untuk pihak pengembang yang mau menyiapkan lahannya untuk pendirian rumah ibadah ini. Semoga nantinya bisa diikuti pengembang lainnya di Kota Samarinda," ungkapnya.

 

Sementara Uskup Agung Samarinda, Mgr Yustinus Hardjosusanto mengakui jika memelihara rumah ibadah itu sangat penting. Namun yang jauh lebih penting menurutnya adalah bagaimana memelihara iman umat dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

"Kemudian yang perlu dipertegas bahwa kehadiran rumah ibadah bukan hanya untuk umatnya saja. Tetapi menjadi berkat bagi semua warga sekitar. Karena bersama kita mendoakan untuk kebaikan semua warga. Sekali lagi kami sangat senang dengan kehadiran pemerintah dan perwakilan tokoh lintas agama sebagai bukti kebersamaan kita semua," ungkap pimpinan tertinggi umat Katolik di Kaltim dan Kaltara itu.

 

Sementara Ketua Panitia, Ruben Kopong mengakui jika banyak pihak yang ikut ambil bagian dalam pendirian Kapel dimaksud. Terutama kontribusi dari umat setempat.

"Termasuk sumbangan pribadi dari Bapak Syaharie Jaang. Kami doakan semoga tercapai cita-cita bapak untuk terus membangun daerah ini," ungkap Ruben.

Hadir pula mendampingi Walikota yakni Kepala Badan Kesbangpol Tejo Sutarnoto, Staf Ahli Wasis Sucipto, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Ketua Forum Komunikasi antar Umat Beragama (FKUB) KH Zaini Naim. Selain umat setempat, hadir pula umat dari tiga paroki yakni Paroki Katedral, Paroki St Lukas, serta Paroki Hati Kudus Yesus Mangkupalas. Berikut para pastor, bruder, serta suster. (hms)