Wawali Saefuddin Zuhri Buka Nikah Massal Peaceful Muharram 1448 H, Tegaskan Keluarga Harmonis Fondasi Samarinda Maju

Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri Mengapresiasi Pelaksanaan Nikah Massal Peaceful Muharram 1448 Hijriah

Sekretariat DaerahRabu, 8 Juli 2026 WANDAN DEWI MURIA SARI, A.Md
Wawali Saefuddin Zuhri Buka Nikah Massal Peaceful Muharram 1448 H, Tegaskan Keluarga Harmonis Fondasi Samarinda Maju
SAMARINDA, KOMINFONEWS – Sebanyak 12 pasangan calon pengantin mengikuti rangkaian kegiatan Nikah Massal Peaceful Muharram 1448 Hijriah yang digelar Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Kota Samarinda di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (PPT) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Samarinda, Selasa (7/7/2026). Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan nikah massal merupakan bagian dari rangkaian Festival Muharram yang diinisiasi Kementerian Agama sebagai upaya memberikan kemudahan layanan pencatatan pernikahan bagi masyarakat. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pernikahan yang sah menurut agama dan tercatat secara resmi oleh negara, sekaligus memperkuat sinergi antara Kementerian Agama, Pemerintah Kota Samarinda, Pengadilan Agama, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang keagamaan. Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 12 pasangan mengikuti nikah massal, terdiri atas enam pasangan dari KUA Sungai Kunjang, dua pasangan dari KUA Loa Janan Ilir, dua pasangan dari KUA Samarinda Utara, satu pasangan dari KUA Sambutan, dan satu pasangan dari KUA Samarinda Ilir. Seluruh pasangan juga langsung menerima dokumen kependudukan berupa buku nikah, KTP dengan status perkawinan yang telah diperbarui, serta Kartu Keluarga, sehingga tidak perlu lagi mengurus administrasi ke instansi terkait. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Abdul Khaliq, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan nikah massal merupakan bagian dari Gerakan Peaceful Muharram yang dilaksanakan secara nasional oleh Kementerian Agama. Menurutnya, bulan Muharram merupakan bulan penuh kedamaian sekaligus momentum hijrah yang tepat untuk menyebarkan kasih sayang serta membangun keluarga yang harmonis. Ia juga menegaskan bahwa nikah massal menjadi sarana untuk menghapus anggapan keliru di masyarakat mengenai larangan menikah pada bulan Muharram. Sebaliknya, pernikahan pada bulan tersebut merupakan ikhtiar mulia dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah yang menjadi fondasi terciptanya kehidupan masyarakat yang damai. Mewakili Pemerintah Kota Samarinda, Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Cabang APRI Kota Samarinda beserta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. "Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI). APRI tidak hanya membantu mewujudkan legalitas hubungan yang sah menurut syariat dan negara, tetapi juga menghadirkan ketenangan, kebahagiaan, serta kedamaian di tengah masyarakat," ujarnya. Menurut Saefuddin, pernikahan bukan sekadar seremoni atau akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari sebuah komitmen besar yang dalam Al-Qur'an disebut sebagai mitsaqan ghalizha, yakni perjanjian yang sangat kokoh. Ia mengingatkan seluruh pasangan pengantin agar menjadikan rumah tangga sebagai tempat tumbuhnya rasa saling percaya, saling mencintai, saling menjaga, dan saling memahami dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan berumah tangga. "Keluarga sakinah bukan hanya tentang ketenangan, tetapi lahir dari adanya rasa saling percaya, saling mencintai, saling menjaga, dan saling memahami antara suami dan istri," katanya. Lebih lanjut, Saefuddin menegaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil sekaligus fondasi utama dalam pembangunan daerah. Menurutnya, cita-cita mewujudkan Samarinda sebagai kota yang maju, berdaya saing, dan berbudaya hanya dapat tercapai apabila diawali dengan keluarga-keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera. "Kota yang maju dan sejahtera tidak akan pernah terwujud tanpa keluarga-keluarga yang sehat dan kuat. Membangun keluarga sejahtera bukan hanya berbicara tentang kecukupan materi, tetapi juga kualitas generasi yang akan lahir pada masa depan," ungkapnya. Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Samarinda untuk terus mendukung penguatan institusi keluarga melalui berbagai kebijakan, mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan keluarga yang berkelanjutan. Sebelum mengakhiri sambutannya, Saefuddin berpesan kepada seluruh pasangan pengantin agar senantiasa membangun rumah tangga dengan saling memahami, menerima kekurangan pasangan, serta mengedepankan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga. "Jangan saling menuntut sesuatu yang tidak mampu dilaksanakan. Jika suami dan istri saling memahami, saling memberi, dan saling menyadari tanggung jawabnya masing-masing, insyaallah Allah SWT akan memberkahi keluarga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah," pesannya. Mengakhiri sambutannya, Wakil Wali Kota membacakan sebuah pantun yang disambut tepuk tangan para hadirin sebelum secara resmi membuka rangkaian kegiatan Nikah Massal Peaceful Muharram 1448 Hijriah. "Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Nikah Massal Kota Samarinda saya nyatakan dibuka." (MAF/ASYA/KMF-SMR | FOTO: JIR-DOKPIM) Tampilkan lebih sedikit
Sumber Informasi
setda.samarindakota.go.id
Buka Sumber Asli

Apakah halaman ini bermanfaat?

Masukan Anda membantu kami memperbaiki konten.