Buku Bualawa, Jailolo, Halmahera Barat
Buku Bualawa | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Maluku Utara | ||||
| Kabupaten | Halmahera Barat | ||||
| Kecamatan | Jailolo | ||||
| Kode pos | 97752 | ||||
| Kode Kemendagri | 82.01.01.2026 | ||||
| Luas | 40,00 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 640 jiwa | ||||
| |||||
Buku Bualawa (arti nama: bukit cengkih) adalah sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provins Maluku Utara, Indonesia. Luas wilayah Desa Buku Bualawa adalah 1,14 km2 dan terbagi menjadi empat rukun tetangga. Pada tahun 2023, jumlah penduduk di Desa Buku Bualawa sebanyak 551 orang. Penduduk di Desa Buku Bualawa umumnya bekerja sebagai nelayan. Agama yang dianut oleh penduduk di Desa Buku Bualawa meliputi Islam dan Kekristenan.
Penamaan
[sunting | sunting sumber]Nama buku bualawa pada Desa Buku Bualawa dalam bahasa daerah setempat berarti bukit cengkih. Penamaannya didasari oleh keberadaan beberapa pohon cengkih yang tumbuh di bukit-bukit dalam wilayahnya. Pohon cengkih di Desa Buku Bualawa merupakan yang selamat dari pemusnahan massal oleh Belanda selama abad ke-16 hingga ke-17 Masehi. Keberadaan pohon cengkih yang selamat baru diketahui pada tahun 1960.[1]
Wilayah administratif
[sunting | sunting sumber]Desa Buku Bualawa terletak dalam wilayah Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.[2] Luas wilayah Desa Buku Bualawa adalah 1,14 km2 dan mencakup sebesar 0,34% dari luas wilayah Kecamatan Jailolo.[3] Wilayah Desa Buku Bualawa terbagi menjadi 4 rukun tetangga.[4]
Penduduk
[sunting | sunting sumber]Pada tahun 2023, jumlah penduduk di Desa Buku Bualawa sebanyak 551 orang. Sebanyak 281 orang berjenis kelamin laki-laki dan sebanyak 270 orang berjenis kelamin perempuan.[5] Kepadatan penduduk di Desa Buku Bualawa pada tahun 2023 sebesar 484,57 jiwa per km2.[6] Penduduk di Desa Buku Bualawa umumnya bekerja sebagai nelayan dan mengadakan kegiatan penangkapan ikan.[7] Agama yang dianut oleh penduduk di Desa Buku Bualawa meliputi Islam dan Kekristenan.[8]
Referensi
[sunting | sunting sumber]Catatan kaki
[sunting | sunting sumber]- ^ Rahman, A. J., dkk. (November 2013). Puthut E. A. (ed.). Ekspedisi Cengkeh (PDF). Makassar: Penerbit Ininnnawa. hlm. 11. ISBN 978-602-1963-67-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Direktorat Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertinggal (Mei 2019). Kebutuhan Peningkatan Desa Wisata di Daerah Tertinggal Tahun 2019: Berdasarkan Statistik Potensi Desa Tahun 2018. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. hlm. 27. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Siwapatra dan Putra 2024, hlm. 5.
- ^ Siwapatra dan Putra 2024, hlm. 11.
- ^ Siwapatra dan Putra 2024, hlm. 19.
- ^ Siwapatra dan Putra 2024, hlm. 20.
- ^ Hasanuddin, Andi (1991). Sumbangan Pemikiran bagi Pembangunan Pertanian di Maluku. Departemen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. hlm. 32. ISBN 978-979-816-113-1. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "Kecamatan Jailolo Dalam Angka 2019" (pdf). www.halbarkab.bps.go.id. Diakses tanggal 24 September 2020.
Daftar pustaka
[sunting | sunting sumber]- Siwapatra, P., dan Putra, F. A. (September 2024). Kecamatan Jailolo dalam Angka 2024. Halmahera Barat: Badan Pusat Statistik Kabupaten Halmahera Barat. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
