Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi, Kabag Ekonomi Nadya Turisna Bahas Penguatan Pasokan Lokal dan Langkah Antisipatif Akhir Tahun

SAMARINDA, KOMINFONEWS — Pemerintah Kota Samarinda melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Nasional yang diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI, Tomsi Tohir, secara virtual pada Selasa (11/11/2025).
Rapat diikuti dari Ruang Rapat Gedung PKK Kota Samarinda, dipimpin oleh Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Samarinda, Nadya Turisna, bersama perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda yang tergabung dalam TPID Kota Samarinda.
Usai mengikuti rakornas, TPID Samarinda langsung menggelar rapat koordinasi internal untuk menindaklanjuti arahan dari pemerintah pusat. Dalam rapat tersebut, Perum Bulog melaporkan bahwa stok beras SPHP di pasar masih aman dan penyalurannya berjalan lancar.
Sementara itu, Dinas Perdagangan menyoroti potensi kenaikan harga cabai di akhir tahun sebagaimana pengalaman tahun sebelumnya. Sebagai langkah antisipatif, Dinas Perdagangan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang) akan berkoordinasi terkait inisiatif penyaluran hasil panen siswa SMK Pertanian Samarinda (SPMA) ke pasar. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pasokan lokal sekaligus menekan harga komoditas menjelang akhir tahun.
Dalam paparan Rakornas, disampaikan bahwa inflasi nasional Oktober 2025 tercatat sebesar 2,10 persen (yoy), dengan penyumbang utama berasal dari beras, cabai merah, dan telur ayam ras. Sebanyak 50 kabupaten/kota dilaporkan mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras tertinggi pada minggu pertama November 2025.
Masih dalam agenda nasional tersebut, pemerintah daerah juga didorong untuk mendukung Program 3 Juta Rumah, yang diyakini dapat memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen (yoy) pada triwulan ketiga tahun 2025.
Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menegaskan agar rapat pengendalian inflasi di seluruh daerah tidak hanya bersifat formalitas, tetapi menghasilkan langkah nyata. Ia menginstruksikan agar dilakukan Zoom Meeting khusus dengan Perum Bulog dan 50 daerah yang harga eceran tertinggi (HET) berasnya masih tinggi, untuk mengidentifikasi penyebab kenaikan sekaligus menyiapkan operasi pasar terkoordinasi.
Selain itu, Kementerian Perdagangan diminta membahas secara khusus kenaikan harga minyak goreng, cabai, dan bawang merah bersama pemerintah daerah serta kementerian teknis terkait. Tomsi juga menyinggung tren kenaikan harga emas perhiasan yang turut berkontribusi terhadap inflasi, namun sekaligus menunjukkan daya beli masyarakat yang masih kuat.
Di akhir arahannya, Tomsi mengingatkan agar TPID daerah memperkuat sinergi dengan Satgas Pangan, Kejaksaan, serta TNI–Polri, guna mencegah spekulasi harga dan menjaga stabilitas pasokan di pasar.
“Jangan biarkan rapat ini mengalir seperti air, berlalu begitu saja tanpa ada upaya nyata. Setiap pembahasan harus ditindaklanjuti agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Tomsi.
Menutup rapat internal, Kabag Ekonomi Setda Kota Samarinda, Nadya Turisna, menegaskan bahwa Pemkot Samarinda akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengendalikan inflasi, khususnya menjelang akhir tahun.
“Menjelang akhir tahun, kami ingin memastikan masyarakat tetap tenang. Pemerintah akan terus hadir menjaga stabilitas harga melalui sinergi yang kuat di lapangan. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat harus seirama agar inflasi di Samarinda tetap stabil,” ujar Nadya.
Dengan langkah terkoordinasi antara pusat dan daerah, Pemkot Samarinda optimistis stabilitas harga kebutuhan pokok dapat terus terjaga menghadapi momentum akhir tahun. (VE/ASYA/KMF-SMR)

