MWA Unhas dan Pemkot Samarinda Jajaki Kolaborasi Strategis, Armada Sampah Listrik hingga Smart City Incinerator Segera Ditindaklanjuti

Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun menerima audiensi Universitas Hasanuddin

Sekretariat DaerahJumat, 3 Juli 2026 WANDAN DEWI MURIA SARI, A.Md
MWA Unhas dan Pemkot Samarinda Jajaki Kolaborasi Strategis, Armada Sampah Listrik hingga Smart City Incinerator Segera Ditindaklanjuti
SAMARINDA, KOMINFONEWS – Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Hasanuddin (Unhas) menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota Samarinda dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Samarinda, Selasa (30/6/2026). Pertemuan tersebut tidak hanya membahas penguatan kerja sama pendidikan dan riset, tetapi juga membuka peluang kolaborasi konkret di berbagai sektor pembangunan, mulai dari pengelolaan sampah, industri maritim, ketahanan pangan, kesehatan, hingga pengembangan teknologi yang mendukung Kota Samarinda sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun menerima langsung rombongan MWA Unhas yang dipimpin Ketua MWA Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M.Si. Turut hadir Wakil Ketua I MWA Prof. Dr. Ir. Muhammad Arsyad Thaha, M.T., Wakil Ketua II MWA Prof. Dr. Ir. Andi Niartiningsih, M.P., Sekretaris Eksekutif MWA Prof. Dr. Ir. Asmuddin Natsir, M.Sc., Ketua Komite Audit MWA Prof. Dr. Kartini, S.E., M.Si., Ak., CA., Ketua Komisi I MWA Prof. Dr. drg. Andi Zulkifli, M.Kes., Ketua Komisi II MWA Prof. Dr. drg. Hasanuddin, M.S., Sp.Pros(K), Anggota MWA unsur dosen Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A., serta Anggota MWA unsur tenaga kependidikan Fadly Rival, S.E., M.Si. Rombongan juga didampingi Kepala Sekretariat MWA Dr. Ir. Ifayanti Ridwan Saleh, S.P., M.P., beserta jajaran sekretariat. Sementara Wali Kota Samarinda didampingi anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Siti Hasanah, Kabag Kerja Sama Setkot Samarinda Idfi Septiani, serta pejabat dari BKPSDM dan Bapperida Kota Samarinda. Dalam pemaparannya, Prof. Andi Alimuddin menjelaskan Unhas salah satu Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang memperoleh otonomi luas dalam pengelolaan perguruan tinggi, baik pada aspek akademik maupun non-akademik. Status tersebut memungkinkan Unhas lebih leluasa membangun inovasi, mengembangkan jejaring kemitraan, serta menghadirkan berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Menurutnya, PTN-BH tidak lagi hanya berfokus pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dituntut membangun kemandirian melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. “Pemerintah daerah memiliki potensi sumber daya alam dan kebutuhan pembangunan, sementara perguruan tinggi memiliki sumber daya manusia, riset, dan inovasi. Ketika keduanya dipertemukan, akan lahir berbagai solusi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa peran MWA dalam audiensi tersebut adalah membangun jejaring strategis dan membuka ruang kolaborasi yang nantinya akan ditindaklanjuti oleh pihak rektorat melalui mekanisme kerja sama yang lebih teknis. “Kampus hari ini tidak lagi datang untuk meminta bantuan, tetapi hadir sebagai mitra yang bersama-sama memikirkan solusi dan inovasi bagi pembangunan daerah,” tambahnya. Menanggapi hal tersebut, Andi Harun menyambut positif inisiatif yang dibangun MWA Unhas. Menurutnya, Samarinda memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Ia menjelaskan bahwa Samarinda saat ini merupakan ibu kota Provinsi Kaltim dengan jumlah penduduk yang mendekati satu juta jiwa. Kehadiran IKN juga turut mendorong pertumbuhan dan dinamika pembangunan yang semakin pesat sehingga membutuhkan dukungan inovasi serta penguatan sumber daya manusia. “Samarinda sangat terbuka terhadap kerja sama. Banyak hal yang bisa kita kolaborasikan dan saya berharap kerja sama ini nantinya benar-benar menghasilkan sesuatu yang konkret dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Andi Harun. Dalam suasana diskusi yang berlangsung hangat dan penuh gagasan, Wali Kota memaparkan berbagai potensi daerah yang dapat dikolaborasikan dengan Unhas. Mulai dari industri maritim dan galangan kapal, pengembangan pelabuhan, pemanfaatan besi tua kapal (scrap), pengelolaan sumur tua migas, penguatan layanan kesehatan, pengembangan pendidikan berbasis STEM, pengelolaan air baku, hingga pengembangan sektor pangan dan peternakan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah penyangga IKN. Andi Harun menekankan bahwa setiap kerja sama yang dibangun harus berorientasi pada hilirisasi riset dan implementasi nyata di lapangan. “Selama ini banyak hasil riset yang berhenti di atas kertas. Yang kita harapkan adalah bagaimana hasil riset itu bisa diterapkan, menghasilkan solusi, membentuk ekosistem dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Hilirisasinya,” tegasnya. Salah satu gagasan yang paling menarik perhatian dalam pertemuan tersebut adalah peluang pengembangan armada pengangkut sampah berbasis tenaga listrik. Ketertarikan itu muncul setelah Unhas memaparkan inovasi kendaraan listrik yang telah dikembangkan dan mulai digunakan untuk mendukung aktivitas di kawasan IKN. Menurut Andi Harun, penggunaan kendaraan listrik untuk operasional pengangkutan sampah berpotensi menjadi solusi dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan persampahan sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Ia bahkan mendorong agar peluang kerja sama tersebut segera ditindaklanjuti dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS). “Kalau itu bisa diwujudkan, tentu sangat membantu operasional pemerintah sekaligus menjadi langkah maju dalam pemanfaatan teknologi yang aplikatif,” ujarnya. Selain armada sampah listrik, peluang kolaborasi lain yang mendapat perhatian besar adalah pengembangan Smart City Incinerator. Gagasan tersebut muncul setelah pihak Unhas menawarkan dukungan jejaring internasional untuk pengembangan sistem pengelolaan sampah modern yang berkelanjutan dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra pendamping. Melalui skema tersebut, Samarinda berpeluang menjalin kolaborasi dengan mitra internasional di Australia dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menghasilkan nilai tambah melalui pemanfaatan energi. Bagi Andi Harun, inovasi seperti itu sejalan dengan berbagai terobosan yang saat ini sedang dikembangkan Pemkot Samarinda, termasuk program insinerator yang telah dibangun di sejumlah kecamatan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Selain sektor lingkungan, Unhas juga menawarkan berbagai hasil riset yang telah siap diterapkan di lapangan, mulai dari varietas jagung berproduktivitas tinggi, pengembangan peternakan sapi dan unggas, teknologi perkapalan, hingga riset pengolahan air baku yang berpotensi membantu menekan biaya operasional penyediaan air bersih. Pada kesempatan tersebut, kedua pihak juga sepakat bahwa pembangunan daerah memerlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi. Dengan kapasitas riset dan inovasi yang dimiliki Unhas serta berbagai potensi yang dimiliki Kota Samarinda, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan terobosan-terobosan baru yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebagai tindak lanjut hasil audiensi, kedua pihak akan segera menyiapkan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai payung kerja sama strategis antara Universitas Hasanuddin dan Pemerintah Kota Samarinda. Ruang lingkup kerja sama yang dibahas mencakup pendidikan, kesehatan, pengembangan SDM, penguatan STEM, industri maritim, metalurgi, ketahanan pangan, peternakan, pengelolaan air baku, pengembangan UMKM, pengelolaan lingkungan, hingga riset dan inovasi yang mendukung pembangunan daerah dan kawasan penyangga IKN. Sementara itu, sejumlah program yang dinilai telah siap memasuki tahap teknis akan segera ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS). Di antaranya pengembangan armada pengangkut sampah berbasis tenaga listrik serta kolaborasi Smart City Incinerator yang dinilai memiliki potensi besar untuk segera direalisasikan. (NESA/DONI/KMF-SMR/FOTO: CRIS-DOKPIM) Tampilkan lebih sedikit
Sumber Informasi
setda.samarindakota.go.id
Buka Sumber Asli

Apakah halaman ini bermanfaat?

Masukan Anda membantu kami memperbaiki konten.