Tekan Laju Inflasi, Pemkot Samarinda Perkuat Pengawasan Distribusi Pangan Lewat Sidak Lapangan

Tekan Laju Inflasi, Pemkot Samarinda Perkuat Pengawasan Distribusi Pangan Lewat Sidak Lapangan

Dinas Komunikasi dan InformatikaSelasa, 14 Juli 2026MAF
Tekan Laju Inflasi, Pemkot Samarinda Perkuat Pengawasan Distribusi Pangan Lewat Sidak Lapangan

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan memperketat pengawasan distribusi serta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara virtual dari Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Lantai III Balai Kota Samarinda, Senin (13/7/2026).

Rakor yang diikuti seluruh kepala daerah di Indonesia itu membahas perkembangan inflasi nasional dan daerah, sekaligus progres Sensus Ekonomi 2026, pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Versi 3, serta evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah.

Didampingi Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Samarinda, Nadya Turisna, S.STP., M.Si., bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Samarinda, Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., langsung mengevaluasi sejumlah persoalan yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga, terutama pada distribusi energi dan pangan.

Perhatian pertama Wawali tertuju pada distribusi LPG. Meski Pertamina memastikan stok LPG di Samarinda dalam kondisi aman dengan ketersediaan sekitar 20 metrik ton di SPBE serta pasokan harian dari Depot Balikpapan, Saefuddin menilai antrean di sejumlah pangkalan harus segera dibenahi.

"Walaupun stok kita lihat cukup, tapi kenapa seperti itu. Alasan barcode hilang atau barcode terblokir, itu kan ada manajemen tersendiri. Saya kira bisa ditanggulangi dengan baik. Ayolah kita sama-sama mengurai permasalahan yang ada," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Pertamina menyampaikan bahwa pengawasan di tingkat pangkalan terus diperkuat melalui petugas lapangan guna memastikan distribusi LPG berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

Selain LPG, ketahanan pangan juga menjadi perhatian. Perumda Varia Niaga melaporkan stok komoditas strategis masih aman, termasuk telur ayam ras sekitar 23 ribu butir. Meski biaya distribusi meningkat, pasokan tetap berjalan lancar.

Pihak Varia Niaga juga mengungkapkan kebutuhan telur di Kalimantan Timur masih mencapai sekitar empat juta butir per hari, sementara produksi lokal baru sekitar 1,9 juta butir. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, akan dilakukan penambahan 5.000 ekor ayam petelur di Kabupaten Penajam Paser Utara mulai Agustus sebagai tahap awal menuju target 100 ribu ekor, disertai pengembangan pakan alternatif.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda, Aji Syarifah Zulaiha, S.P., melaporkan pembinaan kepada petani swadaya terus dilakukan meski belum tersedia anggaran untuk perluasan lahan. Meski demikian, komoditas cabai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang inflasi menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Hasil panen cabai di Makroman dan Tanah Merah menunjukkan produktivitas petani terus meningkat berkat pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Melihat potensi tersebut, Saefuddin Zuhri mendorong agar gerakan tanam cabai mandiri terus digalakkan. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

"Masyarakat diharapkan bisa menanam cabai secara mandiri di pekarangan rumah maupun lingkungan perumahan, sehingga kebutuhan cabai dapat dipenuhi dari lingkungan sendiri," ujarnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda melaporkan inflasi tahunan Kota Samarinda mencapai 3,53 persen dengan inflasi bulanan sebesar 0,72 persen. Bensin, angkutan udara, bawang merah, bawang putih, beras, ikan layang, daging ayam ras, dan minyak goreng masih menjadi komoditas penyumbang inflasi.

BPS juga mengajak seluruh perangkat daerah dan masyarakat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang masih berlangsung hingga akhir Agustus melalui partisipasi aktif dalam memberikan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Samarinda, Nadya Turisna, menyampaikan arahan Wali Kota Samarinda agar seluruh perangkat daerah mempercepat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), Operasi Pasar Murah (OPM), pemantauan harga harian, penguatan kerja sama pasokan antardaerah, kajian subsidi distribusi komoditas dari luar daerah, serta pembentukan buffer stock sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Samarinda juga akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor pangan strategis. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17 Juli 2026 dengan melibatkan perangkat daerah, Bulog, Pertamina, Perumda Varia Niaga, Satgas Pangan, serta instansi terkait. Sidak ini bertujuan memastikan stok, distribusi, dan harga komoditas tetap terkendali, sekaligus mengantisipasi potensi penimbunan maupun hambatan distribusi.

Melalui sinergi lintas sektor dan langkah nyata di lapangan, Pemkot Samarinda terus memperkuat upaya pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman dan terpenuhi demi mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh di Kota Tepian. (AJLA/VE/ASYA/KMF-SMR | Foto: CHRIS/DOKPIM)

Sumber Informasi
diskominfo.samarindakota.go.id
Buka Sumber Asli

Apakah halaman ini bermanfaat?

Masukan Anda membantu kami memperbaiki konten.