Sejarah Singkat
Asal-usul Samarinda berakar pada migrasi Suku Bugis Wajo dari Sulawesi Selatan pada abad ke-18 di bawah pimpinan La Mohang Daeng Mangkona. Mereka mendirikan permukiman di tepi Sungai Mahakam pada 21 Januari 1668 — tanggal yang kini diperingati sebagai Hari Jadi Kota Samarinda.
Nama "Samarinda" diyakini berasal dari frasa "sama rendah" — merujuk pada permukiman awal yang dibangun di atas rakit (rumah lanting) di permukaan sungai sehingga ketinggian rumah sama rata. Pada masa kolonial, kota ini menjadi pusat perdagangan rotan, kayu, dan hasil hutan. Status sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur ditetapkan pada 1 Januari 1959.
Sejak era reformasi, Samarinda terus berkembang sebagai pusat pemerintahan, pendidikan tinggi (Universitas Mulawarman), perdagangan, dan pertambangan batu bara di Kalimantan Timur.
Geografi & Iklim
Kota Samarinda terletak pada koordinat 0°21' – 1°09' LS dan 116°15' – 117°24' BT, membentang di kedua tepi Sungai Mahakam — sungai terpanjang di Kalimantan Timur sepanjang ±920 km. Kota ini berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara di sebelah utara, timur, dan barat.
Topografi
Dataran rendah & perbukitan
Ketinggian 10–200 mdpl
Iklim
Tropis lembap
Suhu rerata 22–34 °C
Curah Hujan
±2.000 mm/tahun
Musim hujan Nov–April
Pantau kondisi cuaca terkini melalui Prakiraan Cuaca Samarinda.
Pemerintahan
Pemerintah Kota Samarinda dipimpin oleh seorang Wali Kota dan Wakil Wali Kota hasil pemilihan langsung untuk periode 5 tahun. Saat ini menjabat:
Wali Kota
H. Andi Harun
Periode 2025 – 2030
Wakil Wali Kota
H. Saefuddin Zuhri
Periode 2025 – 2030
Lihat selengkapnya: Direktori OPD · Visi & Misi · Penghargaan.
Pembagian Wilayah
Secara administratif, Kota Samarinda terbagi ke dalam 0 kecamatan dan 0 kelurahan:
Direktori Kecamatan · Direktori Kelurahan · Direktori Puskesmas
Demografi
Populasi Kota Samarinda menurut data Disdukcapil tercatat sekitar 893.385 jiwa (454.205 laki-laki dan 439.180 perempuan), menjadikan Samarinda kota terpadat di Kalimantan Timur. Komposisi etnis didominasi Jawa, Bugis, Banjar, Dayak, dan Kutai. Mayoritas penduduk beragama Islam.
Lihat data agregat real-time: Statistik Kependudukan · Demografi Anak (KLA).
Ekonomi & Potensi
Perekonomian Samarinda ditopang sektor perdagangan, jasa, konstruksi, industri pengolahan, dan pertambangan. Posisi Samarinda sebagai ibu kota provinsi serta jalur sungai Mahakam menjadikannya hub logistik utama Kalimantan Timur. UMKM dan ekonomi kreatif tumbuh pesat dengan dukungan digitalisasi.
Eksplorasi data ekonomi: Direktori UMKM · Harga Pangan · Transparansi Anggaran.
Budaya & Identitas
Identitas Kota Samarinda paling dikenal melalui Sarung Samarinda — kain tenun warisan abad ke-18 yang dibawa perantau Suku Bugis Wajo. Sarung ini menjadi warisan budaya tak benda dan ikon kota. Selain itu, julukan "Kota Tepian" (Teduh, Rapi, Aman, Nyaman) merujuk pada filosofi tata kota dan letaknya di tepi Sungai Mahakam.
Landmark utama meliputi Masjid Islamic Center Samarinda (terbesar kedua di Asia Tenggara), Jembatan Mahkota II, dan kawasan Tepian Mahakam.
Jelajahi: Pariwisata Samarinda · Album Galeri .
Akses & Transportasi
Bandara APT Pranoto
Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (SRI) — pintu udara utama Samarinda di Sungai Siring.
Pelabuhan Samarinda
Pelabuhan sungai & laut di Palaran serta Samarinda kota untuk angkutan barang dan penumpang Sungai Mahakam.
Tol Samarinda–Balikpapan
Jalan Tol Trans-Kalimantan menghubungkan Samarinda ke Balikpapan dan jaringan trans-Kalimantan.
Pertanyaan Umum
Apa ibu kota Provinsi Kalimantan Timur?
Kota Samarinda adalah ibu kota Provinsi Kalimantan Timur sejak 1 Januari 1959, sekaligus kota terbesar di Kalimantan Timur.
Siapa Wali Kota Samarinda saat ini?
H. Andi Harun, didampingi Wakil Wali Kota H. Saefuddin Zuhri untuk periode 2025–2030.
Berapa luas wilayah Kota Samarinda?
718 km² (71.800 hektar), terbagi 11 kecamatan dan 59 kelurahan.
Berapa populasi Kota Samarinda?
Sekitar 893.385 jiwa (454.205 laki-laki + 439.180 perempuan) menurut data Disdukcapil — kota terpadat di Kalimantan Timur.
Mengapa Samarinda dijuluki "Kota Tepian"?
"Tepian" adalah akronim Teduh, Rapi, Aman, Nyaman — sekaligus merujuk letak Samarinda yang membentang di tepi Sungai Mahakam.
Apa kain khas Kota Samarinda?
Sarung Samarinda — kain tenun warisan abad ke-18 dari perantau Suku Bugis Wajo, kini menjadi warisan budaya tak benda dan ikon kota.
Referensi Wikipedia
Tautan referensi ke Wikipedia Indonesia untuk konteks ensiklopedis tambahan. Konten di bawah dimuat dari Wikipedia dan bukan publikasi resmi Pemkot Samarinda.