Kukuh Yudha Karnanta

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia

Kukuh Yudha Karnanta adalah seorang akademisi dan penulis asal Surabaya, Jawa Timur. Ia merupakan salah satu dari 10 penulis terpilih program Emerging Writer Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2025. Selain itu, ia juga pernah meraih piala citra untuk kategori Karya Kritik Film Terbaik pada Festival Film Indonesia tahun 2021.[1][2]

Pendidikan dan karier

[sunting | sunting sumber]

Kukuh pernah menempuh pendidikan sarjana di program studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, Surabaya. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan magister di program studi Kajian Budaya dan Media, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Saat ini, ia merupakan seorang dosen dan peneliti di program studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.[3]

Penghargaan

[sunting | sunting sumber]

Kukuh pernah menjadi finalis dalam LA Light Indie Movie di Studio Trans TV pada tahun 2006. Lalu, ia juga pernah memenangkan dokumenter pendek pada Festival Film Dokumenter Yogyakarta pada tahun 2009. Kemudian pada tahun 2021, ia kembali meraih penghargaan sebagai Penerima Piala Citra untuk Kritik Film Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2021. Ia meraih penghargaan tersebut lewat karyanya yang berjudul Going Gaga Kejahanaman: Martabat dan Pandangan Dunia Perempuan Tanah Jahanam.[4]

Dalam karyanya tersebut, ia menyampaikan bahwa film Perempuan Tanah Jahanam karya Joko Anwar tidak hanya membahas perempuan sebagai objek tontonan dan sebuah kenikmatan semata. Namun, film tersebut juga mampu meruntuhkan berbagai bentuk upaya dan pandangan seksisme terhadap seorang perempuan. Selain itu, film tersebut juga telah mengangkat martabat film horor Indonesia. Dalam karyanya, ia mengatakan bahwa film horor tidak harus menampilkan pemodelan hantu secara nyata seperti pocong, genderuwo, dan suster ngesot. Namun, film horor juga dapat mengangkat cerita dan plot latar belakang pembuatannya.[5]

Pada tahun 2025, Kukuh kembali menorehkan prestasi di bidang kepenulisan dengan meraih penghargaan sebagai salah satu dari Top 10 Emerging Writers dalam Ubud Writers & Readers Festival 2025. Ia terpilih melalui karya cerpen berjudul Hier Rust. Cerpen tersebut mengangkat kisah dengan berlatar belakang sejarah di Surabaya, khususnya di kawasan Makam Eropa Peneleh. Cerpen tersebut terinspirasi dari riset terhadap ratusan arsip berbahasa Belanda. Dalam cerpen tersebut, Kukuh menggambarkan suasana masa transisi dari penjajahan Belanda ke masa pendudukan Jepang pada awal 1942 sampai kehidupan komunitas Belanda yang kemudian ditempatkan di kamp-kamp interniran. Dari 647 naskah yang masuk, Hier Rust berhasil masuk ke dalam 10 besar setelah melalui proses kurasi oleh sejumlah sastrawan nasional, termasuk Ratih Kumala, penulis novel Gadis Kretek. Cerpen tersebut dijadwalkan akan diterbitkan dalam bentuk antologi dwibahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) oleh penerbit internasional Penguin.[6][7]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Qosim, Sholeh Hilmi. "Surat-Menyurat Keturunan Ahli Kubur di Makam Eropa Peneleh Menjadi Inspirasi Cerpen Kukuh Yudha Karnanta - Jawa Pos". Surat-Menyurat Keturunan Ahli Kubur di Makam Eropa Peneleh Menjadi Inspirasi Cerpen Kukuh Yudha Karnanta - Jawa Pos. Diakses tanggal 2025-05-09.
  2. ^ "Kukuh Yudha Karnanta, Dosen Unair Sabet Penghargaan Karya Kritik Film Terbaik di Piala Citra FFI". ThePhrase. 2021-11-27. Diakses tanggal 2025-05-09.
  3. ^ "Kukuh Yudha Karnanta | Universitas Airlangga". unair.ac.id. Diakses tanggal 2025-05-09.
  4. ^ developer, medcom id (2021-11-13). "Kukuh Yudha Karnanta, Dosen Unair Peraih Penghargaan di FFI 2021". medcom.id. Diakses tanggal 2025-05-09.
  5. ^ Ginanjar, Dhimas. "Kukuh Yudha Karnanta, Dosen Unair Peraih Penghargaan Piala Citra FFI - Jawa Pos". Kukuh Yudha Karnanta, Dosen Unair Peraih Penghargaan Piala Citra FFI - Jawa Pos. Diakses tanggal 2025-05-09.
  6. ^ Qosim, Sholeh Hilmi. "Surat-Menyurat Keturunan Ahli Kubur di Makam Eropa Peneleh Menjadi Inspirasi Cerpen Kukuh Yudha Karnanta - Jawa Pos". Surat-Menyurat Keturunan Ahli Kubur di Makam Eropa Peneleh Menjadi Inspirasi Cerpen Kukuh Yudha Karnanta - Jawa Pos. Diakses tanggal 2025-05-09.
  7. ^ unairnews (2025-04-17). "Terinspirasi dari Arsip, Dosen FIB Terpilih Jadi Sepuluh Penulis Terbaik UWRF". Universitas Airlangga Official Website. Diakses tanggal 2025-05-09.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintah Kota
Samarinda
Kontak
© 2026 Pemerintah Kota SamarindaAll Rights Reserved
Dikembangkan olehEnter(Wind)