Wali Kota Andi Harun Sampaikan Empat Arahan Transformasi GTK Samarinda pada Talk Show Hari Guru Nasional 2025

Kabar PemerintahanSabtu, 22 November 2025Administrator PPID
Wali Kota Andi Harun Sampaikan Empat Arahan Transformasi GTK Samarinda pada Talk Show Hari Guru Nasional 2025

SAMARINDA, KOMINFONEWS — Gelaran Talk Show “Transformasi GTK Samarinda” dalam rangka Hari Guru Nasional 2025 di GOR Segiri Samarinda, Jumat (21/11/2025), menghadirkan ribuan guru dari berbagai jenjang pendidikan. Acara ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Samarinda untuk memperkuat agenda pembenahan sektor pendidikan secara lebih terarah dan terukur.

Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun hadir langsung menyampaikan arahan strategis. Empat fokus transformasi ini menjadi penegasan visi Pemkot dalam membangun tenaga pendidik yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap dinamika zaman.

Arahan pertama adalah tentang Penguatan Kompetensi Guru Berbasis Data Lokal. Wali kota menekankan bahwa penguatan kompetensi tidak boleh lagi berdasarkan asumsi, melainkan memakai dashboard pendidikan Kota Samarinda yang memuat data komprehensif. Dashboard ini mencakup capaian ANBK, peta literasi digital guru, kebutuhan pelatihan berdasarkan wilayah, hingga pemetaan kompetensi tiap satuan pendidikan. Dengan data tersebut, pelatihan bisa lebih tepat sasaran, efektif, dan sesuai kebutuhan nyata di lapangan.

Kedua, tentang Program Pelatihan Berkelanjutan (Continuous Professional Development). Andi Harun menegaskan bahwa pelatihan guru ke depan harus berubah pendekatan. Bukan lagi seminar satu arah, tetapi berbasis praktik nyata, menekankan learning by doing, dan disertai pendampingan (coaching) yang berkelanjutan. Model ini dinilai lebih mampu meningkatkan keterampilan guru secara konkret dan terukur, sejalan dengan standar pengembangan profesi berkelanjutan.

Ketiga, adanya Pusat Inovasi Pembelajaran Kota Samarinda. Wali kota juga mendorong pembentukan Pusat Inovasi Pembelajaran Kota Samarinda, sebuah wadah untuk riset dan pengembangan profesional guru. Fokusnya mencakup riset kelas (classroom action research), pelatihan teknologi pembelajaran, pengembangan konten belajar, hingga penguatan kurikulum lokal. Menurutnya, inovasi harus tumbuh dari sekolah dan guru sendiri, bukan sekadar menunggu kebijakan dari pusat.

Dan yang keempat adalah Penguatan Kemitraan Multipihak. Dalam arahan terakhir ini, Wali Kota Andi Harun menegaskan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang melibatkan berbagai pihak: Disdikbud, perguruan tinggi, komunitas pendidikan, hingga dunia industri. Keterlibatan multipihak seperti ini meniru model keberhasilan Singapura sebagaimana dicatat dalam Finnish Lessons (Sahlberg P., 2011). Sinergi ini diperlukan agar transformasi pendidikan Samarinda tidak berjalan sendiri, tetapi ditopang jaringan kuat lintas sektor.

Sebelumnya di awal acara Kepala Disdikbud Dr. Asli Nuryadin menyampaikan laporan mengenai capaian, tantangan, dan agenda pendidikan yang sedang berjalan. Dia mengatakan bahwa kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan Hari Guru Nasional. Banyak kegiatan-kegiatan lain yang juga diselenggarakan. Yang pertama, seminar pendidikan yang disponsori oleh Budi Center. Itu tanggal 12 November 2025 dengan pembicara motivator terkenal. Kegiatan itu menghadirkan 650 guru di Kota Samarinda, disponsori oleh Pandito Hendri Suwito.

Kemudian yang kedua, webinar nasional “Berpikir Komputasi dan Digitalisasi untuk Mewujudkan Samarinda Maju. Salah satu pembicaranya juga Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun. Juga yang ketiga, dua hari yang lalu, kegiatan Porseni Guru tingkat Provinsi di Balikpapan, di mana Samarinda menjadi juara umum yang kedua.

Asli Nuryadin juga melaporkan kondisi pendidikan di Samarinda. Menurutnya, di kota tepian ini ada 742 satuan pendidikan terdiri dari negeri ada 229, dan swasta ada sebanyak 509. Itu satuan pendidikan, baik TK, SD, dan SMP. Adapun kondisi guru yang ASN-nya ada 4.479 orang, termasuk P3K. Jika ditambah dengan swasta, maka ada 7.622. Sedangkan jumlah peserta didik ada 129.221. Yang ada di sekolah negeri sebanyak 90.423 orang, sedangkan yang di swasta 38.798 orang.

Kadisdik juga melaporkan tentang tunjangan profesi guru, di mana masih ada 1.709 guru negeri yang belum mendapatkan tunjangan profesi guru. Kemudian yang non-ASN atau non-P3K, itu masih ada 2.726. Namun dia juga menginformasikan bahwa saat ini proses sertifikasi jauh lebih dipermudah, sehingga ini menjadi harapan besar bagi para pendidik yang belum mengikuti PPG sertifikasi. Asli Nuryadin juga menyinggung tentang pemberian tunjangan kepada para guru yang belum sertifikasi termasuk tunjangan kepala sekolah dan TTP untuk ASN dan P3K.

Selain arahan empat agenda strategis yang disampaikan oleh Wali Kota, kegiatan talk show juga menampilkan paparan dari Direktur Pendidikan Profesi Guru Kemendikdasmen, Ferry Maulana Putra, S.Pd., M.Ed., yang menggarisbawahi pentingnya profesionalisme guru sebagai fondasi kualitas pendidikan nasional.

Dia juga menyampaikan beberapa program prioritas Kemendikbudristek, di antaranya peningkatan kualifikasi D4 dan S1 bagi para guru yang belum memiliki kualifikasi S1. “Jadi kalau kita lihat, Bapak Ibu semua, di data kami di Dapodik, itu masih ada kurang lebih 200.000, Bu, guru-guru kita yang belum S1. Nah, nanti saya bisa bantu cek nanti di Kota Samarinda, apakah ada guru-guru yang belum S1. Mudah-mudahan Pak Kadis tidak ada guru-guru Kota Samarinda yang belum S1, ya,” tutur Ferry Maulana.

Program prioritas yang kedua adalah pelatihan kompetensi guru. Menurutnya sebagaimana disampaikan oleh Kadis Asli Nuryadin dalam laporannya, juga banyak sekali. Dalam hal ini ada pembelajaran mendalam, coding dan lain sebagainya. Dan program yang ketiga adalah peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi yang sedang digalakkan oleh pemerintah.

Momentum Hari Guru Nasional 2025 ini sekaligus mempertegas komitmen Pemkot Samarinda untuk menghadirkan pendidikan yang semakin modern, inklusif, dan berbasis data. “Transformasi GTK adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak kita. Samarinda harus menjadi teladan,” tegas Andi Harun.

Di penghujung acara selain ada sesi foto bersama, juga terjadi tukar menukar cindera mata. Direktur Pendidikan Profesi Guru Kemendikdasmen, Ferry Maulana Putra memberikan plakat kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun, sedangkan orang nomor satu di Pemkot Samarinda ini menghadiahkan souvenir legendaris berupa Sarung Samarinda. (ASYA/KMF-SMR/FOTO: ARIE-DOKPIM)

Sumber Informasi
ppid.samarindakota.go.id
Buka Sumber Asli