Wawali Saefuddin Zuhri Dorong Penguatan UKS melalui Standardisasi Sarana, Pembinaan Berkelanjutan, dan Digitalisasi
Wawali Saefuddin Zuhri Dorong Penguatan UKS melalui Standardisasi Sarana, Pembinaan Berkelanjutan, dan Digitalisasi

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Pemerintah Kota Samarinda bersama Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, serta para camat menggelar audiensi dalam rangka persiapan pelaksanaan program kerja Sekretariat Tetap (SEKTAP) UKS Kota Samarinda Tahun 2026. Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Lantai III Balai Kota Samarinda, Kamis (18/6/2026), menjadi forum evaluasi sekaligus penguatan komitmen lintas sektor untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan UKS di seluruh satuan pendidikan, mulai dari TK hingga SMA sederajat.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah capaian dan rencana kerja dipaparkan, di antaranya pelaksanaan pelatihan peningkatan kapasitas bagi sekitar 90 guru pembina UKS yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. Program tersebut bertujuan menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi pengelola UKS di sekolah, serta memperkuat koordinasi dan keberlanjutan pembinaan UKS di seluruh wilayah Kota Samarinda. Selain itu, turut disampaikan perkembangan pembangunan dan rehabilitasi ruang UKS di sejumlah sekolah sebagai bagian dari upaya peningkatan fasilitas kesehatan peserta didik.
Meski demikian, para camat yang juga berperan sebagai Tim Pembina UKS tingkat kecamatan mengungkapkan sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait keterbatasan anggaran serta sarana dan prasarana. Kendala tersebut dinilai masih menjadi faktor utama yang menghambat peningkatan stratifikasi UKS di sekolah-sekolah, meskipun pembinaan rutin terus dilaksanakan melalui kolaborasi dengan puskesmas, KUA, PKK, dan berbagai pihak terkait. Di sisi lain, peningkatan kapasitas guru pembina UKS juga menjadi perhatian karena masih ditemukan sekolah yang belum sepenuhnya memahami indikator penilaian dan pengembangan UKS sesuai standar yang berlaku.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan program UKS tidak hanya bergantung pada kegiatan pembinaan, tetapi juga pada terpenuhinya standar sarana dan prasarana kesehatan sekolah.
Menurutnya, setiap pembangunan maupun rehabilitasi sekolah perlu sejak awal mengintegrasikan standar kesehatan sekolah, termasuk penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai sesuai ketentuan UKS.
“Kalau membangun sekolah, tolong persyaratan kesehatan sekolahnya juga dimasukkan. Jangan sampai ruang kelas sudah dibangun, tetapi fasilitas sanitasi dan pendukung kesehatan sekolah belum tersedia sesuai standar,” tegas Saefuddin.
Ia menjelaskan bahwa fasilitas dasar seperti toilet terpisah bagi laki-laki dan perempuan, fasilitas bagi penyandang disabilitas, serta sarana pendukung kebersihan lainnya harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan sekolah. Dengan demikian, upaya peningkatan stratifikasi UKS dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Wakil Wali Kota juga meminta agar program revitalisasi sekolah diprioritaskan untuk mendukung pemenuhan standar UKS, khususnya bagi sekolah-sekolah yang masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana. Menurutnya, kondisi sekolah di Kota Samarinda masih beragam sehingga diperlukan perencanaan yang cermat dan bertahap dalam pengalokasian anggaran pembangunan.
“Sekolah yang sudah dibangun tetapi standar UKS-nya belum terpenuhi perlu menjadi perhatian. Kita lakukan secara bertahap agar seluruh sekolah nantinya dapat memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Saefuddin Zuhri juga menekankan pentingnya keberlanjutan program yang dijalankan oleh SEKTAP UKS Kota Samarinda. Ia berharap seluruh kegiatan yang telah direncanakan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan memberikan dampak nyata melalui berbagai program pembinaan, edukasi, penyuluhan kesehatan, dan pendampingan kepada sekolah-sekolah.
“Harapan kita, ada program yang berjalan secara berkelanjutan setiap bulan. Jangan hanya seremonial, tetapi harus ada kegiatan yang benar-benar menyentuh sekolah dan guru pembina UKS,” katanya.
Audiensi tersebut juga membahas dukungan Dinas Kesehatan Kota Samarinda yang tetap berkomitmen menjalankan berbagai program kesehatan sekolah melalui kegiatan penjaringan kesehatan peserta didik, Cek Kesehatan Gratis (CKG), distribusi tablet tambah darah, Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), serta pembinaan kesehatan lingkungan sekolah. Di samping itu, muncul berbagai masukan terkait alternatif pendanaan UKS melalui optimalisasi peran komite sekolah dan penguatan kemitraan dengan dunia usaha guna membantu pemenuhan sarana pendukung kesehatan sekolah.
Mengakhiri arahannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis dan memperkuat sinergi dalam mengembangkan UKS di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi saat ini. Menurutnya, keberhasilan program UKS membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
“TP UKS memerlukan sinergi semua pihak. Karena itu, mari kita terus melaksanakan program-program yang telah direncanakan demi menciptakan sekolah yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda Kota Samarinda,” pungkasnya. (MAF/ASYA/KMF-SMR | FOTO: BAY/DOKPIM)
