Diskominfo Kota Samarinda Tanamkan Bijak dan Cerdas Menggunakan Media Sosial melalui Pembekalan Etika Fotografi

SAMARINDA.KOMINFONEWS – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda kembali berikan pembekalan kepada mahasiswa dan siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Ruang Command Center Diskominfo, Jumat (03/10/2025) pagi.
Mengusung tajuk “Etika Fotografer dalam Dokumentasi Jurnalistik”, para peserta antusias mendengar penyampaian materi oleh Kepala Bidang (Kabid) Teknologi Informasi dan Komunikasi, Syamsul Anwar, S.Sos.
Dalam pemaparannya, Syamsul mengajak peserta pembekalan untuk mengenal sejumlah poin penting dalam fotografi. Mulai dari prinsip dasar etika fotografi, kode etik fotografi, hal-hal yang harus dihindari saat memotret, serta peran fotografer dalam dokumentasi.
Tidak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa sebuah dokumentasi sangatlah penting dan mempunyai nilai sejarah.
“Beberapa tahun ke depan, foto yang kalian ambil hari ini akan menjadi cerita, menjadi nilai sejarah,” tutur Syamsul.
Inilah yang menjadikan Syamsul memutuskan untuk membekali para peserta mengenai etika fotografer. Didukung dengan kemajuan teknologi saat ini, di mana setiap individu bisa menghasilkan foto melalui gawai masing-masing dan disebarkan secara luas melalui media sosial. Oleh sebab itu, perlu adanya pemahaman dasar mengenai etika fotografi agar terhindar dari pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Sebagai penutup, Syamsul menegaskan kepada para peserta terkait pentingnya mengintegrasikan pengetahuan teknis dengan pola pikir yang sehat. Tidak cukup hanya memahami kode etik fotografi atau menghindari pelanggaran saat memotret, melainkan juga bagaimana mereka mampu membangun lingkungan yang positif agar dapat berpikir jernih dan bijak.
Menurutnya, kecerdasan sejati tidak sekadar diukur dari nilai akademik, melainkan diukur melalui kemampuan menemukan solusi di setiap situasi. Dengan begitu, peserta diharapkan tidak hanya menjadi fotografer yang patuh aturan, melainkan juga individu yang cerdas dalam bersikap, termasuk dalam menjaga etika jurnalistik serta menghindari jeratan UU ITE. (FEB/RIS/KMF-SMR)

