Diskominfo Samarinda Gelar Bimtek E-Monev, Siapkan OPD Terbaik Menuju Penilaian Keterbukaan Informasi Tingkat Provinsi Kaltim
Diskominfo Samarinda Gelar Bimtek E-Monev, Siapkan OPD Terbaik Menuju Penilaian Keterbukaan Informasi Tingkat Provinsi Kaltim

SAMARINDA, KOMINFONEWS-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Elektronik Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik, Selasa (26/5/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung di ruang Command Center, Gedung Diskominfo Kota Samarinda, Kompleks Balai Kota itu menjadi ajang pembekalan serius menjelang penilaian keterbukaan informasi tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Sedikitnya 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengirimkan perwakilannya dalam pelatihan tersebut, mencakup unsur Dinas, Kecamatan, Kelurahan, Puskesmas, RSUD, hingga Perumda di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.
Bimtek kali ini menghadirkan Komisioner Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik Komisi Informasi (KI) Provinsi Kaltim, Juraidah, sebagai narasumber utama.
Kepala Bidang Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik Diskominfo Samarinda, Rika Handayani, dalam sambutan mewakili Kepala Dinas Kominfo menegaskan bahwa peserta yang hadir bukan dipilih sembarangan. Mereka merupakan perwakilan badan publik yang berhasil meraih nilai tertinggi dalam monev mandiri dan telah menyandang predikat informatif.
“Bapak dan Ibu yang hadir pagi ini merupakan layanan badan publik yang memiliki poin tertinggi setelah dilakukan monev mandiri, dan terbaik karena meraih peringkat informatif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bimtek kali ini sengaja digelar secara tatap muka, berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang dilakukan melalui Zoom. Langkah itu diambil demi memastikan seluruh peserta benar-benar siap menghadapi tahapan pengisian kuesioner yang dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus mendatang.
“Harapannya, dengan pertemuan langsung ini, badan publik semakin dimudahkan dalam mengisi kuesioner. Kita akan kupas tuntas hari ini sebelum visitasi dan uji publik dimulai pada Agustus nanti,” imbuhnya.
Sementara itu, narasumber Juraidah dari KI Provinsi Kaltim menekankan bahwa E-Monev bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen nyata untuk mendorong pemerintahan yang transparan dan akuntabel dalam menyampaikan data kepada publik.
Ia pun memberikan apresiasi kepada lima perwakilan OPD yang akan melaju ke penilaian tingkat provinsi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Kelurahan Loa Buah, yang berhasil meraih juara pertama monev mandiri tingkat Kota Samarinda.
“Kalau Kelurahan Loa Buah bisa, harusnya OPD lain juga bisa memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Juraidah memaparkan alur time schedule penilaian yang telah ditetapkan KI Provinsi Kaltim. Saat ini pihaknya tengah fokus pada sosialisasi panduan dan tahapan monev hingga Juni. Selanjutnya, Juli menjadi bulan kick-off sekaligus periode input jawaban kuesioner, Agustus dilanjutkan pengisian, September masuk tahap verifikasi jawaban, serta Oktober hingga Desember merupakan tahapan visitasi, presentasi, dan uji publik sebelum menuju malam penganugerahan.
Meski demikian, ia menyebut adanya penyesuaian akibat efisiensi anggaran. Presentasi dan visitasi akan dilaksanakan secara virtual, sedangkan untuk uji publik akan dilakukan dengan mengambil sampel dari kalangan mahasiswa, generasi Z, hingga masyarakat umum.
“Perlu diketahui, untuk presentasi akan dilakukan langsung oleh pimpinan OPD masing-masing,” pungkasnya.
Bimtek pagi itu ditutup dengan forum diskusi terbuka, di mana peserta diberikan kesempatan untuk bertanya guna mematangkan persiapan menghadapi penilaian mendatang. (FER/FOTO: LEF/KMF.SMR)
