Agama dan seksualitas

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia
Patung erotis dari kompleks kuil Khajuraho, India

Pandangan berbagai agama dan penganut agama mengenai seksualitas manusia sangat beragam, baik antaragama maupun di dalam internal agama itu sendiri, mulai dari memberikan konotasi yang agak negatif terhadap seks dan seksualitas hingga keyakinan bahwa seks adalah ekspresi tertinggi dari ilahi.[1] Beberapa agama membedakan antara aktivitas seksual manusia yang dipraktikkan demi reproduksi biologis (terkadang hanya diizinkan dalam status perkawinan formal dan pada usia tertentu) serta aktivitas yang dipraktikkan hanya untuk kesenangan seksual dalam mengevaluasi moralitas relatifnya.

Moralitas seksual telah sangat bervariasi dari waktu ke waktu dan antarbudaya. Norma seksual suatu masyarakat—standar perilaku seksual—dapat dikaitkan dengan keyakinan agama, kondisi sosial dan lingkungan, atau gabungan dari semua hal tersebut. Seksualitas dan reproduksi merupakan elemen fundamental dalam interaksi manusia dan masyarakat di seluruh dunia. Selain itu, "pembatasan seksual" adalah salah satu universal budaya yang khas bagi seluruh masyarakat manusia.[2][3]

Oleh karena itu, sebagian besar agama merasa perlu untuk menanggapi pertanyaan mengenai peran "yang tepat" bagi seksualitas. Agama-agama memiliki kode moralitas seksual yang berbeda-beda, yang mengatur aktivitas seksual atau menetapkan nilai-nilai normatif pada tindakan atau gagasan tertentu yang bermuatan seksual. Setiap agama besar telah mengembangkan sebuah kode moral yang mencakup isu-isu seksualitas manusia, moralitas, dan etika. Kode-kode moral ini berupaya mengatur situasi yang dapat menimbulkan ketertarikan seksual serta memengaruhi aktivitas dan praktik seksual orang-orang.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Urban, Hugh B. (2010). "Chapter 4 – The Sacrifice of Desire: Sexual Rites and the Secret Sacrifice". The Power of Tantra: Religion, Sexuality, and the Politics of South Asian Studies. London and New York: I.B. Tauris. hlm. 99–124. doi:10.5040/9780755625185.ch-004. ISBN 978-0-7556-2518-5.
  2. ^ George P. Murdock. "On the universals of culture". In: Linton (ed), The Science of Man in the World Crisis (1945).
  3. ^ Alice Ann Cleaveland, Jean Craven, Maryanne Danfelser. Universals of Culture. Center for Global Perspectives, 1979.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintah Kota
Samarinda
Kontak
© 2026 Pemerintah Kota SamarindaAll Rights Reserved
Dikembangkan olehEnter(Wind)