Pemkot Samarinda Toreh Prestasi Nasional, Tiga Budaya Lokal Resmi Ditetapkan sebagai WBTbI 2025

Berita PPIDSelasa, 16 Desember 2025Administrator PPID
Pemkot Samarinda Toreh Prestasi Nasional, Tiga Budaya Lokal Resmi Ditetapkan sebagai WBTbI 2025

SAMARINDA, KOMINFONEWS — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui penetapan tiga karya budaya khas daerah sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) Tahun 2025. Ketiga budaya tersebut yakni Amplang Samarinda, Amparan Tatak, dan Bubur Peca’, yang ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Penetapan ini diumumkan dalam kegiatan Apresiasi Warisan Budaya Takbenda (AWBTB) Indonesia 2025 yang digelar pada 15 Desember 2025 di Gedung A, Ruang Plasa Insan Berprestasi, dan dirangkaikan dengan lokakarya serta pameran WBTbI.

Menteri Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pemerintah telah menetapkan 514 WBTbI baru, sehingga total warisan budaya takbenda Indonesia kini mencapai 2.727 objek. Menurutnya, penetapan tersebut bukan sekadar capaian administratif, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem pelestarian budaya yang berkelanjutan serta mendorong pewarisan nilai budaya kepada generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan Sertifikat Penetapan WBTbI kepada sejumlah pemerintah daerah, termasuk Provinsi Kalimantan Timur. Dari 13 WBTbI yang diterima Kaltim pada 2025, Kota Samarinda menjadi satu-satunya perwakilan kota yang berhasil meraih tiga sertifikat penetapan sekaligus.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Dr. Barlin Hadi Kesuma, M.Ed, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini sangat bermakna karena selama sembilan tahun terakhir Samarinda belum pernah memperoleh penetapan WBTbI, sejak Sarung Tenun Samarinda ditetapkan pada tahun 2016.

“Proses menuju penetapan ini sangat panjang, mulai dari inventarisasi karya budaya, penyusunan kajian akademik, hingga pembuatan video pendukung. Persiapan sudah dilakukan sekitar satu tahun sebelumnya dengan dukungan komunitas, masyarakat, dan Pemkot Samarinda. Alhamdulillah, tiga usulan kita berhasil ditetapkan, meski satu usulan yakni Kapal Tambangan masih tertunda dan akan kembali diajukan tahun depan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian AWBTB 2025, Bidang Kebudayaan Disdikbud Samarinda juga menggelar Pameran Amplang Samarinda dalam Pameran Kuliner Nusantara. Keikutsertaan ini mendapat perhatian khusus dari Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI, I Made Dharma Suteja, serta Inspektur Jenderal Kebudayaan, Fryda Lucyana, yang secara langsung mengunjungi booth Samarinda.

Menurut Dr. Barlin, pihak kementerian memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran Amplang Samarinda. Produk kuliner khas ini dinilai sangat menarik dan menjadi salah satu stan yang paling banyak dikunjungi pengunjung karena cita rasa dan teksturnya yang khas.

Ke depan, Pemkot Samarinda melalui Bidang Kebudayaan berkomitmen untuk secara rutin menambah pencatatan karya budaya lokal di tingkat nasional, sekaligus mendorong karya-karya yang telah berstatus WBTbI, seperti Sarung Tenun Samarinda, agar dapat diusulkan menjadi Warisan Budaya Dunia UNESCO, sebagaimana batik, kebaya, dan pencak silat.

Prestasi ini menegaskan komitmen Pemkot Samarinda dalam melestarikan, mengembangkan, dan mengangkat kekayaan budaya lokal sebagai identitas daerah yang membanggakan di tingkat nasional maupun internasional. (*/ASYA/KMF-SMR/FOTO:DISDIKBUD)

Sumber Informasi
ppid.samarindakota.go.id
Buka Sumber Asli