Tri-City Development Plan: Sinergi Pembangunan Berkelanjutan IKN di Jantung Kalimantan Timur

Berita PembangunanKamis, 23 Oktober 2025Administrator PPID
Tri-City Development Plan: Sinergi Pembangunan Berkelanjutan IKN di Jantung Kalimantan Timur

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Komitmen pemerintah terhadap pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur semakin diperkuat dengan dimulainya penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), atau dikenal secara internasional sebagai Strategic Environmental Assessment (SEA), untuk Tri-City Development Plan (TCDP).

Rencana ini bertujuan mengintegrasikan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kota Samarinda, dan Kota Balikpapan menjadi sebuah superhub ekonomi yang modern, kompetitif, dan yang paling utama, ramah lingkungan. Sinergi pembangunan berkelanjutan IKN di J"antung Kalimantan Timur".

Untuk itu pada Kamis (23/10/2025), pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas RI) menggelar Konsultasi Publik (Stakeholder Meeting) Penyusunan Strategic Environmental Assessment (SEA) untuk Tri-City Development Plan (TCDP). Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Crystal 2, Lantai 3, Hotel Mercure Samarinda, Jalan Mulawarman No. 171, Kota Samarinda.

Perwakilan Bappenas RI, Raditya Pramadi, membuka acara secara virtual dengan pemaparan singkat mengenai tujuan serta materi diskusi publik. Acara kemudian dilanjutkan dengan penjelasan dari perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang hadir secara langsung dan memandu jalannya kegiatan. JICA adalah mitra kolaborasi utama dalam penyusunan Tri-City Development Plan (TCDP).

Memasuki sesi diskusi, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan daerah asal masing-masing. Kegiatan ini diikuti tidak hanya oleh perwakilan Otorita IKN, Kota Samarinda, dan Kota Balikpapan, tetapi juga oleh perwakilan daerah sekitar yang memiliki keterkaitan geografis, seperti Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar), serta perwakilan dari kalangan akademisi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Menurut Kepala Bidang Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur dan Kewilayahan, Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERINDA) Kota Samarinda, Wahyuni Nadjar, ST,M.T, atau yang akrab disapa Yuni, kegiatan ini sangat bermanfaat.

“Kegiatan ini merupakan penyusunan kajian terkait dengan perencanaan tiga kota: Samarinda, Balikpapan, dan juga IKN. Ini memberikan banyak peluang, terutama untuk Kota Samarinda, bagaimana kita bisa berkolaborasi dengan daerah-daerah sekitar kita,” urainya.

Lebih lanjut, Yuni menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi wadah untuk saling bertukar informasi dan saran yang bermanfaat dalam penyusunan **SEA untuk TCDP**.

“Kemudian, apa yang perlu kita tangkap, peluang, dan mencari solusi terkait dengan masalah-masalah bagi Kota Samarinda dengan adanya kolaborasi ini,” imbuhnya.

Yuni menambahkan, saat ini Bappenas dan JICA tengah membuka peluang bagi Kota Samarinda untuk mengembangkan diri serta mengatasi berbagai tantangan melalui kerja sama antardaerah.

“Tentu saja bekerja sama, tidak hanya dengan Balikpapan dan IKN dalam tri-city-nya, tetapi juga dengan PPU dan Kukar sebagai daerah pendukung dan penyangga dari IKN itu sendiri,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan lanjutan yang dibagi menjadi beberapa tahap. Dalam prosesnya, terdapat pembahasan mengenai empat sektor penting, yaitu:

  1. Infrastruktur dan keterkaitan tata ruang.
  2. Ekonomi dan investasi.
  3. Lingkungan.
  4. Sosial dan budaya.

“Acara pada hari ini lebih kepada bagaimana dampak dari penyusunan dan rencana beberapa kajian ini akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan dan sosial di Kota Samarinda,” pungkasnya Yuni. (MAF/ASYA/KMF-SMR)

Sumber Informasi
ppid.samarindakota.go.id
Buka Sumber Asli