Gempa susulan

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia
Gempa susulan dari Gempa bumi Samudra Hindia 2004

Gempa susulan (bahasa Inggris: aftershock) adalah gempa bumi kecil yang terjadi setelah gempa bumi utama di daerah yang sama. Gempa susulan biasanya lebih kecil daripada gempa utama, tetapi dapat terjadi selama beberapa hari hingga beberapa bulan setelah gempa utama, bahkan hingga tahun. Gempa susulan disebabkan oleh kerak bumi yang bergeser menyesuaikan diri dengan dampak dari gempa bumi utama.

Gempa bumi besar dapat memiliki ratusan hingga ribuan gempa susulan yang dapat dideteksi secara instrumental, yang secara bertahap berkurang dalam besaran dan frekuensinya menurut pola yang konsisten. Jumlah gempa susulan biasanya akan menurun seiring berjalannya waktu. Dalam beberapa gempa bumi, patahan utama terjadi dalam dua langkah atau lebih, yang mengakibatkan beberapa gempa bumi utama. Ini dikenal sebagai gempa bumi doublet, dan secara umum dapat dibedakan dari gempa susulan karena memiliki besaran yang sama dan bentuk gelombang seismik yang hampir identik.

Klasifikasi

[sunting | sunting sumber]

Apabila n(t) adalah jumlah gempa n yang diukur dalam selang waktu t, K adalah tingkat penyusutan, dan c adalah parameter "ofset waktu", maka hukum Omori dirumuskan sebagai:

Versi yang dimodifikasi, tidak umum digunakan di mana diusulkan oleh Utsu pada 1961:

apabila p adalah suatu nilai antara 0,7–1,5.

Hukum lain yang menggambarkan gempa susulan juga dikenal sebagai Hukum Bath yang mengatakan gempa utama umumnya memiliki gempa susulan yang berkekuatan 1 (rata-rata 1,2) magnitudo lebih kecil dari kekuatan gempa utamanya. Urut-urutan gempa susulan juga umumnya mengikuti skala Guttenberg-Richter.

Gempa susulan sangat berbahaya karena selain tidak bisa diramalkan, dapat berupa sebuah gempa dengan magnitudo besar dan dapat menghancurkan bangunan-bangunan yang rusak dikarenakan gempa utama. Gempa besar dapat memiliki gempa susulan yang lebih banyak dan lebih kuat di mana kemunculannya dapat bertahan dalam hitungan tahun atau lebih lama. Contohnya dapat dilihat pada New Madrid Seismic Zone di mana gempa susulan masih bermunculan mengikuti hukum Omori setelah gempa utamanya pada 1811/1812.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintah Kota
Samarinda
Kontak
© 2026 Pemerintah Kota SamarindaAll Rights Reserved
Dikembangkan olehEnter(Wind)