Dalam Upaya Pencegahan Stunting, Kader Serap Ilmu Pengolahan Pangan Mandiri

Sebanyak 24 kader Bukuan Samarinda menyerap ilmu soal pengolahan pangan mandiri untuk bayi, sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Melalui praktik Emo-Demo, diharapkan para kader memiliki pahamahan untuk mensosialisasikan materi terseb

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga BerencanaSabtu, 2 November 2024Dewy Purwanti
Dalam Upaya Pencegahan Stunting, Kader Serap Ilmu Pengolahan Pangan Mandiri

SAMARINDA, DPPKBNEWS - Sebanyak 24 kader Bukuan Samarinda menyerap ilmu soal pengolahan pangan mandiri untuk bayi, sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Melalui praktik Emo-Demo, diharapkan para kader memiliki pahamahan untuk mensosialisasikan materi tersebut kepada keluarga berisiko stunting.

Ketua Tim Pengabdi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unmul, Rea Ariyanti mengatakan bahwa praktik Emo-Demo ini sangat penting bagi para kader Bukuan Samarinda.

Diketahui, Emo-Demo adalah metode edukasi interaktif untuk menggugah emosi ibu/pengasuh balita dalam memperbaiki kualitas Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) sesuai tahap tumbuh kembang anak.

Materi yang diberikan soal pengolahan pangan mandiri. Fokusnya agar bayi di daerah sini makan makanan yang bergizi dari pengolahan sendiri oleh masyarakat. Disamping itu, penguatan kapasitas kader terkait pemahaman stunting juga diperlukan, sebagai perpanjang tanganan DPPKB, untuk mensosialisasikan pencegahan stunting itu sendiri.

Bukuan memiliki potensi rawan stunting, karena masih ada masyarakat yang belum memahami tentang pencegahannya.

Sumber Informasi
dppkb.samarindakota.go.id
Buka Sumber Asli
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintah Kota
Samarinda

Kontak

© 2026 Pemerintah Kota SamarindaAll Rights Reserved
Dikembangkan olehEnter(Wind)
Beranda
Layanan