Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sitanala

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia
Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sitanala
PetaKoordinat: 6°9′44.70419″S 106°38′4.50312″E / 6.1624178306°S 106.6345842000°E / -6.1624178306; 106.6345842000
Geografi
LokasiJalan Dr. Sitanala Nomor 99, Karangsari, Neglasari, Kota Tangerang, Banten
Organisasi
JenisRumah sakit pemerintah
Sejarah
Nama sebelumnya
  • Rumah Sakit Sewan (1951–1962)
  • Pusat Rehabilitasi Sitanala (1962–1978)
  • Rumah Sakit Kusta Dr. Sitanala (1978–2019)
Pranala luar
Situs webwww.rsup-drsitanala.go.id
SIRS Kemenkes3671032
Instagram: rsupdrsitanalaofficial Modifica els identificadors a Wikidata

Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sitanala adalah sebuah rumah sakit pemerintah yang terletak di Neglasari, Tangerang, Banten. Rumah sakit ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat perawatan dan rehabilitasi bagi penderita kusta di Indonesia, dan kini telah berkembang menjadi rumah sakit umum rujukan nasional.

Cikal bakal RSUP Dr. Sitanala bermula dari Leprosarium Lenteng Agung, rumah sakit kusta yang berada di wilayah selatan Jakarta, yang sekarang menjadi Klinik Pratama Desa Putera.[1] Pada tahun 1951, fasilitas tersebut dipindahkan ke Tangerang dan berdiri dengan nama Rumah Sakit Sewan, sesuai dengan lokasi barunya di Desa Karangsari, Kampung Sewan, Kecamatan Neglasari. Rumah sakit yang dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 54 hektare ini diresmikan pada 28 Juli 1951 oleh Siti Rahmiati Hatta, istri Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta.[1]

Pemindahan tersebut dilakukan di bawah pimpinan dokter berkebangsaan Belanda, Vander Heide, yang memimpin bersama tim medis dan sejumlah pasien kusta. Dari Jakarta, mereka membangun fasilitas baru di Tangerang yang kemudian menjadi pusat penanganan kusta terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.[2]

Nama Sitanala

[sunting | sunting sumber]
Patung Dr. Sitanala yang diabadikan sebagai nama rumah sakit ini.

Pada tahun 1962, Menteri Kesehatan saat itu, Satrio, mengubah nama rumah sakit menjadi Pusat Rehabilitasi Sitanala untuk menghormati jasa Jacob Bernadus Sitanala, seorang dokter Indonesia pertama yang terlibat langsung dalam penanganan penderita kusta. Sejak saat itu, nama Sitanala menjadi identik dengan pelayanan kesehatan dan kemanusiaan bagi para penderita lepra.

Pada masa awal berdirinya, RSK Dr. Sitanala menjadi rumah sakit rujukan nasional untuk penderita kusta (lepra). Penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae ini membutuhkan perawatan jangka panjang serta rehabilitasi sosial bagi penderitanya. Karena banyak pasien yang berasal dari luar daerah dan mengalami stigma sosial, pihak rumah sakit membangun "kampung kusta" atau desa serba guna di sekitar kompleks rumah sakit. Wilayah ini difungsikan sebagai tempat tinggal dan proses resosialisasi bagi pasien yang telah sembuh, tetapi sulit diterima kembali di masyarakat.[1]

Dalam perkembangannya, rumah sakit juga mendirikan dua pemukiman resettlement bagi eks-pasien, yaitu Margo Mulyo I di Sumatera Selatan dan Margo Mulyo II di Banten. Upaya ini menjadi bagian dari program rehabilitasi sosial penderita kusta di Indonesia.[1] Namun, beberapa laporan menunjukkan bahwa pasien baru yang tidak memiliki tempat tinggal kini tidak lagi dapat menempati wilayah tersebut, berbeda dengan masa lalu ketika desa itu memang disediakan khusus bagi pasien kusta pasca-perawatan.

Perubahan kelembagaan

[sunting | sunting sumber]

Perubahan kelembagaan Rumah Sakit Sitanala berlangsung secara bertahap. Pada tahun 1978, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan, Pusat Rehabilitasi Sitanala diubah menjadi Rumah Sakit Kusta (RSK) Dr. Sitanala Tangerang, yang berstatus sebagai Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Departemen Kesehatan Republik Indonesia dan berada langsung di bawah Direktorat Jenderal Pelayanan Medik. Selanjutnya, pada tahun 2009, melalui Keputusan Menteri Kesehatan tertanggal 16 Maret 2009, rumah sakit ini ditetapkan sebagai Rumah Sakit Khusus Kelas A. Setahun kemudian, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan tertanggal 5 Januari 2010, statusnya berubah menjadi Rumah Sakit Pengelola Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU) dan pada tahun yang sama meraih akreditasi penuh tingkat dasar. Seiring perkembangan fungsi dan perluasan layanan medis, pada tahun 2019 rumah sakit ini bertransformasi menjadi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sitanala Tangerang, sebuah rumah sakit umum yang kini melayani berbagai bidang spesialisasi selain penyakit kusta.[3]

Kunjungan tokoh

[sunting | sunting sumber]

Salah satu momen bersejarah bagi Rumah Sakit Sitanala adalah kunjungan Putri Diana dari Inggris pada 4 November 1989. Dalam kunjungannya, Putri Diana berinteraksi langsung dengan pasien kusta, berbincang, bahkan menggenggam tangan mereka. Tindakan ini memiliki makna simbolis kuat dalam melawan stigma sosial terhadap penderita kusta. Selain Putri Diana, rumah sakit ini juga pernah dikunjungi oleh Marc van Rysselberghe, Duta Besar Belgia.[4]

Gedung Medical Check Up.

Layanan rawat jalan RSUP Dr. Sitanala Tangerang terbagi menjadi layanan spesialistik dan layanan sub-spesialistik. Adapun layanan spesialistik yang tersedia mencakup:[5]

  • Anak
  • Anastesi
  • Bedah mulut
  • Bedah plastik
  • Bedah saraf
  • Bedah umum
  • Gigi
  • HIV (Teratai)
  • Jantung dan pembuluh darah
  • Kejiwaan
  • Konservasi gigi
  • Kulit dan kelamin
  • Kusta
  • Mata
  • Obgyn
  • Okupasi
  • Orthopedi
  • Paru
  • Penyakit dalam
  • Rehabilitasi medis
  • Saraf
  • Umum dan MCU
  • Urologi

Sementara itu, sub-spesialisasi yang ada, antara lain:[5]

  • Sub Spesialis Bedah Anak
  • Sub Spesialis Bedah Digestif
  • Sub Spesialis Bedah Anak
  • Sub Spesialis Bedah Vaskuler
  • Sub Spesialis Fetomaternal
  • Sub Spesialis Onkologi

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b c d "Rumah Sakit Umum Pusat dr. Sitanala". HistoricalHospitals.com. 7 Mei 2021. Diakses tanggal 19 Oktober 2025.
  2. ^ "Jejak Sejarah: Rumah Sakit Kusta Sewan adalah Rumah Sakit Kusta Terbesar di Asia Tenggara". Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangerang. 3 Desember 2024. Diakses tanggal 19 Oktober 2025.
  3. ^ "Dirgahayu RSUP dr. Sitanala Tangerang yang ke 71 tahun". Kecamatan Neglasari Kota Tangerang. 28 Juli 2022. Diakses tanggal 19 Oktober 2025.
  4. ^ Kusumo, Rizky (22 Februari 2024). "Sejarah RS Sitanala, Rumah Sakit Kusta yang Pernah Dikunjungi Putri Diana". Good News from Indonesia. Diakses tanggal 19 Oktober 2025.
  5. ^ a b "Pelayanan Rawat Jalan". RSUP dr. Sitanala. Diakses tanggal 19 Oktober 2025.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintah Kota
Samarinda
Kontak
© 2026 Pemerintah Kota SamarindaAll Rights Reserved
Dikembangkan olehEnter(Wind)