Bhimsen Thapa

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia
Bhimsen Thapa, Mukhtiyar (Perdana Menteri) Nepal antara 1806 dan 1837

Bhimsen Thapa listen(bahasa Nepali: भीमसेन थापा 1775 - 28 Juli 1839) adalah seorang negarawan Nepal yang menjabat sebagai Mukhtiyar dan pemimpin de facto Nepal dari tahun 1806 sampai 1837. Dia dianggap sebagai perdana menteri Nepal dengan masa jabatan terlama juga diangkat menjadi salah satu pahlawan Nasional Nepal oleh Raja Mahendra Bir Bikram Shah.

Bhimsen Thapa dilahirkan di distrik kecil Gorkha. Ayahnya, Mayor Amar Singh Thapa (tidak harus bingung dengan komandan pasukan Gorkhali dalam Perang Gurkha), adalah seorang prajurit setia Raja Prithvi Narayan Shah. Pada usia 11 tahun, Bhimsen Thapa pertama kali kontak dengan Istana Kerajaan Nepal ketika upacara bratabandha diadakan. Pada saat momen upacara itulah ia pertama kali bertemu dengan Pangeran Mahkota Rana Bahadur. Bhimsen dan Pangeran Mahkota segera mengembangkan sebuah persahabatan dengan dirinya akhirnya menjabat sebagai sekretaris pribadi Raja Rana Bahadur pada usia 22 di Varanasi, India. Kemudian, Bhimsen juga mengembangkan pengaruhnya setelah menolong Raja Rana Bahadur Shah menyusun kekuatan untuk merebut kembali kekuasaan pada tahun 1804. Sebagai rasa terima kasihnya, Sang Raja mengangkat Bhimsen Thapa menjadi seorang Kaji (jabatan yang setara dengan menteri negara) pada pemerintahan yang baru terbentuk.

Ketika Raja Rana Bahadur Shah dibunuh oleh saudara tiri laki-lakinya, Sher Bahadur Shah, pada tahun 1806, membuat Thapa mengadakan penyelidikan yang berakibat pada penjatuhan vonis mati kepada sembilan puluh tiga tokoh terkenal selama Pembantaian Bhandarkhal 1806, setelah Bhimsen Thapa menggelari dirinya sendiri sebagai Mukhtiyar (jabatan setingkat perdana menteri).

Ketika kembali dari Varanasi, Damodar Pande mencoba membunuh Bhimsen Thapa serta Rana Bahadur tetapi dia gagal. Sebaliknya Damodar Pande dibunuh oleh Bhimsen Thapa. Selain itu, ketika Raja Girvan Yuddha Bikram Shah mangkat di tahun 1816 saat masih berusia 17 tahun, penerusnya, Raja Rajendra Bikram Shah, baru berusia 3 tahun. Pada saat itulah Thapa mendapat izin dan dukungan dari Ratu Tripurasundari (ratu sekaligus pasangan termuda Raja Rana Bahadur Shah dulu) untuk tetap memegang kekuasaan bahkan setelah Nepal kalah dalam Perang Britania Raya–Nepal. Setelah Ratu Tripurasundari wafat pada tahun 1832, intrik tertuju pada Raja Rajendra yang baru menginjak usia dewasa, konspirasi dan pertikaian dengan utusan Britania Brian Houghton Hodgson, ratu senior saat itu, Samrajya Lakshmi Devi, dan para saingan bangsawan (utamanya para Kala Pande, yang menganggap Bhimsen Thapa bertanggung-jawab atas kematian Damodar Pande pada tahun 1804), akhirnya menyebabkan Bhimsen Thapa dipenjara karena adanya tuduhan palsu pembunuhan seorang pangeran yang masih bayi. Akibat tuduhan tersebut, pada tahun 1839, Bhimsen Thapa bunuh diri yang menyebabkan kematiannya.

Bhimsen dikenang sebagai negarawan Nepal pertama yang sepenuhnya memahami sistem protektorat Britania di India yang dilakukan Lord Wellesley dan kegiatan-kegiatan selanjutnya untuk menjauhkan pemerintah Inggris dan mencegah Kerajaan Nepal menjadi bagian dari Imperium Britania Raya melalui politik anti-Inggris yang panjang dan terus menerus selama masa damai maupun perang. Wilayah Kekaisaran Gorkha membentangkan jangkauan terluasnya dari Sungai Sutlej di barat hingga Sungai Teesta di timur selama masa jabatan perdana menterinya. Namun demikian, Nepal memasuki masa Perang Britania Raya–Nepal yang membawa bencana dengan Perusahaan Hindia Timur Britania Raya yang sebagian dimiliki Kerajaan Inggris berlangsung dari tahun 1814 hingga 1816, yang diakhiri dengan Perjanjian Sugauli, menyebabkan Nepal kehilangan hampir sepertiga wilayahnya. Bhimsen Thapa juga dikenang luas karena membawa sejumlah besar reformasi sosial, agama, ekonomi, dan administrasi, serta modernisasi Angkatan Darat Nepal berlatar Angkatan Darat Prancis. Selama hidupnya, ia menugaskan pembangunan banyak kuil dan monumen termasuk Dharahara atau dikenal juga sebagai Bhimsen Stambha ("Menara Bhimsen" ).

Dipandang luas sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Nepal abad ke-19, Bhimsen dikenang sebagai negarawan yang patriotik, cerdas, dan diplomatis yang memainkan peran penting menjaga negaranya melawan penjajahan kolonial Inggris yang menyebar di seluruh Asia Selatan. Kebijakan luar negerinya sebagian besar didorong oleh kepentingan nasional yang rasional, penopang nasional, dan nasionalisme. Bhimsen juga dipuji sebagai seorang reformis dan atas sistematisasi dan manajemen administrasi negara, program, dan kebijakannya yang efisien. Namun, ia juga dikritik karena pemicu pembantaian politik tidak manusiawi di awal karir politiknya, penghapusan saingan politiknya, dan konsolidasi kekuatan politik dan militer dalam keluarganya.