Bayu

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia
Bayu
Dewa udara, angin, dan napas
Anggota Dikpala dan Pancamahabuta
Nama lain
  • Anila
  • Pawana
  • Wyana
  • Wata
  • Tanuna
  • Mukyaprana
  • Bima
  • Maruta
Genderpria
AfiliasiDewa
Arahbarat laut
KediamanBayuloka, Satyaloka
MantraOm Vayave Namaha
Senjata
Wahanachinkara, atau kereta yang dihela kuda
KepercayaanHindu
Keluarga
Orang tua
Istri
AnakPutri: Apsara Mudā[2]
Putra: Hanoman, Bima
Padanan
Indo-EropaH₂weh₁yú

Bayu (Dewanagari: वायु; ,IASTVāyu, वायु), disebut juga Wata (Dewanagari: वात; ,IASTVāta, वात) atau Pawana (Dewanagari: पवन; ,IASTPavana, पवन) adalah dewa udara dan angin dalam kepercayaan agama Hindu. Udara (Vāyu) atau angin (Pāvana) merupakan salah satu unsur dalam Pancamahabuta, lima elemen dasar dalam ajaran agama Hindu.

Dewa dalam agama Hindu ini diadaptasi ke dalam dunia pewayangan sebagai dewa penguasa angin yang bertempat tinggal di Khayangan Panglawung. Batara bayu ditugaskan untuk mengatur dan menguasai angin. Pada zaman Treta Yuga, Batara Bayu menjadi guru Hanoman agar kera tersebut menjadi sakti. Pada zaman Dwapara Yuga, Batara Bayu menurunkan Werkudara (Bima). Ciri dari murid ataupun keturunan dewa ini adalah mempunyai "Kuku Pancanaka".

Dalam dunia wayang Jawa, Dewa ini dikatakan memiliki Ajian. Hal tersebut merupakan adaptasi budaya dan tak terdapat dalam mitologi Hindu India. Ajian yang terkenal dari Batara Bayu adalah Sepiangin, Bayubraja dan lain-lain

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Muir, J. (2022-06-06). Original Sanskrit Texts on the Origin and History of The People of India: Volume Fifth (dalam bahasa Inggris). BoD – Books on Demand. ISBN 978-3-375-04617-0.
  2. ^ a b c Mani, Vettam (1975). Puranic encyclopaedia : a comprehensive dictionary with special reference to the epic and Puranic literature. Robarts - University of Toronto. Delhi : Motilal Banarsidass. ISBN 978-0-8426-0822-0. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  3. ^ www.wisdomlib.org (2013-05-15). "On the description of Prakṛti [Chapter 1]". www.wisdomlib.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-04-28.
  4. ^ Gaṇeśa Harī Khare; Madhukar Shripad Mate; G. T. Kulkarni (1974). Studies in Indology and Medieval History: Prof. G. H. Khare Felicitation Volume. Joshi & Lokhande Prakashan. hlm. 244. In Vayu and other Puranas, Vayudeva (different from Astadikpala Vayu), next to Brahma in grade, is also said to have five heads like Siva and Brahma and his consort is Bharatidevi.
  5. ^ M. V. Krishna Rao (1966). Purandara and the Haridasa Movement. Karnatak University. hlm. 200.
  6. ^ Jeffrey R. Timm (1 January 1992). Texts in Context: Traditional Hermeneutics in South Asia. SUNY Press. hlm. 113. ISBN 9780791407967.
  7. ^ Khagendranath Mitra (1952). The Dynamics of Faith: Comparative Religion. University of Calcutta. hlm. 209. Brahmā and Vāyu are the sons of Vishnu and Lakshmi.
  8. ^ Satyavrata Ramdas Patel (1980). Hinduism, Religion and Way of Life. Associated Publishing House. hlm. 124. ISBN 9780686997788. The Supreme Being, Vishnu or Nārāyana, is the personal first cause. He is the Intelligent Governor of the world and lives in Vaikuntha along with Lakshmi, His consort. He and His consort Lakshmi are real. Brahma and Vāyu are His two sons.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintah Kota
Samarinda
Kontak
© 2026 Pemerintah Kota SamarindaAll Rights Reserved
Dikembangkan olehEnter(Wind)