TPID Samarinda Siapkan Langkah Cepat Tekan Inflasi, Gencarkan Pasar Murah

SAMARINDA, KOMINFONEWS — Dipimpin Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Hj. Yuyum Puspitaningrum, M.H., Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda menggelar rapat koordinasi (rakor) di Ruang Rapat Lantai IV Kantor BPKAD Kota Samarinda, Senin (11/08/2025) siang.
Rakor internal ini dilaksanakan setelah mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah tingkat nasional bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual. Pertemuan tersebut menjadi respon cepat dari seluruh pemangku kepentingan terkait dalam menekan laju inflasi di Samarinda.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda, inflasi year on year pada Juli 2025 tercatat sebesar 2,21 persen. Lima komoditas utama yang memengaruhi inflasi tersebut adalah emas perhiasan, beras, tomat, kopi bubuk, dan sigaret kretek mesin (SKM).
Dalam rapat, TPID berkoordinasi untuk segera melakukan intervensi terhadap kenaikan harga beberapa komoditas, khususnya beras dan bawang merah. Yuyum Puspitaningrum menegaskan, tindak lanjut di lapangan perlu segera dilakukan, salah satunya melalui Gerakan Pasar/Pangan Murah (GPM) di beberapa titik sekaligus.
Pada pelaksanaan GPM, Pemkot Samarinda melalui TPID akan menggandeng distributor dan pihak swasta untuk menjual komoditas yang mengalami kenaikan harga—seperti beras, bawang merah, cabai, minyak goreng, dan lainnya—dengan harga yang lebih terjangkau.
Sebelumnya, dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah nasional yang dipimpin Menteri Dalam Negeri, Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., BPS pusat melaporkan inflasi year on year nasional Juli 2025 sebesar 2,37 persen.
Secara nasional, pada pekan pertama Agustus 2025, lima komoditas dengan kontribusi tertinggi terhadap Indeks Perkembangan Harga (IPH) adalah bawang merah, beras, cabai merah, telur ayam ras, dan minyak goreng.
Dalam kesempatan tersebut, Tito Karnavian menekankan kepada Perum Bulog agar memprioritaskan penyaluran beras melalui program SPHP di daerah yang mengalami kenaikan harga signifikan. (MAF/KMF-SMR)

