Hindia Timur Spanyol

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia
Hindia-Spanyol

bahasa Spanyol: Indias Orientales Españolas
bahasa Tagalog: Silangang Indiya ng Espanya
1565–1898
Peta Hindia-Spanyol (Abad 19 Masehi)
Peta Hindia-Spanyol (Abad 19 Masehi)
StatusKoloni Spanyol
(Wilayah Spanyol Baru dari 1565 ke 1821, dan provinsi Spanyol dari 1821 ke 1898)
Ibu kota
  • Cebu (1565–1571)
  • Manila (1571–1898)
  • Iloilo (13 Agustus 1898 – 10 Desember 1898)
Bahasa yang umum digunakanBahasa Spanyol dan Pribumi
Agama
Katolik Roma
Islam
Raja 
• 1565–1598 (first)
Philip II
• 1896–1898 (last)
Alfonso XIII
Gubernur Jendral 
• 1565–1572 (first)
Miguel López de Legazpi
• 1898 (last)
Diego de los Ríos
Era SejarahKolonisasi Spanyol
• Kolonisasi
27 April 1565
10 Desember 1898
Luas
1877[1]300.000 km2 (120.000 sq mi)
Populasi
• 1877[1]
5567685
Mata uangReal, Peseta
Didahului oleh
Digantikan oleh
Spanyol Baru
krjKerajaan
Tondo
krjKerajaan
Namayan
krjKerajaan
Butuan
kslKesultanan
Maguindanao
kslKesultanan
Sulu
Pendudukan Britania di Manila
Republik Negros
Republik Zamboanga
Republik Biak-na Bato
Nugini Jerman
Republik Tagalog
Sekarang bagian dari
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Hindia Timur Spanyol adalah koloni Kekaisaran Spanyol di Asia dan Oseania dari tahun 1565 hingga 1901, yang diperintah melalui kapten jenderal di Manila untuk Mahkota Spanyol, awalnya melapor ke Kota Meksiko, kemudian langsung melapor ke Madrid setelah Perang Kemerdekaan Amerika Spanyol.

Raja Spanyol secara tradisional menyebut dirinya sebagai "Raja Hindia Timur dan Barat".

Dari tahun 1565 hingga 1821, wilayah-wilayah ini, bersama dengan Hindia Barat Spanyol, dikelola melalui Kerajaan Muda Spanyol yang berpusat di Kota Meksiko. Setelah kemerdekaan Kekaisaran Meksiko, Manila melapor langsung ke Madrid. Wilayah yang diperintah meliputi Filipina, Guam, dan Kepulauan Mariana saat ini, serta Palau, sebagian Mikronesia, dan untuk beberapa waktu Taiwan Utara dan sebagian Sulawesi Utara dan Maluku (Hindia Timur Belanda). Cebu adalah pusat pemerintahan pertama ketika Spanyol pertama kali tiba di Filipina, yang kemudian dipindahkan ke Manila.

Setelah jatuhnya Manila selama Perang Spanyol-Amerika pada tahun 1898, Amerika Serikat menduduki kota tersebut dan pemerintah kolonial Spanyol memindahkan ibu kotanya ke Iloilo, benteng terkuat mereka yang tersisa di Filipina. Namun, mereka segera menyerahkan kota itu kepada pasukan revolusioner setempat sebelum pendudukan Amerika. Spanyol kemudian menjual pulau-pulau kecil lainnya kepada Jerman dalam Perjanjian Jerman-Spanyol tahun 1899, dan beberapa pulau yang tersisa diserahkan kepada Amerika Serikat ketika Perjanjian Washington diratifikasi pada tahun 1901.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Population of the Philippines Census Years 1799 to 2007. National Statistical Coordination Board.


Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintah Kota
Samarinda
Kontak
© 2026 Pemerintah Kota SamarindaAll Rights Reserved
Dikembangkan olehEnter(Wind)