Kamis, 19 Januari 2017

 

Ziarah ke Makam Daeng Mangkona, Walikota Janji Perbaiki Atap Bocor

 

SAMARINDA. Sudah menjadi kebiasaan bagi Walikota Samarinda, Syaharie Jaang dan Wakil Walikota (Wawali) Nusyirwan Ismail setiap tahun untuk berziarah ke makam para pendahulu setiap ada hari raya. Termasuk dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota ke-349 dan HUT Pemkot Samarinda ke-57 yang jatuh pada Sabtu (21/1/2017). Bahkan ziarah tersebut melibatkan hampir seluruh pejabat dan staf di lingkungan Pemkot Samarinda serta para tokoh masyarakat. Setelah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kamis (19/1/2017) lalu, Jumat (20/1/2017) kemarin giliran makam pendiri Kota Samarinda, Lamohang Daeng Mangkona di Samarinda Seberang.

 

"Pendahulu kita Almarhum Lamohang Daeng Mangkona ini merupakan sesepuh yang menjadi peletak dasar titik emas berdirinya Kota Samarinda pada 349 tahun yang lalu. Artinya sudah cukup panjang perjalanan kota kita," ujar Walikota didampingi Wawali serta para pejabat Pemkot Samarinda di sela-sela kegiatan Ziarah.

 

Kata dia, para generasi penerus bangsa di kota ini juga wajib tahu soal sejarah berdirinya Samarinda beserta para tokoh pendirinya. Bahkan nama Samarinda juga menurutnya, tidak terlepas dari sejarah Lamohang Daeng Mangkona yang pertama kali masuk ke Samarinda dan bertemu dengan Sultan Kutai. 

 

"Saat itu disambut baik oleh Sultan Kutai dan mersa sebagai sesama saudara, sehingga muncul nama Samarendah yang artinya sama-sama rendah, dan tidak ada yang lebih tinggi. Belakangan baru berubah pelafalannya menjadi Samarinda. Nah, anak-anak kita harus tahu semua soal sejarah ini," tutur Walikota.

 

Bahkan untuk terus mengingatkan generasi penerus, Walikota sengaja mendirikan Taman Samarendah di Jalan Bhayangkara, Samarinda Kota. Di bagian tengahnya juga akan dibangun monumen serta pusat informasi pariwisata. 

 

Terkait aspirasi warga soal atap makam Lamohang Daeng Mangkona yang bocor, Walikota berjanji untuk membenahinya. Bahkan ia meminta instansi terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata serta Dinas Kebudayaan untuk bisa memperhatikan secara serius permasalahan dimaksud. 

 

"Termasuk juga air bersih supaya diperhatikan. Kalau bisa tempatkan orang khusus yang membersihkan makam ini. Biar nanti kita yang bayar gajinya melalui instansi terkait," tandas Walikota. (kmf3)