Etika penelitian
Etika penelitian adalah sudut pandang atau ketentuan baik, buruk, benar atau salah dalam kegiatan penelitian. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan adalah melalui penelitian. Namun terkadang dalam pencarian dan pemanfaatan ilmu tersebut melanggar dari aturan etika. Menurut Earl Babbie,1973 dalam pembahasannya mengenai survai, bahwa ada beberapa aturan etika yang harus ditaati oleh peneliti dan berlaku bagi semua metode penelitian. diantaranya adalah peneliti tidak dapat memaksa seseorang untuk terlibat dalam penelitian. Seperti meminta kepala desa mengharuskan warganya berkumpul di suatu tempat untuk diwawancarai. contoh lain, meminta kepala perusahan mewajibkan karyawannya untuk mengisi daftar pertanyaan. Hal ini melanggar etika karena keikutan subyek dalam penelitian dilakukan secara terpaksa atau tidak secara sukarela.
Babbie menyebutkan dua asas penting untuk melindungi identitas subjek. yaitu asas anonimitas (anonimity) dan kerahasiaan (confidentiality). Dalam penelitian, subjek penelitian adalah anonim (tidak dikenal) atau namanya tidak dicantum dalam daftar pertanyaan. Oleh karena itu, tidak dibenarkan jika peneliti memberikan kode atau tanda rahasia pada daftar pertanyaan dengan maksud agar peneliti mengetahui identitas subjek yang mengikuti survai. meskipun dengan metode pengamatan indetitas subjek penelitian dapat diketahui, tetapi peneliti terikat pada aturan mengenai kerahasiaan. maka tidak heran jika ada peneliti yang tidak hanya merahasiakan nama subjek penelitian tetapi juga lokasi penelitian.
Etika penelitian lain yang seharusnya tidak boleh dilanggar oleh peneliti adalah mendorong subjek agar mau ikut serta dengan memberi keterangan yang keliru. Misalnya mengatasnamakan perusahaan atau lembaga dalam mengisi daftar pertanyaan, padahal sebenarnya merupakan proyek pribadi belaka yang tidak ada hubungan sama sekali dengan pihak perusahaan. Babbie menekankan pula bahwa dalam menyajikan data peneliti harus jujur. temuan yang negatif perlu disajikan dengan temuan yang positif. Hiipotesis dibuat sebelum penelitian diawali, bukan setelah hasil penelitian diketahui.[1]

Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ Sunarto, Kamanto (2004). Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. hlm. 238-239. ISBN 9798140303.