Rapat Tindak Lanjut Samarinda AI Tekankan Efisiensi Anggaran Daerah

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda menggelar rapat koordinasi untuk menindaklanjuti arahan Wali Kota Samarinda terkait efisiensi anggaran daerah, Rabu (3/9/2025). Rapat dibuka oleh Sekretaris Diskominfo dan menekankan pentingnya pemanfaatan platform inovatif Samarinda AI sebagai alat bantu strategis dalam penyusunan dan evaluasi anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sekretaris Diskominfo, Suparmin SE, M.Eng, menjelaskan bahwa Samarinda AI dirancang untuk menelaah Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dari setiap OPD guna menemukan potensi efisiensi anggaran. Berbeda dengan dashboard konvensional yang membutuhkan proses standardisasi data, ETL, dan validasi berulang, platform ini menawarkan pendekatan baru berbasis perintah teks (prompting) yang lebih mudah dipahami, bahkan oleh pengguna non-teknis.
Platform tersebut telah terintegrasi dengan Satu Data Samarinda, dashboard eksisting, serta data RKA dari Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Dalam sesi demonstrasi, sistem AI mampu menampilkan total belanja Alat Tulis Kantor (ATK) sebesar Rp31 miliar, lengkap dengan daftar sepuluh OPD penyumbang terbesar, serta memberikan insight bahwa belanja kertas tercatat 3,5 kali lipat dibandingkan cartridge printer.
Fitur lain yang ditunjukkan adalah kemampuan analisis data sosial, seperti jumlah baduta stunting di Kelurahan Temindung Permai. Dari hasil analisis ditemukan 44 anak stunting, dengan delapan di antaranya masuk kategori sangat pendek. Platform ini juga mampu menganalisis dokumen dan mendeteksi ketidaksesuaian antara Kerangka Acuan Kerja (KAK) dengan Standar Satuan Harga (SSH), serta memberikan rekomendasi perbaikan.
Diskusi kemudian berkembang pada rencana tindak lanjut implementasi. Disepakati bahwa perlu dibentuk tim lintas OPD untuk secara berkelanjutan menginput data, mulai dari realisasi anggaran historis, regulasi terbaru, hingga dokumen perencanaan tingkat OPD. Ke depan, Samarinda AI juga diarahkan untuk melakukan cascading terhadap RKA agar dapat mengukur sejauh mana program OPD mendukung prioritas Wali Kota, RPJMD, hingga prioritas nasional.
Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan diberikan akses khusus untuk melakukan eksplorasi dan penetration testing sebagai bagian dari uji coba terbatas. Diskominfo juga menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur server dan jaringan, serta keamanan data yang diklasifikasikan sesuai peran pengguna. Semua data akan disimpan di server lokal, selaras dengan regulasi Penyelenggaraan Sistem Elektronik (PSE).
Dalam penutup, Sekretaris Diskominfo menekankan bahwa keberhasilan implementasi Samarinda AI sangat bergantung pada ketersediaan data yang lengkap, valid, dan berkualitas. Kerja sama lintas OPD sangat dibutuhkan dalam penyediaan data realisasi, dokumen perencanaan, serta regulasi terbaru.
Platform Samarinda AI diyakini akan menjadi game changer dalam pengelolaan keuangan daerah, mendorong efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas tata kelola anggaran. Implementasi dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengumpulan data (feeding), uji coba terbatas oleh TAPD, hingga pemanfaatan penuh untuk perencanaan anggaran tahun 2026. (YASIN/KMF-SMR)

