Wali Kota Resmikan Revitalisasi SMPN 5, Infrastruktur Modern untuk 789 Siswa

SAMARINDA.KOMINFONEWS-Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun, meresmikan penggunaan gedung hasil revitalisasi total SMP Negeri 5 Samarinda pada Selasa (25/11/2025). Peresmian ini menjadi tonggak penting pemulihan fasilitas pendidikan pascakebakaran yang pernah menimpa sekolah tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa proses revitalisasi dilakukan secara bertahap selama dua tahun, dimulai pada 2024 dan rampung pada 2025. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda yang harus disesuaikan dengan prioritas pembangunan lainnya.
“Sebenarnya permintaan peresmian sudah lama disampaikan oleh Ibu Kepala Sekolah, namun baru hari ini dapat dipenuhi karena padatnya agenda pemerintahan,” ujar Wali Kota.
Andi Harun menjelaskan bahwa revitalisasi dimulai setelah kebakaran yang memaksa kegiatan belajar mengajar dilakukan di tenda darurat dan lokasi sementara. Upaya percepatan dilakukan dengan mengosongkan area sekolah agar pembangunan dapat berjalan maksimal.
Total anggaran revitalisasi mencapai Rp 35,5 miliar, terdiri dari Rp 10 miliar pada 2024 dan Rp 23,5 miliar pada 2025, yang meliputi Rp 14,4 miliar dana Bantuan Keuangan (Bankeu) dan Rp 8,5 miliar APBD, serta Rp 2 miliar untuk pengadaan mebel dan alat peraga.
Revitalisasi menghasilkan enam bangunan dua lantai dengan fasilitas meliputi 28 ruang kelas, dua laboratorium, perpustakaan, ruang UKS, ruang kantor, dan 41 kamar mandi, untuk mendukung pembelajaran bagi 789 siswa.
Meskipun sebagian besar pembangunan telah selesai, masih tersisa pekerjaan pemasangan paving di area masuk sekolah. Wali Kota menugaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan , Asli Nuryadin, untuk menuntaskan pekerjaan tersebut sebelum 31 Desember 2025.
“Ini segera diselesaikan sebelum akhir tahun. Saya minta Pak Asli memastikan penuntasan pekerjaan ini,” tegasnya.
Selain peningkatan fasilitas fisik, Wali Kota menekankan pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran serta transformasi pendidikan berbasis teknologi.
“Gedung fisik sudah bagus, maka kualitas pembelajaran harus mengikuti. Ini menjadi tantangan bagi kepala sekolah dan seluruh GTK agar sekolah ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan di Kota Samarinda,” ungkapnya.
Menanggapi aspirasi siswa, Wali Kota juga menyetujui tiga usulan fasilitas tambahan, yaitu pembangunan mushola, kantin, serta penambahan pohon peneduh. Ketiga fasilitas tersebut akan direalisasikan melalui anggaran tahun 2026.
“Permintaan penanaman pohon sangat menyentuh, menunjukkan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Pohon sangat penting untuk mereduksi panas dan menambah ruang hijau,” tuturnya.
Wali Kota menambahkan bahwa penguatan ruang hijau telah menjadi gaya pembangunan Kota Samarinda saat ini.
“Seperti di Balai Kota, jika ada rehabilitasi saya berharap tidak ada pohon yang ditebang. Bahkan area kosong akan ditambahkan pohon besar,” pungkasnya.(FER/KMF-SMR|FOTO: ARY/DOKPIM)

