Teras Rumah Dibongkar, Air Mengalir Lancar Tiga Hari Berjibaku, Pedagang pun Turut Ditertibkan

Pemerintah Kecamatan Samarinda Ulu menertibkan lapak pedagang yang berdiri di atas parit

Sekretariat DaerahRabu, 8 Juli 2026 WANDAN DEWI MURIA SARI, A.Md
Teras Rumah Dibongkar, Air Mengalir Lancar Tiga Hari Berjibaku, Pedagang pun Turut Ditertibkan
SAMARINDA.KOMINFONEWS – Upaya mengembalikan fungsi drainase di Jalan Arjuna, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, dilakukan melalui kerja bersama lintas instansi selama tiga hari terakhir. Mulai dari menertibkan lapak pedagang yang berdiri di atas parit, membongkar penutup drainase atau jembatan cor beton, hingga membongkar teras rumah yang menjorok di atas saluran air demi memperlancar proses normalisasi drainase. Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Kecamatan Samarinda Ulu, Satpol PP BKO Kecamatan Samarinda Ulu, UPTD PUPR pasukan Hantu Banyu, Kelurahan Jawa, Ketua RT 09 dan RT 12, serta Babinsa Kelurahan Jawa. Camat Samarinda Ulu Sujono mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi persoalan drainase yang selama ini tidak berfungsi optimal akibat tertutup bangunan maupun jembatan cor beton dan sedimentasi yang menumpuk selama bertahun-tahun. “Pembersihan dilaksanakan untuk membersihkan sedimen dan lumpur yang ada di dalam parit. Namun sebelum membersihkan lumpur dan sedimen tersebut, kami terlebih dahulu membuka penutup drainase yang ada di atasnya,” ujarnya. Menurutnya, proses normalisasi tidak bisa langsung dilakukan karena sebagian saluran tertutup berbagai bangunan dan aktivitas warga. Di beberapa titik bahkan terdapat lapak pedagang yang berdiri di atas parit, serta teras rumah yang dibangun permanen menutupi saluran drainase. “Karena di wilayah tersebut banyak pedagang yang berjualan di atas parit, maka kami harus membersihkan terlebih dahulu area tersebut. Termasuk ada beberapa rumah yang terasnya berada di atas parit,” kata Sujono, Senin (6/7/2026) malam tadi. Sebelum pembongkaran dilakukan, pihak kecamatan bersama kelurahan dan para ketua RT terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya fungsi drainase untuk mengurangi genangan dan mencegah luapan air saat hujan. Pendekatan persuasif tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga memahami bahwa normalisasi drainase dilakukan demi kepentingan bersama dan tidak keberatan apabila pembongkaran dilakukan secara menyeluruh. “Alhamdulillah respons masyarakat luar biasa. Mereka menginginkan sepanjang semuanya dibongkar dan untuk kepentingan normalisasi, mereka tidak keberatan,” ungkap Sujono. Dukungan warga membuat proses pembongkaran berjalan lancar. Bahkan beberapa bangunan permanen yang dijadikan teras rumah di atas parit akhirnya dibongkar secara sukarela. Sujono menjelaskan, selama ini drainase di Jalan Arjuna kerap meluap saat hujan deras karena aliran air tersumbat oleh sedimen dan tertutup bangunan di atasnya. “Paritnya buntu akibat banyaknya sedimen dan sudah lama tidak dibersihkan. Saat hujan, air sering meluap ke jalan sehingga mengganggu aktivitas masyarakat,” jelasnya. Karena itu, normalisasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran agar air dapat mengalir dengan lancar dari hulu ke hilir dan mengurangi risiko genangan di kawasan tersebut. Warga Jalan Arjuna, Erwin, menyambut baik langkah normalisasi drainase yang dilakukan pemerintah bersama tim gabungan. Menurutnya, kondisi saluran yang selama ini tertutup bangunan dan dipenuhi sedimen menjadi salah satu penyebab air kerap meluap ke badan jalan saat hujan deras. “Kalau hujan deras, air sering meluap ke jalan. Kadang genangannya cukup mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan. Karena itu kami mendukung pembersihan dan pembongkaran yang dilakukan pemerintah agar aliran air kembali lancar,” ujarnya. Erwin mengaku warga memahami bahwa pembongkaran sejumlah bangunan di atas parit dilakukan untuk kepentingan bersama. Ia berharap setelah drainase dinormalisasi, masalah genangan yang selama ini terjadi dapat berkurang secara signifikan. “Kami berharap setelah parit dibersihkan dan difungsikan kembali, air tidak lagi meluap seperti sebelumnya. Yang terpenting sekarang salurannya bisa dibersihkan secara rutin dan tidak tertutup lagi,” katanya. Selain melakukan pembongkaran dan pembersihan, Pemerintah Kecamatan Samarinda Ulu juga mengimbau warga agar tidak lagi menutup drainase menggunakan cor beton. Sebagai alternatif, warga disarankan menggunakan papan atau kayu ulin yang mudah dibuka saat kegiatan pembersihan dan pemeliharaan drainase dilakukan. Dengan demikian, fungsi saluran air tetap terjaga dan normalisasi drainase dapat dilakukan lebih mudah di masa mendatang. “Setelah parit dibersihkan, kami berharap masyarakat tidak lagi membuat penutup permanen dari cor beton. Cukup menggunakan papan atau kayu ulin sebagai akses dari rumah ke jalan sehingga sewaktu-waktu mudah dibuka saat dilakukan pembersihan,” pungkas Sujono.(DON/KMF-SMR) Tampilkan lebih sedikit
Sumber Informasi
setda.samarindakota.go.id
Buka Sumber Asli

Apakah halaman ini bermanfaat?

Masukan Anda membantu kami memperbaiki konten.