Kereta api Brawijaya

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia
Kereta api Brawijaya
Kereta api Brawijaya melintas langsung Stasiun Gondangdia

Kereta api Brawijaya
Kereta api Brawijaya
Peta
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VIII Surabaya
Mulai beroperasi10 Maret 2021
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalGambir
Stasiun akhirMalang
Jarak tempuh881 km
Waktu tempuh rerata12 jam 2 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEksekutif dan priority
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2–2
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 28 tempat duduk disusun 2-2 (priority)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan blinds, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas bagasiAda
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional70-120 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal37-38 [1]

Kereta api Brawijaya merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan priority yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) yang melayani relasi GambirMalang melalui Semarang TawangSolo Jebres.[2]

Asal-usul jenama

[sunting | sunting sumber]

Nama Brawijaya berasal dari raja dengan nama yang sama yang memerintah Kemaharajaan Majapahit. Brawijaya hanya dikenal dalam naskah babad dan sumber sekunder yang dibuat jauh setelah keruntuhan Majapahit (seperti Babad Tanah Jawi atau Serat Kandha) dan tidak dikenal dalam bukti-bukti sejarah primer (seperti prasasti).[3]

Pengoperasian

[sunting | sunting sumber]

Kereta api Brawijaya diluncurkan pada 10 Maret 2021 di Stasiun Gambir untuk membantu tugas KA yang beroperasi sebelumnya seperti kereta api Jayabaya di koridor Semarang–Surabaya yang merupakan bagian dari jalur utara Pulau Jawa, serta jalur tengah lainnya seperti Majapahit, Matarmaja melalui Semarang–Surakarta, dan Gajayana melalui Cirebon–Purwokerto.

Kereta api Brawijaya juga menggantikan secara tidak langsung posisi layanan kereta api Bangunkarta yang sebelumnya melayani relasi Surabaya GubengGambir melewati jalur KA Solo Jebres–Semarang Tawang dengan kelas eksekutif, namun rute kereta api Bangunkarta ini pun diperpendek sampai Jombang dan Pasar Senen serta dialihkan ke jalur tengah Jawa (via CirebonPurwokerto) dengan kelas eksekutif dan ekonomi.

Setiba di Malang, rangkaian kereta api Brawijaya ini akan dipakai untuk layanan kereta api Arjuno Ekspres dengan relasi MalangSurabaya Gubeng dan sebaliknya.

Perjalanan kereta api ini menempuh jarak 881 km dalam waktu sekitar 12 jam 55 menit[1] dan kereta api Brawijaya menambah pemberhentian di Stasiun Cikarang mulai 1 Maret 2022.

Per pertengahan Mei 2023 sebelum dimulai dengan pemberlakuan grafik perjalanan kereta api (Gapeka 2023), kereta api Brawijaya ini diambil alih kepemilikan operasional ke Daerah Operasi VIII Surabaya dari Daerah Operasi I Jakarta beserta rangkaian kereta pun dimutasi ke Depo Kereta Malang, yang disebabkan dua kereta baru yang akan datang di Gapeka 2023, yakni kereta api Argo Semeru dan Pandalungan yang sama-sama kepemilikan operasional ke Daerah Operasi I Jakarta.

Mulai 3 Mei 2024, kereta api Brawijaya sudah menggunakan rangkaian kereta eksekutif baja ringan yang merupakan lungsuran dari kereta api Sembrani, yang kini Kereta api Sembrani sudah mendapatkan rangkaian baja nirkarat dari lungsuran kereta api Argo Bromo Anggrek.

Stasiun pemberhentian

[sunting | sunting sumber]
Peta rute geografis kereta api Brawijaya berdasarkan Gapeka 2025
Provinsi Kota/Kabupaten Stasiun[4] Keterangan Status
Daerah Khusus Ibukota Jakarta Gambir
Stasiun ujung, terintegrasi dengan bus BRT Transjakarta
Jatinegara
Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang dan BRT Transjakarta
Jawa Barat Kota Bekasi Bekasi
Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang
Bekasi Cikarang LW
Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang, Walahar, dan Jatiluhur
Kota Cirebon Cirebon Terletak di Jalan Lintas Utara Jawa
Jawa Tengah Kota Tegal Tegal
Kota Pekalongan Pekalongan Terletak di Jalan Lintas Utara Jawa
Kota Semarang Semarang Tawang  2   3A   3B   4   7 
Terintegrasi dengan Kedung Sepur, bus Trans Semarang dan Trans Jateng
Kota Surakarta Solo Jebres Y
Terintegrasi dengan Commuter Line Yogyakarta dan Batik Solo Trans
Jawa Timur Kota Madiun Madiun
Nganjuk Nganjuk
Kertosono D P
Terintegrasi dengan Commuter Line Dhoho dan Penataran
Kota Kediri Kediri
Tulungagung Tulungagung
Kota Blitar Blitar
Blitar Wlingi
Malang Kepanjen
Kota Malang Malang Kotalama
Malang Stasiun ujung, terintegrasi dengan:

Legenda

Stasiun ujung (terminus)
Berhenti untuk semua arah
Berhenti hanya mengarah ke Gambir (satu arah)

Pada tanggal 15 Desember 2021, pukul 04.20 WIB, seorang warga tewas akibat tertabrak kereta api Brawijaya tujuan Jakarta di Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.[5]

Pada tanggal 23 Oktober 2023, pukul 03.00 WIB, kereta api Brawijaya menuju Malang menabrak truk muatan pasir di perlintasan tanpa sebidang di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur; tepatnya di petak antara Stasiun Papar dan Kediri di jalur percabangan Kertosono–Malang. Meskipun tidak ada korban jiwa atau luka pada kejadian tersebut, lokomotif mengalami kerusakan karena tersangkut truk. Imbas dari kejadian tersebut, lalu lintas kereta api di petak antara Kertosono dan Kediri mengalami gangguan sehingga KA Gajayana nomor 56 dari Jakarta Gambir serta Malabar nomor 122 dari Bandung harus dialihkan melalui jalur utama selatan Jawa di koridor Kertosono–Surabaya dan jalur percabangan TarikSidoarjo.[6]

Pada 09 Februari 2024, pukul 22.51 WIB, kereta api Brawijaya menuju Gambir tertemper mobil di KM 6+1/2 petak jalan Stasiun Alastua - Semarang Tawang. Akibat kejadian ini 2 orang mengalami luka - luka dan dilarikan ke RS Sultan Agung. Kereta api Brawijaya mengalami keterlambatan sekitar 26 menit akibat pertistiwa ini.[7]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2023 (PDF). Bandung: PT Kereta Api Indonesia (Persero). 14 April 2023. hlm. 56. Diakses tanggal 12 Mei 2023 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. ^ Achmad, Nirmala Maulana (2021-03-10). "KA Brawijaya Rute Stasiun Gambir-Malang Resmi Beroperasi Hari Ini". Kompas.com. KG Media. Diakses tanggal 2021-03-11.
  3. ^ Midaada, Avirista (2023-03-16). "Asal Usul Nama Brawijaya dalam 2 Naskah Kuno Era Majapahit". iNews Media Group. Surabaya: MNC Media. Diakses tanggal 2025-02-07.
  4. ^ "Grafik Perjalanan Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025" (PDF) (Document). Bandung: PT Kereta Api Indonesia. 30 Desember 2024. hlm. 155. Diakses tanggal 1 Februari 2025 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian. ; ;
  5. ^ "Berjalan di Atas Rel, Warga Blitar Tewas Tertabrak KA Brawijaya". FaktualNews.co. 2021-12-15. Diakses tanggal 2026-02-06.
  6. ^ Midaada, Avirista (29 Oktober 2023). "Kereta Brawijaya Tabrak Truk, Perjalanan KA Jakarta-Malang Terganggu". iNews Media Group. Surabaya: MNC Media.
  7. ^ Babel, Yulianto (2024-02-11). "Daop 4 Semarang: KA Brawijaya Tertemper Mobil di Alas Tua Semarang, Dua Orang Luka-luka". Halo Semarang. Diakses tanggal 2026-02-06.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]