Bangun Birokrasi Adaptif, Pemkot Gelar Pelatihan Pengelolaan Perubahan untuk Pejabat Eselon III

Kabar PemerintahanRabu, 9 Juli 2025Administrator PPID
Bangun Birokrasi Adaptif, Pemkot Gelar Pelatihan Pengelolaan Perubahan untuk Pejabat Eselon III

SAMARINDA.KOMINFONEWS— Pemerintah Kota Samarinda melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar pelatihan bertajuk “Mengelola Perubahan untuk Optimalisasi Kinerja, Didukung oleh Kecerdasan Emosional dan Spiritual”, Rabu (9 Juli 2025). Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Arutala, Gedung B Lantai 4 Bapperida Samarinda dan diikuti oleh para pejabat Eselon III di lingkungan Pemkot Samarinda.

Pelatihan ini dibuka dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Hero Mardanus Satyawan, serta turut dihadiri oleh Plt. Kepala BKPSDM Samarinda dan para peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan bahwa perubahan adalah sebuah keniscayaan dalam setiap organisasi, terlebih di lingkungan pemerintahan yang terus dituntut untuk adaptif, inovatif, dan responsif terhadap dinamika masyarakat serta perkembangan zaman.

“Pelatihan ini menjadi sangat strategis sebagai tindak lanjut dari hasil penilaian kompetensi pejabat Eselon III tahun 2024 serta berdasarkan Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK). Kita perlu membekali aparatur dengan kemampuan mengelola perubahan secara efektif,” ujar Hero.

Ia menambahkan, materi pelatihan ini merujuk pada Permenpan No. 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan, khususnya pada kompetensi manajerial dalam hal mengelola perubahan. Tantangan birokrasi yang semakin kompleks menuntut pola pikir baru, keberanian untuk berinovasi, serta kemampuan adaptif.

Hero juga menekankan pentingnya kecerdasan emosional dan spiritual sebagai landasan dalam menjalani perubahan. Menurutnya, kecerdasan emosional dibutuhkan untuk mengelola emosi diri dan membangun hubungan kerja yang harmonis, sedangkan kecerdasan spiritual menuntun aparatur untuk bekerja dengan keikhlasan, dedikasi, dan integritas.

“Jadikan pelatihan ini sebagai momentum refleksi, memperbaiki diri, dan memperkuat komitmen sebagai agen perubahan. Perubahan yang kita lakukan harus terencana, terukur, dan berkelanjutan, bukan hanya sekadar slogan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya evaluasi dan monitoring atas setiap langkah perubahan yang dijalankan, agar dampaknya benar-benar terasa dalam peningkatan kinerja organisasi dan pelayanan publik.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Samarinda berharap dapat mendorong lahirnya aparatur yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual, demi mewujudkan pemerintahan yang unggul, profesional, dan berintegritas. (RIZ/KMF-SMR)

Sumber Informasi
ppid.samarindakota.go.id
Buka Sumber Asli