Bersepeda dan feminisme
| Bagian dari seri |
| Feminisme |
|---|

Sepeda memiliki dampak terhadap kehidupan perempuan dalam berbagai aspek.[1][2][3] Dampak terhadap peran sosial perempuan terlihat jelas pada dekade 1890-an, ketika fenomena demam sepeda melanda masyarakat Amerika dan Eropa.[4] Pada masa tersebut, sepeda berkontribusi bagi gerakan perempuan dengan memberikan mobilitas sosial yang lebih luas.[5] Salah satu tokoh yang dikenal dalam konteks ini adalah Annie Londonderry, yang tercatat sebagai perempuan pertama yang melakukan perjalanan keliling dunia dengan sepeda.[6][7][8]
Harga sepeda yang relatif terjangkau serta adanya skema pembayaran dari perusahaan sepeda di Amerika Serikat membuatnya dapat diakses oleh berbagai kalangan. Dampaknya paling nyata dirasakan oleh perempuan kulit putih dari kelas menengah dan atas. Kehadiran sepeda berkontribusi pada perubahan peran mereka dari ranah domestik menuju partisipasi yang lebih luas di ruang publik dan kehidupan komunitas.[3][9] Pada abad ke-21, isu bersepeda bagi perempuan masih menjadi perdebatan di sejumlah negara, termasuk Arab Saudi dan Iran.[10][11][12][13]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Dandyhorse (sebelum 1860-an)
[sunting | sunting sumber]Dandyhorse ditemukan pada tahun 1817 dan menjadi populer selama beberapa tahun.[14][15] Kendaraan ini dapat melaju sekitar dua kali kecepatan berjalan kaki. Dandyhorse tidak memiliki pedal atau engkol, dan digerakkan dengan kaki seperti sepeda keseimbangan modern. Denis Johnson memasarkan versi untuk perempuan dengan rangka rendah (step-through frame).[16]


Velocipede (1860-an hingga pertengahan 1880-an)
[sunting | sunting sumber]Antara 1860-an hingga pertengahan 1880-an, sepeda standar yang umum digunakan adalah jenis penny-farthing atau high wheeler, yang relatif sulit dikendalikan dan berisiko. Jenis ini umumnya digunakan oleh laki-laki. Perempuan menggunakan jenis lain seperti sociable (sepeda dua tempat duduk berdampingan), sepeda gandeng, dan sepeda roda tiga. Sejak akhir 1860-an, bersepeda bersama (companionate riding) menjadi kegiatan sosial bagi laki-laki dan perempuan. Kendaraan ini memungkinkan interaksi sosial lintas gender dalam konteks baru. Namun hingga pertengahan 1880-an, partisipasi perempuan dalam bersepeda sering bergantung pada kehadiran laki-laki. Dalam penggunaan sociable, laki-laki biasanya mengendalikan kendaraan, yang mencerminkan struktur sosial pada masa tersebut.[3][17]
Demam Sepeda (akhir 1880-an hingga pertengahan 1890-an)
[sunting | sunting sumber]Pada akhir 1880-an hingga pertengahan 1890-an, sepeda modern tipe safety bicycle dikembangkan. Desain ini lebih stabil dan mudah digunakan, sehingga bersepeda menjadi semakin populer.[17][18]

Kesultanan Utsmaniyah
[sunting | sunting sumber]Menurut Alon Raab, profesor Studi Agama di Universitas California, Davis, oposisi terhadap bersepeda di Kesultanan Utsmaniyah muncul cepat dari kalangan konservatif dan tokoh agama, yang sering mengkritik sepeda sebagai Devil's Chariot atau Kereta Setan. Para sarjana ortodoks berpendapat bahwa bersepeda dapat merusak organ reproduksi, mendorong perilaku seksual bebas, dan menghancurkan institusi keluarga. Raab menambahkan bahwa tujuan terselubung mereka adalah menjaga perempuan tetap di rumah dan membatasi interaksi tanpa pengawasan antara laki-laki dan perempuan. Banyak otoritas agama Muslim mengecam perempuan bersepeda sebagai bid’ah. Raab mencatat bahwa perempuan pengendara sepeda dikritik di media dan hukum, dan di beberapa tempat menghadapi serangan fisik. Meskipun demikian, pada awal abad ke-20 perempuan di wilayah tersebut mulai menggunakan sepeda untuk berbagai keperluan. Aktivitas ini berlangsung bersamaan dengan meningkatnya partisipasi perempuan dalam gerakan sosial dan politik, termasuk yang melibatkan tokoh seperti Fatma Aliye Topuz.[19][20]
Publikasi
[sunting | sunting sumber]Pada dekade 1890-an, kelompok yang terdiri atas beberapa perempuan dan laki-laki menerbitkan buku panduan untuk membantu perempuan belajar bersepeda. Buku-buku tersebut memuat petunjuk teknis serta pengalaman pribadi mengenai bersepeda. Frances Elizabeth Willard, presiden nasional Woman’s Christian Temperance Union (WCTU), menulis A Wheel Within A Wheel. Dalam karyanya, Willard membahas pengalaman belajar bersepeda, manfaat kesehatan yang dirasakannya, serta penggunaan bersepeda sebagai kegiatan sosial.[1]
Elizabeth Cady Stanton menyatakan bahwa sepeda berperan dalam mendorong perempuan untuk mengambil peran yang lebih luas dalam masyarakat. Pada tahun 1896, Susan B. Anthony menyebut bahwa bersepeda memberikan kontribusi besar terhadap emansipasi perempuan.[21] Penulis dan pelancong Beatrice Grimshaw mendeskripsikan pengalamannya mengendarai sepeda tanpa pendamping pada masa muda di era Viktoria. Grimshaw mencatat bahwa pengalaman tersebut memberinya kesempatan menjelajah ruang di luar batas sosial yang lazim bagi perempuan pada masa itu.[22]
Pengalaman perempuan pada masa itu menunjukkan bahwa sepeda memungkinkan mereka untuk memperluas jangkauan aktivitas dari ruang privat ke ruang publik, mengurangi pembatasan yang terkait dengan norma domestik, dan membuka peluang untuk keterlibatan yang lebih luas dalam kehidupan sosial.[1][23]
Status hukum saat ini
[sunting | sunting sumber]Di Arab Saudi, perempuan tidak diperbolehkan menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi dan hanya dapat bersepeda untuk tujuan rekreasi dengan pembatasan tertentu.[24]
Di Iran, sejak tahun 2016 terdapat fatwa yang melarang perempuan bersepeda di ruang publik. Kebijakan tersebut memunculkan respons dan penolakan dari sebagian masyarakat. Pendukung hak perempuan untuk bersepeda juga telah menghadapi tindakan vigilantisme.[25][26]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ a b c Willard, Frances Elizabeth (1895). A Wheel Within a Wheel: How I Learned to Ride the Bicycle with Some Reflection By the Way. Fleming H. Revell Company. Diakses tanggal March 23, 2019.
- ^ Stanton, Elizabeth Cady. "Elizabeth Cady Stanton Papers: Speeches and Writings- 1902 Articles; Undated; "Shall Women Ride the Bicycle?" undated". Library of Congress. Diakses tanggal 23 March 2019.
- ^ a b c Harmond, R. (1971-12-01). "Progress and Flight: An Interpretation of the American Cycle Craze of the 1890s". Journal of Social History (dalam bahasa Inggris). 5 (2): 235–257. doi:10.1353/jsh/5.2.235. ISSN 0022-4529.
- ^ Rubinstein, David (1977). "Cycling in the 1890s". Victorian Studies. 21 (1): 47–71. JSTOR 3825934.
- ^ Hallenbeck, Sarah (2010). "Riding Out of Bounds: Women Bicyclists' Embodied Medical Authority". Rhetoric Review. 29 (4): 327–345. doi:10.1080/07350198.2010.510054. JSTOR 40997180. S2CID 143601140.
- ^ Blickenstaff, Brian (23 September 2016). "Annie Londonderry: the Self-Promoting Feminist Who Biked Around the World". Vice (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal July 23, 2019. Diakses tanggal 1 March 2020.
- ^ "10 Things you Didn't Know about Annie Londonderry". Total Women's Cycling. Diakses tanggal 1 March 2020.
- ^ "First woman to cycle the globe begins journey". Jewish Women's Archive. 25 June 1894. Diakses tanggal September 21, 2016.
- ^ Petty, Ross D. (2010). "Bicycling in Minneapolis in the Early 20th Century". Minnesota History. 62 (3): 66–101. JSTOR 25769527.
- ^ "Women in Iran defy fatwa by riding bikes in public". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2016-09-21. Diakses tanggal 2026-02-28.
- ^ staff, Guardian Cities (2017-06-12). "'They said girls don't ride bikes': Iranian women defy the cycling fatwa". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2026-02-28.
- ^ El-Tabei, Haitham. "'It takes courage': Saudi Arabia's women cyclists break norms - Lifestyle". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-28.
- ^ Rosa, Sophie K.; Hemery, Sophie (2017-09-11). "How cycling is keeping the fight for women's rights moving in Saudi Arabia". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2026-02-28.
- ^ "London's First Cyclists: When The 'Dandy Horse' Was The Talk Of The Town". Londonist (dalam bahasa Inggris). 2024-09-26. Diakses tanggal 2026-02-28.
- ^ "London's First Cyclists: When The 'Dandy Horse' Was The Talk Of The Town". Londonist (dalam bahasa Inggris). 2024-09-26. Diakses tanggal 2026-02-28.
- ^ "200 years since the father of the bicycle Baron Karl von Drais invented the 'running machine' | Cycling UK". www.cyclinguk.org. Diakses tanggal 2026-02-28.
- ^ a b Christie‐Robin, Julia; Orzada,, Belinda T.; López‐Gydosh, Dilia (2012-12). "From Bustles to Bloomers: Exploring the Bicycle's Influence on American Women's Fashion, 1880–1914". The Journal of American Culture (dalam bahasa Inggris). 35 (4): 315–331. doi:10.1111/jacc.12002. ISSN 1542-7331. Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
- ^ "Pedalling Through the Decades: A History of British Cycling". cambridgetourdegrand.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-02-28.
- ^ Bonham, Jennifer; Jungnickel, Kat (2022-10-31). Cycling and gender (dalam bahasa Inggris) (Edisi 1). London: Routledge. hlm. 24–32. doi:10.4324/9781003142041-4. ISBN 978-1-003-14204-1.
- ^ Raab, Alon (2022-10-31). Wheels of Fire (dalam bahasa Inggris) (Edisi 1). London: Routledge. hlm. 396–398. doi:10.4324/9781003142041-52. ISBN 978-1-003-14204-1.
- ^ Vivanco, Luis Antonio (2013). Reconsidering the Bicycle: An Anthropological Perspective on a New (old) Thing. Routledge. hlm. 32–34. ISBN 978-0415503884.
- ^ Grimshaw, Beatrice (April 1939). "How I found adventure". Diarsipkan dari asli tanggal 28 March 2019. Diakses tanggal 6 August 2016.
- ^ Ward, Maria E. (1896). Bicycling For Ladies. Brentano's.
- ^ "Saudi Arabian Women Get Their First-Ever Bike Race". Bicycling (dalam bahasa American English). 2018-04-23. Diakses tanggal 2026-02-28.
- ^ "Iranian women hit the pedals to protest against fatwa banning female cycling". ABC News (dalam bahasa Australian English). 2016-09-21. Diakses tanggal 2026-02-28.
- ^ Theodoulou, Michael (24 October 2010). "Women Cyclists Face Jail, Warns Iranian Police Chief". The National. Abu Dhabi. Diarsipkan dari asli tanggal March 8, 2014. Diakses tanggal 8 March 2014.


