Becirongengor, Wonoayu, Sidoarjo

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia
Becirongengor
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenSidoarjo
KecamatanWonoayu
Kode pos
61261
Kode Kemendagri35.15.10.2021 Suntingan nilai di Wikidata
Luas... km²
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²
Peta
PetaKoordinat: 7°24′45″S 112°38′37″E / 7.41250°S 112.64361°E / -7.41250; 112.64361

Becirongengor (Becirongenger) adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.

Sejarah Desa Becirongengor - Wonoayu

Desa Becirongengor adalah sebuah Desa yang tergabung dari dua dusun yaitu dusun Beciro dan dusun Ngengor. yang nama desa tersebut diambil dari sebuah kisah/cerita turun temurun dari sesepuh desa. yang konon ada sebuah MBET (kolam/rowo yang berbentuk sumur yang dulunya berasal dari sebuah tikungan danau dari Desa Terung) yang konon ceritanya kolam/rawa itu tak bisa buntu setelah diurug dengan tanah dan beberapa tumpuk damen (pohon padi yang sudah dipanen).

Sekalipun berkali-kali diurug tetap saja yang namanya MBET itu terbuka dan ada airnya, yang lebih menakutkan ditempat itu adalah tempat bersemayamnya para roh dan lelembut serta dedemit yang selalu mengganggu para manusia. hingga sekarang MBET itu masih ada, tetapi sekarang sudah ditutup atasnya dengan cor yang lebar dan ada di dalam rumah salah satu warga desa tersebut.

Desa Becirongengor berdiri sekitar tahun 1825 masehi, yang konon sebelum terbentuk desa masih menjadi wilayah kadipaten terung yang dipimpin Raden Patah, setelah pemerintahan Majapahit Prabu Brawijaya V digulingkan oleh Raden Patah dan Pusat Pemerintahan dipindahkan ke Demak, Tapi, pemberontakan dari berbagai daerah, tidak bisa diatasi oleh Pemerintahan Demak. Wilayah Majapahit yang dulu luas, kini terkikis habis. Praktis, wilayah Demak Bintara hanya sebatas Jawa Tengah saja. Kemakmuran, kesejahteraan, kedamaian seolah menjauh dari Demak Bintara. Darah terus tertumpah tiada habisnya. Perebutan kekuasaan silih berganti. Nusantara semakin terpuruk. Semakin tenggelam dipeta perpolitikan dunia. Disusul kemudian, pada tahun 1596 Masehi, Belanda datang ke Jawa. perubahan wilayah berganti-ganti hingga terpecah belah oleh penjajah belanda waktu itu. termasuk wilayah kadipaten terung banyak yang melepaskan diri dan banyak penduduk yang pergi meninggalkan tempat tinggalnya.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]



Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintah Kota
Samarinda
Kontak
© 2026 Pemerintah Kota SamarindaAll Rights Reserved
Dikembangkan olehEnter(Wind)