Pemkot Samarinda Dorong Partisipasi Politik Generasi Muda Lewat Sosialisasi Demokrasi

SAMARINDA, KOMINFONEWS — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar sosialisasi pendidikan politik kepada masyarakat dengan tema “Demokrasi dan Partisipasi Generasi Muda Membangun Masa Depan yang Lebih Baik”. Kegiatan ini berlangsung di Aruttala Ballroom, Gedung B Bapperida Kota Samarinda, Jalan Dahlia, pada Rabu (30/07/2025) pagi.
Wakil Wali Kota Samarinda (Wawali), H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., turut hadir dan memberikan arahan singkat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pada pemilihan umum sebelumnya, generasi muda memberikan kontribusi terbesar sebagai pemilih. Mereka termasuk dalam kelompok Gen Z, pemilih milenial, dan pemilih pemula.
Lebih lanjut, Wawali menegaskan bahwa generasi muda adalah aset bangsa yang sangat berharga dan memiliki peran penting dalam membangun masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, sangat penting memberikan pendidikan politik yang tepat serta mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya dari kalangan muda, dalam proses demokrasi.
Saefuddin Zuhri menjelaskan bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang memberi ruang bagi rakyat untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Hal ini tentu menuntut partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, karena mereka memiliki peran sentral dalam membentuk arah demokrasi di masa depan.
Menurutnya, anak muda memiliki peran strategis sebagai calon pemimpin. Mereka perlu dibekali dengan pengetahuan politik dan kemampuan untuk menjadi perancang utama sistem demokrasi yang kuat, termasuk dalam menyusun masa depan demokrasi Indonesia. Kesiapan generasi muda dalam membangun demokrasi yang lebih baik sangatlah krusial. Kesadaran politik yang dibarengi dengan integritas di kalangan pemuda dinilai penting untuk menciptakan sistem demokrasi yang stabil dan berkelanjutan.
berharap, melalui kegiatan ini akan tercipta pemilu dan pilkada yang lebih berkualitas, transparan, dan demokratis. Dengan begitu, sistem politik di masa depan dapat berkembang menjadi lebih inklusif dan aspiratif. (MAF/KMF-SMR FOTO : BAY-DOKPIM)

