Bahasa Mahan

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia
Bahasa Mahan
Japonik Mahan, Koreanik Mahan
Dituturkan diKonfederasi Mahan
WilayahSemenanjung Korea
Eraabad ke-1 SM hingga abad ke-7 M[1][2]
Kode bahasa
ISO 639-3Tidak ada (tidak ada)
GlottologTidak ada
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam

CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman

NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Extinct

Mahan diklasifikasikan sebagai bahasa yang telah punah (EX) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

Referensi: [3][4]
Lokasi penuturan
Peta bahasa-bahasa Samhan, termasuk Mahan.
  Mahan
  Gaya
  Silla
  Tamna
  Usan
 Portal Bahasa
L • B • PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat

Bahasa Mahan adalah suatu atau beberapa bahasa kuno (yang mana disebut Japonik Mahan atau Koreanik Mahan)[a] yang diduga pernah dituturkan di Konfederasi Mahan di Semenanjung Korea. Bahasa ini hampir tidak memiliki bukti tertulis.

Bahasa ini dapat disebut sebagai Mahan,[5] Han-Paekche,[6] Paekche Kuno,[7] Japonik Paekche[8] atau Paekche Bangsawan.[9]

Sebagian cendekiawan membagi Mahan menjadi dua tahap:[2]

  • Mahan (sastra): abad ke-1 M hingga ke-4 M;
  • Mahan (Paekche): abad ke-4 M hingga ke-7 M.

Ki-Moon Lee beranggapan bahwa ini hanyalah suatu dialek bahasa Paekche dengan substratum dari bahasa Buyeo.[10][1] Hal ini berbeda dengan Martine Robbeets, yang meyakini bahwa Mahan Paekche terpisah dari bahasa Paekche dan Buyeo.[2]

Penggolongan

[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan catatan-catatan Tionghoa Kuno, Lee dan Ramsey memisahkan bahasa-bahasa di Dong Yi menjadi tiga kelompok:[11]

Mereka menganggap Puyo dan Samhan sebagai bagian dari rumpun bahasa yang sama.[13]

Namun, hubungan bahasa ini tidak diterima oleh semua orang. Selain itu, beberapa pakar kebahasaan menganggapnya sebagai bahasa Koreanik,[14][15] sementara yang lain percaya bahwa bahasa ini merupakan suatu bahasa Japonik Semenanjung.[16][17]

Aleksandr Vovin mencatat bahwa toponimi Japonik pada Samguk Sagi sebagian besar terkonsentrasi di wilayah lembah Sungai Han yang dulunya merupakan bagian dari Paekche dan kemudian dicaplok oleh Goguryeo. Lebih lanjut, dia menemukan bahwa Mahan sangat mirip dengan bahasa Pra-Koguryo, sehingga ia menyimpulkan bahwa perbedaan tersebut mungkin hanyalah sedikit.[18]

Soo-Hee Toh, dengan mempertimbangkan nama-nama tempat, berhipotesis bahwa Mahan, Ye-Maek, dan Gaya adalah bahasa yang sama.[19]

Perbandingan leksikon

[sunting | sunting sumber]

Aleksandr Vovin, yang mendukung Mahan sebagai bahasa Japonik, membandingkan kata-kata dari bahasa Mahan dengan kata-kata dari bahasa-bahasa Japonik Kepulauan.[20]

Perbandingan Mahan dengan bahasa-bahasa Japonik Kepulauan
Glosa Mahan Jepang Kuno Proto-Ryūkyū Proto-Japonik Kepulauan
benteng *kuma kömë- ('mengunci') *kume- *kɘmay- ('mengunci')
pembentukan *yamru *ya-marö ('cabang') -- *ya-maro

Catatan penjelas

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ tergantung konteks karena penggolongan yang belum mapan atau pernah terdapat dua bahasa yang berbeda rumpun: Japonik dan/atau Koreanik.

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b Lee & Ramsey (2011), hlm. 44.
  2. ^ a b c Robbeets (2020), hlm. 6.
  3. ^ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. ^ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  5. ^ a b Lee & Ramsey (2011), hlm. 35.
  6. ^ Robbeets (2007), hlm. 19.
  7. ^ Soo-Hee Toh (2005), hlm. 12.
  8. ^ Vovin (2017), hlm. 6; 12.
  9. ^ Vovin (2014), hlm. 10.
  10. ^ Soo-Hee Toh (1986). Chungham National University (ed.). "The Paekche Language: Its Formation and Features". Korean Linguistics. 4 (1): 33–46. doi:10.1075/kl.4.04sht. Diakses tanggal 10 September 2024.
  11. ^ Lee & Ramsey (2011), hlm. 34-35.
  12. ^ Logie (2012).
  13. ^ Lee & Ramsey (2011), hlm. 49-50.
  14. ^ Robbeets (2007), hlm. 19-20.
  15. ^ Robbeets (2020), hlm. 3-5.
  16. ^ Vovin (2013), hlm. 224.
  17. ^ Vovin (2017), hlm. 5-6.
  18. ^ Vovin (2017), hlm. 32.
  19. ^ Soo-Hee Toh (2005), hlm. 19.
  20. ^ Vovin (2017), hlm. 12.

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintah Kota
Samarinda
Kontak
© 2026 Pemerintah Kota SamarindaAll Rights Reserved
Dikembangkan olehEnter(Wind)