Endang: Kita Bisa Studi Tiru ke Jawa

8 Januari 2019   79 Kali
-

Keberadaan Pertamini di Samarinda

SAMARINDA. Keberadaan Pertamini di Kota Samarinda terus mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Samarinda. Keberadaannya masih menjadi perdebatan antara legal atau ilegal. 

Hal ini terungkap dalam rapat lanjutan terhadap hasil inventarisasi keberadaan Pertamini di Kota Samarinda, di Balaikota, Senin (7/1) kemarin.
“Keberadaan Pertamini tidak bisa dibiarkan begitu saja, tetapi juga tidak bisa dihapus begitu saja tanpa ada dasar hukum yang jelas. Karena penjualnya juga warga Samarinda apalagi Pertamini ini sejatinya adalah penjual bensin eceran yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa dari botolan atau jerigen menjadi pompa yang menyerupai SPBU," ungkap Kepala Bagian Ekonomi Ibrohim yang menjadi pimpinan rapat siang itu. 
Menurutnya, jika nanti Pertamini itu dilegalkan, maka Pemkot hanya mengarahkan aturan–aturannya.
"Mulai dari sisi perijinannya, aturan jarak dari SPBU terdekat, tidak boleh berjualan seenaknya di trotoar jalan, meteran yang dipakai harus standar nasional dan lainnya,” terangnya. 
Sejalan dengan itu, Asisten II Endang Liansyah mengatakan Pemkot baiknya mengambil jalan tengahnya yang terbaik bagi Pemkot Samarinda dan masyarakat. 
“Untuk Pertamini  kita ambil jalan tengahnya saja kalau di beberapa kota lain seperti di pulau Jawa, Sulawesi bisa berjalan. Kita bisa mengadakan studi tiru melihat seperti apa perdanya dan klausulnya kalaupun tidak bisa ke sana kita akan kontak by Phone. Akan melihat regulasi yang diambil atau diterapkan oleh pemerintah setempat," ucap Endang. 
Masukan dari semua OPD yang mengikuti rapat ini sebutnya akan dijadikan bahan untuk menyusun perda.” 
Rapat itu sendiri dihadiri Asisten II Endang Liansyah, Kabag Ekonomi Ibrohim, Kepala PMK Kota Samarinda  Nursan, Satpol PP, mewakili Pertamina, UPTD Metrologi, Hukum, Dishub, DPMPTSP, DPC Hiswana Migas Samarinda dan undangan terkait lainnya.(kmf5)

KIRIM PESAN

Silahkan Kirim Pertanyaan, Kritik maupun Saran untuk kami melalui formulir berikut.