Klonazepam
Artikel ini membahas mengenai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Informasi mengenai zat dan obat-obatan terlarang hanya dimuat demi kepentingan ilmu pengetahuan. Kepemilikan dan pengedaran narkoba adalah tindakan melanggar hukum di berbagai negara. Baca: penyangkalan umum lihat pula: nasihat untuk orang tua. |
| Data klinis | |
|---|---|
| Pengucapan | kləˈnazɪpam, kloe-NAZ-e-pam |
| Nama dagang | Klonopin, Rivotril, Paxam,[1] Riklona, dll[2] |
| AHFS/Drugs.com | monograph |
| MedlinePlus | a682279 |
| License data |
|
| Kategori kehamilan | |
| Potensi ketergantungan | Ketergantungan fisik: Sangat Tinggi Ketergantungan psikologis: Sedang |
| Potensi kecanduan | Moderate[4][5] |
| Rute pemberian | oral, intramuskular, intravena, sublingual |
| Kelas obat | Benzodiazepine |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum |
|
| Data farmakokinetika | |
| Bioavailabilitas | 90% |
| Pengikatan protein | ≈85% |
| Metabolisme | Hati (CYP3A)[10] |
| Metabolit | 7-aminoclonazepam 7-acetaminoclonazepam 3-hydroxy clonazepam[6][7] |
| Onset aksi | Within an hour[8] |
| Waktu paruh eliminasi | 19–60 jam[9] |
| Durasi aksi | 8–12 hours[8][1] |
| Ekskresi | Ginjal |
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS | |
| PubChem CID | |
| IUPHAR/BPS | |
| DrugBank | |
| ChemSpider | |
| UNII | |
| KEGG | |
| ChEBI | |
| ChEMBL | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.015.088 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C15H10ClN3O3 |
| Massa molar | 315,71 g·mol−1 |
| Model 3D (JSmol) | |
| |
| |
| (verify) | |
Klonazepam, atau dikenal juga dengan nama dagangnya Klonopin[11] atau Riklona,[12] merupakan obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati kejang, gangguan panik, dan gangguan gerak yang dikenal dengan akathisia.[13] Obat ini adalah jenis obat penenang dari kelas benzodiazepin.[14] Konsumsinya dengan diminum.[15] Bioavailabilitas dari clonazepam adalah 90% dengan waktu menuju konsentrasi plasma puncak adalah 1-4 jam. Waktu paruh clonazepam diperkirakan sekitar 25 menit. Awitan clonazepam biasanya mulai dalam 20-60 menit sebagai antikejang, dengan durasi aksi 6-8 jam pada bayi dan anak serta hingga 12 jam pada dewasa.[16]
Efek samping
[sunting | sunting sumber]Efek samping yang umum terjadi adalah mengantuk, koordinasi gerak yang buruk, peningkatan produksi air liur, dan agitasi.[14] Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan berkurangnya sensitivitas terhadap obat ini, ketergantungan, dan gejala putus obat jika dihentikan secara tiba-tiba.[17] Ketergantungan terjadi di sepertiga orang yang menggunakan clonazepam selama lebih dari empat minggu. Ada peningkatan risiko bunuh diri, terutama pada orang yang sudah mengalami depresi sebelumnya.[14] Jika digunakan selama kehamilan dapat membahayakan bayi. Clonazepam berikatan dengan reseptor GABA A, sehingga meningkatkan efek neurotransmitter penghambat utama asam γ-aminobutyric (GABA). [18]
Harga dan ketersediaan
[sunting | sunting sumber]Clonazepam mulai dipatenkan pada tahun 1960 dan mulai dijual pada tahun 1975 di Amerika Serikat oleh Roche. Versi generik dari obat ini tersedia. Harga grosir di negara berkembang adalah berkisar antara Rp 1.500 sampai Rp 10.500 per pil. Di Amerika Serikat, harga pilnya sekitar US$0,40. Pada tahun 2017, obat ini merupakan obat ke-34 yang paling sering diresepkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 20 juta resep. Di banyak tempat, obat ini bisa digunakan sebagai obat rekreasional.
Penyalahgunaan
[sunting | sunting sumber]Dalam sebuah kasus, ditemukan konsumsi riklona oleh penyeru jihad yang membuat konten dalam keadaan setengah sadar dan sulit berkonsentrasi, yang membuatnya ditahan polisi. [19] Selebritas Lucinta Luna juga didakwa karena kepemilikan tramadol dan riklona tanpa resep dokter.[20]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ a b "Paxam Data Sheet" (PDF). medsafe.govt.nz. October 18, 2023. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 9 December 2023. Diakses tanggal March 14, 2024.
- ^ "Clonazepam International". Drugs.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 August 2017.
- ^ "Clonazepam Use During Pregnancy". Drugs.com. 4 May 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 July 2020. Diakses tanggal 17 May 2020.
- ^ Longo LP, Johnson B (April 2000). "Addiction: Part I. Benzodiazepines--side effects, abuse risk and alternatives". American Family Physician. 61 (7): 2121–2128. PMID 10779253. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 May 2008. Diakses tanggal 11 December 2022.
- ^ Hupp JR, Tucker MR, Ellis E (2013). Contemporary Oral and Maxillofacial Surgery - E-Book. Elsevier Health Sciences. hlm. 679. ISBN 9780323226875.
- ^ Ebel S, Schütz H (February 1977). "[Studies on the detection of clonazepam and its main metabolites considering in particular thin-layer chromatography discrimination of nitrazepam and its major metabolic products (author's transl)]". Arzneimittel-Forschung. 27 (2): 325–337. PMID 577149.
- ^ Steentoft A, Linnet K (January 2009). "Blood concentrations of clonazepam and 7-aminoclonazepam in forensic cases in Denmark for the period 2002-2007". Forensic Science International. 184 (1–3): 74–79. doi:10.1016/j.forsciint.2008.12.004. PMID 19150586.
- ^ a b Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamaCoop2007 - ^ Riss J, Cloyd J, Gates J, Collins S (August 2008). "Benzodiazepines in epilepsy: pharmacology and pharmacokinetics". Acta Neurologica Scandinavica. 118 (2): 69–86. doi:10.1111/j.1600-0404.2008.01004.x. PMID 18384456. S2CID 24453988.
- ^ "Clonazepam". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 September 2015. Diakses tanggal 15 August 2015.
- ^ Klonopin/Clonazepan. dari situs medscape
- ^ Riklona. dari situs klikdokter
- ^ Clonazepam (monograph). dari situs drugs.com
- ^ a b c Clonazepam. dari situs alodokter
- ^ Clonazepam. dari situs Halodoc.com
- ^ Farmakologi Clonazepam. dari situs alomedika
- ^ Clonazepam. dari situs hellosehat
- ^ Obat Clonazepam/ dari situs honestdocs
- ^ Megenal Riklona, Obat Penenang yang Ditenggak Penyeru Jihan. dari situs berita CNN Indonesia
- ^ Lucinta Luna Salahgunakan Tramadol dan Riklona. Obat Apa Itu? Apa Kegunaan dan Risiko Keduanya?. dari situs tribunnews