Gereja Santo Ignatius Loyola, Jalan Malang
| Gereja Santo Ignatius Loyola | |
|---|---|
| Gereja Santo Ignatius Loyola, Paroki Jalan Malang | |
Gereja Santo Ignatius Loyola, Jalan Malang, Jakarta | |
| Informasi umum | |
| Lokasi | Jalan Malang Nomor 22, Menteng, Jakarta Pusat, Jakarta |
| Negara | Indonesia |
| Denominasi | Gereja Katolik Roma |
| Jumlah anggota/umat | ± 4.600 |
| Sejarah | |
| Dedikasi | Santo Ignatius dari Loyola |
| Arsitektur | |
| Status | Gereja paroki |
| Status fungsional | Aktif |
| Administrasi | |
| Paroki | Jalan Malang |
| Dekenat | Pusat |
| Keuskupan Agung | Jakarta |
| Provinsi | Jakarta |
| Klerus | |
| Uskup Agung | Ignatius Kardinal Suharyo |
| Imam kepala | R.D. Reynaldo Antoni Haryanto |
| Imam rekan | R.D. Aloysius Hadi Nugroho |
| Parokial | |
| Jumlah kapel | 2 |
| Jumlah wilayah | 8 |
| Jumlah lingkungan | 26 |
Gereja Santo Ignatius Loyola adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Jakarta Pusat, Indonesia. Gereja ini merupakan induk dari Paroki Jalan Malang dalam Keuskupan Agung Jakarta. Santo Ignatius dari Loyola merupakan pendiri Serikat Yesus, yang pada awalnya mengelola gereja ini. Kini, Gereja ini berada dalam reksa pastoral para imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Gereja Santo Ignatius Loyola didirikan dengan tujuan melayani umat Katolik Belanda yang bermukim disekitar Menteng. Awalnya, gereja ini merupakan bagian dari Gereja Santa Theresia, Menteng. Jalan Malang ditetapkan sebagai paroki pada 8 Maret 1949. Saat itu umat belum memiliki gedung gereja yang tetap. Perayaan Ekaristi diselenggarakan secara berpindah-pindah dari rumah ke rumah dan juga sempat menggunakan aula Sekolah Rakyat VI Santo Ignatius.
Gereja Ignatius Loyola kemudian dibangun pada tahun 1993.
Gereja ini terletak dekat dengan Stasiun Mampang yang tidak lagi berfungsi.
Imam
[sunting | sunting sumber]Sejumlah imam telah bertugas sejak pendirian Paroki Jalan Malang.
Adapun para pastor kepala Paroki Jalan Malang, antara lain:
- R.P. J. Awick, S.J. (1949)
- R.P. J. van Niekerk, S.J. (1955)
- R.P. Thomas Lim Sik Hok, S.J. (1965)
- R.P. R. Sarto Pandoyo, S.J. (1985)
- R.P. T. Suyudanta, S.J. (1985)
- R.P. William P. Hafernan, M.M. (1986–1989)
- R.D. Fransiskus Xaverius Talinau Doy (1989–1990)
- R.D. Yoseph Wiyanto Harjopranoto (1990–1992)
- R.D. Jacobus Tarigan (1991–1997)
- R.D. Fransiskus Xaverius Pranataseputra (2003–2011)
- R.D. Antonius Didit Soepartono (2011–2014)
- R.D. Silvester Hari Pamungkas (2014–2016)
- R.D. Victorius Rudy Hartono (2016–2017)
- R.D. Charles Agustino Coenrad Javlean (2017–2023)
- R.D. Reynaldo Antoni Haryanto (sejak 2023)
Para imam yang pernah bertugas sebagai pastor rekan di Paroki Jalan Malang, antara lain:
- R.D. Fransiskus Xaverius Talinau Doy (1986–1992)
- R.D. Jacobus Tarigan (1989–1990)
- R.D. Simon Petrus Lili Tjahjadi (1992–1994)
- R.D. Yuventius Ndito Martawi (1994–2000)
- R.D. Antonius Didit Soepartono (2000–2002)
- R.D. Christoforus Joseph Harry Liong (2002–2006)
- R.D. Yustinus Sulistiadi (2006–2011)
- R.D. Lodewijk Bambang Santosa Wiryowardoyo (2007–2010)
- R.D. Christoforus Joseph Harry Liong (2014–2020)
- R.D. Reynaldo Antoni Haryanto (2020–ca 2023)
- R.D. Alphonsus Setya Gunawan (2023–2026)[1]
- R.D. Aloysius Hadi Nugroho (sejak 2025)
Bangunan
[sunting | sunting sumber]Pada luar gereja terdapat patung Santo Ignatius Loyola dan Gua Maria dengan gelar Gua Bunda Maria Immaculata. Gua Maria ini diresmikan pada 23 Desember 1990 oleh R.P. Martinus Soenarwidjaja, S.J. selaku Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta. Salah satu ciri menonjol Gereja Ignatius Loyola adalah bentuk arsitekturnya yang menyudut di beberapa bagian, menyerupai struktur limas atau piramida. Gaya desain seperti ini tergolong khas dan jarang dijumpai pada gereja-gereja yang dibangun dalam satu hingga dua dekade terakhir.
-
Tampak samping sisi luar gereja
-
Tampak samping sisi luar gereja
-
Patung Santo Ignatius Loyola di sekitar pintu utama gereja
-
Gua Bunda Maria Immaculata
Pada bagian dalam gereja terdapat panti imam dan altar. Gereja ini memiliki satu buah balkon kecil pada bagian tengah gereja. Di dalam gedung gereja, terdapat juga sejumlah patung, antara lain patung Hati Kudus Yesus, patung Bunda Maria, pieta, dan patung Santo Ignatius Loyola.
-
Altar gereja pada tahun 2024.
-
Panti imam
-
Tampak dalam gereja dari lantai dasar
-
Tampak dalam gereja dari balkon
-
Tampak dalam gereja dari balkon
-
Panti paduan suara
Di dalam kompleks gereja ini juga terdapat Gedung Karya Pastoral dan persekolahan Santo Ignatius. Gedung Karya Pastoral Santo Ignatius Loyola diberkati dan diresmikan oleh Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo pada 31 Juli 2022.
-
Gedung Karya Pastoral (2025)
-
Kompleks Sekolah (TK dan SD) Santo Ignatius (2025)
Galeri
[sunting | sunting sumber]- Eksterior
-
Tampak depan gereja
-
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025, Januari 2025
-
Porta Sancta dalam rangka Yubileum 2025, Januari 2025
-
Porta Sancta dalam rangka Yubileum 2025, Oktober 2025
-
Porta Sancta dalam rangka Yubileum 2025, Oktober 2025
- Interior
-
Altar gereja pada tahun 2022
-
Patung Hati Kudus Yesus di sisi kiri gereja
-
Patung Bunda Maria di sisi kanan gereja
-
Patung Santo Ignatius Loyola di sisi kiri belakang gereja
-
Pieta di sisi kanan belakang gereja
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ dionsty (2023-05-15). "Tugas Perutusan baru Pastor Paroki Pulo Gebang 2023". Paroki Pulo Gebang - KAJ. Diakses tanggal 2025-04-15.

