Garantung
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Januari 2016) |

Garantung (dibaca: garattung) adalah salah satu alat musik Batak Toba dan Batak Simalungun yang terbuat dari kayu dan memiliki lima hingga tujuh bilah nada.[1] Alat musik ini termasuk ke dalam kelompok xilofon. Berdasarkan catatan misionaris Nederlandsch Zendeling Genootschap, Meint Joustra, garantung juga pernah dikenal dalam masyarakat Batak Karo.[1]
Instrumen ini tergolong ke dalam kelompok alat musik gondang hasapi bersama dengan instrumen lain seperti hasapi, sarune, suling, dan taganing.[2]
Fungsi
[sunting | sunting sumber]Selain berperan sebagai pembawa melodi, garantung juga berperan sebagai pembawa ritme variable pada lagu-lagu tertentu, dimainkan dengan cara mamalu (memukul 5 bilah nada pada tangan kanan dan 2 bilah nada pada tangan kiri).
Alat musik ini biasa dimainkan sebagai hiburan ketika bersantai di sawah atau ladang.[3] Bersama dengan instrumen lain, garantung juga dimainkan dalam uning-uningan yang dianggap bisa menjadi perantara manusia dengan Sang Pencipta maupun untuk memanggil roh dalam ritual.[4]
Bagian
[sunting | sunting sumber]Garantung terdiri dari 7 wilahan yang digantungkan di atas sebuah kotak yang sekaligus sebagai resonatornya. Ukuran kotaknya memiliki panjang 77 cm, lebar 24 cm, dan tinggi 23 cm, yang dilengkapi dengan pegangan di bagian atas. Adapun ukuran bilah pertama memiliki panjang 39 cm, lebar 7,2 cm, dan ketebalan ujung 1,8 cm. Bilah kedua berukuran panjang 39 cm, lebar 6,8 cm, dan tebal ujung 1,5 cm. Bilah ketiga berukuran panjang 37,2 cm, lebar 6,8 cm, dan tebal ujung 1,5 cm. Bilah keempat memiliki panjang 38 cm, lebar 6,8 cm, dan tebal ujung 1,5 cm. Bilah kelima berukuran panjang 37 cm, lebar 6,5 cm, dan tebal ujung 1,3 cm. Bilah keenam berukuran panjang 36 cm, lebar 6,7 cm, dan tebal ujung 1,5 cm. Sedangkan bilah ketujuh memiliki panjang 35 cm, lebar 6,7 cm, dan tebal ujung 1,4 cm. Perbedaan ukuran bilah menentukan nada yang dihasilkan, mulai dari nada do, re, mi, fa, sol, la, hingga si.[5]
Cara pembuatan
[sunting | sunting sumber]Garantung dapat terbuat dari bahan kayu ingul, dosi, lamuhei atau kayu sitarak, dan kayu tambalahut.[3] Proses pembuatannya dimulai dengan membelah kayu ingul tua menjadi tujuh bilah. Bagian ujung dan pangkal bilah dibuat lebih tebal dengan bentuk ujung yang bervariasi, ada yang persegi dan ada yang bulat. Pada kedua ujung dari tiap bilah dibuat lubang sekitar 5-6 cm untuk kemudian dimasukkan tali ke dalam lubang tersebut. Posisi tiap bilah diberi jarak agar getaran dapat berfungsi saat dimainkan.[5]
Cara memainkan
[sunting | sunting sumber]Instrumen garantung dapat dimainkan secara tunggal maupun sebagai bagian ansambel bersama instrumen lain, seperti kecapi, sarune bambu, sulim, sagasaga, sordam, tulila dan hesek.[4] Alat musik ini dimainkan dengan menggunakan dua buah stik atau pemukul kayu atau bambu yang digenggam tangan kiri dan tangan kanan.[5] Sementara tangan kiri berfungsi juga sebagai pembawa melodi dan pembawa ritme, yaitu tangan kiri memukul bagian tangkai garantung dan wilahan sekaligus dalam memainkan sebuah lagu.
Keahlilan seorang pemain garantung dinilai dari kemampuannya membawakan beragam gual, seperti boniala, sayur matua, sabung-sabung, anduhur, buyut mangan sihala, parahot, dan lainnya.[4]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ a b Simon 1985, hlm. 124.
- ^ Ginting, Yoe Anto (2024). "Tarian Sumatera Utara Peran Tari Batak Toba Dalam Ritual Upacara Budaya Adat Batak Toba: Tarian Batak Toba". Jurnal Budaya. 5 (2): 114–134.
- ^ a b Sipayung, Hernauli; Linggar, Andreas (1995). THE SIMALUNGUNESE TRADITIONAL MUSICAL INSTRUMENTS (PDF). Medan: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b c Setyaningrum, Puspasari (2022-02-07). "Alat Musik Garantung dari Sumatera Utara: Fungsi, Cara Memainkan, Bahan, dan Cara Pembuatan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-02-02.
- ^ a b c Sipayung, Hernauli; Saragih, JM. (1997). THE TOBANESE TRADITIONAL MUSICAL INSTRUMENTS (PDF). Medan: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Daftar pustaka
[sunting | sunting sumber]- Simon, Artur (1985). "The Terminology of Batak Instrumental Music in Northern Sumatra". Yearbook for Traditional Music (dalam bahasa Inggris). Vol. 17. Cambridge University Press. hlm. 113–145. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- kebudayaan kesenian Indonesia Diarsipkan 2022-03-16 di Wayback Machine.
- 4Shared Diarsipkan 2014-11-04 di Wayback Machine.