BPS — Samarinda Dalam Angka 2026
Samarinda Dalam Angka
Data dan indikator kunci Kota Samarinda berdasarkan publikasi resmi BPS — Samarinda Dalam Angka 2026 (data tahun 2025).
Tren Pertumbuhan IPM Samarinda
Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (2021-2025)
Perbandingan IPM Se-Kaltim (2025)
Capaian IPM Kabupaten & Kota di Provinsi Kalimantan Timur
11 Kategori Data
Demografi & Ketenagakerjaan
Berdasarkan proyeksi BPS, penduduk Kota Samarinda pada Juni 2025 mencapai 865.306 jiwa dengan laju pertumbuhan 0,84% per tahun — melambat dibanding tahun sebelumnya. Kepadatan tertinggi berada di Kecamatan Samarinda Ilir (11.921 jiwa/km²) dan terendah di Palaran (366 jiwa/km²). Angka harapan hidup terus meningkat mencapai 75,89 tahun. Di sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun ke 5,31% pada Agustus 2025, sementara kemiskinan mencatatkan penurunan signifikan ke 3,45% (30.450 jiwa) pada Maret 2025.
Geografi & Wilayah
Kota Samarinda memiliki luas wilayah 716,78 km² yang secara astronomis terletak pada 0°19'02" Lintang Selatan dan 117°18'14" Bujur Timur — dilalui garis khatulistiwa. Kota ini terbagi atas 10 kecamatan dan 59 kelurahan, dengan 1.988 rukun tetangga. Kecamatan Samarinda Utara merupakan yang terluas (232,99 km² atau 32,51% dari total wilayah), sedangkan Samarinda Kota adalah yang terkecil (3,60 km²). Seluruh batas wilayah berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Ekonomi & PDRB
Perekonomian Samarinda terus tumbuh dengan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 106,62 triliun pada 2025 (angka sementara). Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) sebesar 6,22% — sedikit melambat dari 8,66% di tahun 2024 namun masih tergolong kuat. Sektor konstruksi mendominasi dengan kontribusi 22,46% (Rp 23,95 triliun), disusul perdagangan (18,51%) dan transportasi (8,98%). PDRB per kapita mencapai Rp 123,2 juta per jiwa per tahun. Inflasi terkendali di angka 2,70% (y-o-y, 2025).
Pendidikan
Angka partisipasi pendidikan di Samarinda menunjukkan cakupan yang tinggi di tingkat dasar. APM SD/MI mencapai 96,62% dan APK SD melampaui 99%, artinya hampir seluruh anak usia SD bersekolah. Namun partisipasi menurun di tingkat menengah atas: APM SMA/SMK hanya 71,91% pada 2025, menunjukkan masih ada kelompok usia 16–18 tahun yang tidak bersekolah. Terdapat 43 SMA dan 50 SMK yang aktif di seluruh wilayah kota pada tahun ajaran 2025/2026.
Kesehatan
Angka harapan hidup Samarinda mencapai 75,89 tahun pada 2025 — meningkat dari 75,51 tahun di 2024. Kota ini memiliki 25 puskesmas yang tersebar di 10 kecamatan dan 13 rumah sakit (umum dan khusus). Ketersediaan fasilitas kesehatan cukup merata: seluruh 59 kelurahan telah memiliki akses ke sarana kesehatan terdekat. Capaian ini berkontribusi pada nilai komponen kesehatan dalam penghitungan IPM Samarinda yang menempatkan kota ini di posisi pertama se-Kalimantan Timur.
Pemerintahan & ASN
Pemerintah Kota Samarinda terdiri dari 10 kecamatan, 59 kelurahan, dan 1.988 rukun tetangga. DPRD Kota Samarinda beranggotakan 45 orang dari 10 partai politik, dengan Gerindra dan Golkar menempati kursi terbanyak. Per Desember 2025, total aparatur sipil negara (ASN) Pemkot berjumlah 9.522 orang — terdiri dari 5.632 PNS dan 3.890 PPPK — dengan komposisi 3.678 laki-laki dan 5.844 perempuan. Tingkat pendidikan ASN didominasi lulusan sarjana (S1).
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) — Perbandingan Kaltim
IPM Kota Samarinda mencapai 83,53 poin pada 2025 — tertinggi di Kalimantan Timur, melampaui Balikpapan (83,23) dan Bontang (83,04). IPM Samarinda terus meningkat setiap tahun: dari 81,05 (2021) → 81,72 (2022) → 82,61 (2023) → 83,11 (2024) → 83,53 (2025). IPM dihitung berdasarkan tiga dimensi utama: angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah & harapan lama sekolah, serta pengeluaran per kapita. Rata-rata IPM Kalimantan Timur sebesar 79,93.
Pariwisata & Perhotelan
Sektor pariwisata Samarinda terus berkembang dengan total 1.141.909 kunjungan wisatawan sepanjang 2025. Puncak kunjungan domestik terjadi pada Desember (121.280 orang), sementara wisatawan mancanegara terbanyak datang di Agustus (1.315 orang). Kota ini memiliki 72 hotel — 24 berbintang dan 48 non-bintang — terkonsentrasi di Kecamatan Samarinda Kota (12 hotel bintang + 19 non-bintang). Potensi pariwisata Samarinda bertumpu pada wisata sungai, budaya, dan MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) sebagai kota jasa terbesar di Kalimantan.
Transportasi & Infrastruktur
Konektivitas Kota Samarinda ditopang Bandara APT Pranoto yang melayani 402.203 penumpang datang dan 399.770 penumpang berangkat pada 2025 — dengan 3.949 pergerakan pesawat. Jaringan jalan kota mencapai 734,871 km, dan 78,7% (578.216 km) dalam kondisi baik. PT PLN Area Samarinda memproduksi 1,487 miliar kWh listrik sepanjang 2025, melayani 1.380.657 pelanggan listrik. Sementara PDAM Tirta Kencana menyalurkan 55,9 juta m³ air bersih kepada 189.768 pelanggan.
Investasi & Perdagangan
Iklim investasi Samarinda terus menguat. Pada 2025, realisasi investasi mencapai Rp 4,586 triliun dari 10.558 proyek — melonjak dari 6.727 proyek di 2024. Sektor perdagangan besar dan eceran menyumbang 18,51% PDRB (±Rp 19,74 T). Infrastruktur perdagangan mencakup 112 sarana aktif: 19 pasar, 39 kelompok pertokoan, dan 54 minimarket. Pengeluaran per kapita masyarakat tercatat Rp 2,097 juta per bulan (2025), dengan 67,19% penduduk berpenghasilan di atas Rp 1,5 juta per bulan — mencerminkan daya beli masyarakat kota yang relatif kuat.
Perikanan & Ketahanan Pangan
Perikanan merupakan salah satu sektor unggulan Kota Samarinda, memanfaatkan posisi strategis di tepian Sungai Mahakam dan akses ke perairan laut. Produksi perikanan tangkap 2025 mencapai 15.566,40 ton, dan volume pendaratan ikan di TPI (tempat pelelangan ikan) melonjak ke 21.781,80 ton — tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Kecamatan Palaran mendominasi produksi ikan laut (7.160 ton). Selain tangkap, budidaya kolam air tawar seluas 89 hektar menghasilkan 712,40 ton. Cadangan beras BULOG Kantor Cabang Samarinda mencapai 43.407 ton sebagai buffer ketahanan pangan.
Sumber: BPS Kota Samarinda, Samarinda Dalam Angka 2026 (samarindakota.bps.go.id). Data utama tahun 2025. Tanda ** menunjukkan angka sementara (preliminary). IPM menggunakan metode baru (Long Form SP2021). PDRB per kapita dihitung dari PDRB ADHB 2025 dibagi jumlah penduduk 2025.