Masjid Agung Jamik Singaraja
| Masjid Agung Jamik Singaraja
ᬫᬲ᭄ᬚᬶᬤ᭄ᬅᬕᬸᬂᬚᬫᬶᬓ᭄ᬱᬶᬗᬭᬚ | |
|---|---|
| Agama | |
| Afiliasi | Islam |
| Cabang/tradisi | Sunni |
| Status | Aktif |
| Lokasi | |
| Lokasi | Kampung Kajanan, Singaraja, Bali |
| Arsitektur | |
| Tipe | Masjid jami |
| Peletakan batu pertama | kira 1830 M |
| Rampung | 1860 |
| Spesifikasi | |
| Kubah | 1 |
| Menara | 1 |
| Bahan bangunan | Beton |
Masjid Agung Jamik Singaraja (Aksara Bali: ᬫᬲ᭄ᬚᬶᬤ᭄ᬅᬕᬸᬂᬚᬫᬶᬓ᭄ᬱᬶᬗᬭᬚ) adalah sebuah masjid jami bersejarah di Jalan Imam Bonjol, No. 65, kelurahan Kampung Kajanan, kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia.[1] Masjid ini pernah didirikan pada tahun 1830.[2] Masjid ini menandai masuknya Islam di Bali Utara.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Masjid ini didirikan pada kira-kira tahun 1830 M pada masa pemerintahan Raja Buleleng Anak Agung Ngurah Ketut Jelantik Polong, maka pengaturan pelaksanaan dan ke-pengurusannya diserahkan kepada saudaranya A.A. Ngurah Ketut Jelantik Tjelagie dan Abdullah Maskati yang beragama Islam berdasarkan pintu gerbang masjid yang bertarikh 1860 masjid selesai dibangun.[3][4] Sebelumnya, umat ada hanya satu masjid di Singaraja, yaitu Masjid Keramat Kuno.[1] Pembangunan masjid sempat terhenti saking ditawannya A.A. Ngurah Ketut Jelantik Polong dan Abdullah Maskati ke Sumatera Barat oleh Belanda.
Masjid Agung Jami' Singaraja ini menjadi salah satu saksi bisu begitu indahnya toleransi beragama di Pulau Dewata sejak pertama kali Islam Masuk ke Pulau Bali hingga detik ini. Masjid Agung Jamik Singaraja hingga kini masih menyimpan kitab Al-qur’an tulisan tangan A.A. Ngurah Ketut Jelantik Tjelagie dan Sampai sekarang masih ada keturunan dia dan tetap menggunakan nama Gusti walaupun memeluk agama Islam.[4]
Arsitektur
[sunting | sunting sumber]Masjid menempati lahan seluas 1980 m2 dan dikelilingi pagar besi. Masjid Agung Jamik juga memiliki sebuah Kori atau pintu gerbang utama yang merupakan pemberian I Gusti Anglurah Ketut Jelantik VIII. Pintu gerbang yang diambil dari bekas pintu gerbang Puri Kerajaan Buleleng langsung dipindahkan dari Puri Buleleng dan dipasang di depan masjid. Pintu gerbang tersebut mempunyai atap berbentuk limas dan pada setiap sudut terdapat ukiran cungkup (seperti sulur) enam buah. Selain itu, pintu mempunyai dua daun pintu berupa teralis besi. Di dalam ruang utama terdapat dua tiang soko guru yang terbuat dari pohon kelapa yang telah disemen terletak dibagian tengah. Dasar tiang segi empat dengan pelipit datar, miring, dan datar. Di atas pelipit tersebut ada bidang datar persegi yang dirangai dengan pelipit datar dan miring. Setelah bidang datar tersebut terdapat tiang persegi dengan lekukan kedalam berwarna hijau. Atap Masjid berbentuk limasan pada setiap sudut terdapat ukiran cungkup (seperti sulur) enam buah. Masjid memiliki kubah metal. Selain itu, pintu mempunyai dua daun pintu berupa teralis besi.[1]
Di sebelah utara bangunan induk terletak ruang sekretariat berukuran 6,5 × 14,5 m. Bangunan bertingkat dua yang terdiri dari ruang sekretariat di bagian atas dan tempat wudhu serta toilet di bagian bawah. Ruangan mempunyai pintu dan jendela dengan lengkungan di bagian atasnya. Atapnya tidak menyatu dengan bangunan induk, merupakan atap rata.
Di antara bangunan induk terdapat menara berbentuk bulat dengan jendela berbentuk persegi panjang dengan pelipit di atasnya. Bentuk pelipit tersebut lengkungan dan bentuk garis datar. Menara mernpunyai bingkai di badan. Bagian atasnya berbentuk segi delapan dan terdapat ruangan dengan lubang angin pada setiap segi tersebut.[1]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Rujukan
[sunting | sunting sumber]- ^ a b c d Santosa, Revianto Budi; dkk. (2025). Ensiklopedia Arsitektur Islam Indonesia. Edisi: Masjid Bersejarah. Jakarta: Kementerian Agama RI. hlm. 291–293. ISBN 978-602-293-252-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ "Masjid Agung Jami". Dinas Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Buleleng. 25 Maret 2021.
- ^ Teguh L. Budi; Panggih Abdiguno; Achmad Yani (2024). "Observation of the Art and Ideology of the Architectural Gate of the Great Mosque of Jami' Singaraja: Involvement of Hinduism, Islam, and the Kingdom of Buleleng". Paradigma: Journal of Science, Religion and Culture Studies (dalam bahasa Inggris). 21 (2).
- ^ a b Ni Ketut Alit Ariana Utami (Oktober 2025). "Masjid Agung Jami di Kota Sungaraja dan Perannya dalam Dinamika Keagamaan di Bali Utara". Candra Sangkala. 6 (2). doi:10.23887/jcs.v6i2.104724.

