Karlinah Djaja Atmadja Wirahadikusumah
Karlinah Djaja Atmadja | |
|---|---|
![]() Karlinah pada tahun 1983 | |
| Istri Wakil Presiden Indonesia ke-4 | |
| Masa jabatan 11 Maret 1983 – 11 Maret 1988 | |
| Wakil Presiden | Umar Wirahadikusumah |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Karlinah Djaja Atmadja 30 Juli 1930 Bandung, Hindia Belanda |
| Meninggal | 6 Oktober 2025 (umur 95) Jakarta, Indonesia |
| Makam | TMP Kalibata, Jakarta |
| Suami/istri | |
| Anak | 2 |
| Almamater |
|
| Pekerjaan |
|
| Dikenal karena | Ibu Negara, pejuang |
| Penghargaan sipil | Satya Lencana Kebaktian Sosial (1982). |
| Penghargaan
| |
Karlinah Djaja Atmadja Wirahadikusumah (30 Juli 1930 – 6 Oktober 2025) adalah seorang Ibu Wakil Negara Indonesia. Ia merupakan istri dari Umar Wirahadikusumah yang pernah menjabat Wakil Presiden Republik Indonesia ke-4 yang menjabat dari tahun 1983–1988.
Sebagai istri pejabat tinggi negara ia juga aktif dalam berbagai organisasi sosial kemasyarakatan dan juga sangat peduli terhadap masalah sosial yang ada dalam masyarakat. Atas jasa-jasa dan pengabdiannya, pemerintah Republik Indonesia menganugerahinya penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial (1982).
Karlinah meninggal dunia pada 6 Oktober 2025 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta karena penyakit paru-paru. Ia dimakamkan pada hari yang sama di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.[1]
Riwayat
[sunting | sunting sumber]Pada saat umat Nasrani merayakan Natal 1956, Karlina, yang bekerja pada Kantor Pusat Perbendaharaan di Bandung, tentu saja libur. "Saya di rumah saja, tidak ke mana-mana. Waktu itu seorang famili saya datang dengan seorang tentara." Pertemuan dengan prajurit tersebut mengubah nasib dan masa depannya. Tentara itu adalah Letkol Umar Wirahadikusumah, Komandan Resimen 10 Siliwangi, yang berkedudukan di Garut. Tidak sampai tiga bulan Karlina mengenal letkol itu, 2 Februari 1957, keduanya menikah. "Memang cepat, ya, baru ketemu terus minta," ujar Bu Umar sambil tersenyum mengenang saat-saat indah itu. Letkol Umar yang dahulu itu kini menjadi pemimpin keluarga juga berbakti demi bangsa dan negara sebagai Wakil Presiden RI.[2]
Tanda kehormatan
[sunting | sunting sumber]Karlinah pernah mendapatkan sejumlah tanda kehormatan baik dari dalam negeri di Indonesia maupun dari beberapa negara lainnya.[3]
Dalam negeri
[sunting | sunting sumber]
Indonesia:
Bintang Mahaputera Adipradana (10 Agustus 1987)[4][5]
Satyalancana Kebhaktian Sosial (1982)
Lencana Melati - Gerakan Pramuka
Luar negeri
[sunting | sunting sumber]
Jerman Barat:
Grand Cross of the Order of Merit of the Federal Republic of Germany (1984)
Yordania:
Grand Cordon 1st Class of the Supreme Order of the Renaissance (1986)
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ "Kabar Duka, Istri Wapres ke-4 Umar Wirahadikusumah Wafat". detikNews. 6 Oktober 2025. Diakses tanggal 6 Oktober 2025.
- ^ "Apa dan Siapa Tempo". Tempo. 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-10-31. Diakses tanggal 24 Agustus 2015. ;
- ^ Herry Gendut Janarto, Indonesia (2013). Karlinah Umar Wirahadikusumah Bukan Sekadar Istri Prajurit. Indonesia: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 180. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 3 September 2021.
- ^ DPP Golkar, Indonesia (1986). Mediakarya majalah bulanan Dewan Pimpinan Pusat Golongan Karya · Edisi 31-52. Indonesia: Golongan Karya (Organization). Dewan Pimpinan Pusat. hlm. 44. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Bibliografi
[sunting | sunting sumber]- Karlinah Umar Wirahadikusumah: bukan sekadar istri prajurit. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 2000.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Mega Putra Ratya (20 Agustus 2015). "Karlinah Umar Wirahadikusumah dan Sekolah Anak Disabilitas". detikNews.
- Pusat Data Analisis Tempo (2004). "Apa dan Siapa Tempo". Tempo. Diarsipkan dari asli tanggal 31 Oktober 2016.
| Gelar kehormatan | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Nelly Malik |
Istri Wakil Presiden Indonesia 1983–1988 |
Diteruskan oleh: Ratu Emma Norma Soedharmono |




