Masjid Agung Sukabumi
| Masjid Agung Kota Sukabumi المسجد الأعظم سوكابومي | |
|---|---|
Masjid Agung Sukabumi (2022) | |
| Agama | |
| Afiliasi | Islam – Sunni |
| Provinsi | Jawa Barat |
| Lokasi | |
| Lokasi | Sukabumi |
| Negara | Indonesia |
| Koordinat | -6.921556, 106.925750 |
| Arsitektur | |
| Tipe | Masjid |
| Gaya | Perpaduan antara corak Timur Tengah dan elemen lokal Sunda. |
| Rampung | 1836 |
| Kapasitas | 2000 orang |
| Situs web | |
| https://masjidagungsukabumi.id/ | |
Masjid Agung Kota Sukabumi (bahasa Arab:المسجد الأعظم سوكابومي) (aksara Sunda: ᮙᮞ᮪ᮏᮤᮓ᮪ ᮃ ᮍᮥᮀ ᮞᮥᮊᮘᮥᮙᮤ) adalah salah satu masjid tertua di Jawa Barat dan memiliki nilai sejarah, budaya, toleransi.[1][2] Masjid ini terletak di Jalan Alun-Alun Utara Nomor 4B, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Bangunan masjid ini dibangun pada tahun 1836, di atas tanah wakaf dari Patih Sukabumi, yaitu Tumenggung Raden Soerja Nata Brata atas inisiatif dari Hoofd Pengoeloe Tjiandjur yang Bernama Hadji Said.[3]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Pada mulanya, Bangunan Masjid Agung Kota Sukabumi didirikan pada tahun 1836 dan masih berbentuk musala dan dikenal sebagai Masjid Kaum karena berada di dekat Kampung Kaum.[1] Lalu Masjid ini merenovasi besar-besaran pada tahun 1935 oleh penghulu R.H Ahmad Djoewaen. Setidaknya sejarah mencatat, Masjid Agung telah melewati tujuh kali pemugaran yaitu di tahun 1900, 1936, 1945, 1975, 2004, 2013, dan terakhir di tahun 2020. Masjid Agung Kota Sukabumi pun kehilangan bentuk aslinya.[3][2][4]
Konon, masjid ini dahulu menjadi markas bagi para pejuang untuk merancang strategi, tempat berlatih pasukan muda oleh para ulama, tempat logistik untuk melawan tentara sekutu di Pertempuran Bojong Kokosan.[5]
Lokasi dari Masjid Agung Kota Sukabumi terletak berdekatan dengan Gereja Sidang Kristus (dahulu bernama Protestansche Kerk) yang dibangun pada tahun 1911.[6] Ini menjadi sebuah bukti toleransi dan simbol keharmonisan antar umat beragama di Kota Sukabumi.[7]
Arsitektur
[sunting | sunting sumber]Arsitektur dari Masjid Agung Kota Sukabumi memiliki gaya campuran antara Timur Tengah dengan budaya Sunda, seperti kubah emas besar dan ornamen Kujang pada puncak menara serta pegangan pintu. Bangunan masjid ini berdiri di lahan seluas 3.779 m² dan memiliki kapasitas jamaah sekitar 2000-3000 orang,[5] memiliki empat menara emas dan delapan tiang gerbang berhias kaligrafi 99 Asmaul Husna.[1] Masjid ini juga memiliki memiliki nilai nilai estetika fasad dengan mempertimbangkan tata letak, geometri, proporsi, simetri, irama (ritme) dan skala. Dan memiliki aspek-aspek etnomatematika pada ornamen-ornamen Masjid Agung Kota Sukabumi yaitu pada kubah, mimbar, jendela, pintu, gagang pintu, tiang, lampu, menara, atap, dan taman.[8] Lokasi dari masjid ini juga berada di depan Alun-alun Kota Sukabumi, Lapangan Tanah Merdeka Sukabumi, Ruang Terbuka Hijau, Area Kuliner, yang direnovasi pada tahun 2020 dan diresmikan pada tahun 2022 oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,[9] Dan Tugu Kujang Sukabumi.[10][3]
Transportasi
[sunting | sunting sumber]Transportasi terdekat dari Masjid Agung Kota Sukabumi:
- No. 07 (Hijau Muda): Jurusan Cisaat – Kota Sukabumi.
- No. 08 (Merah): Jurusan Cisaat – Kota (via Stasiun Sukabumi).
- No. 11 (Biru Dongker): Jurusan Parungseah – Jl. Masjid.
- No. 25 (Hijau Muda): Jurusan Terminal KH Ahmad Sanusi – Ramayana/Pasar.
- No. 01 (Pink): Jurusan Sukaraja – Kota Sukabumi.
- No. 04 (Kuning): Jurusan Baros – Kota Sukabumi.
Masjid Agung ini tidak terlalu jauh dari Stasiun Sukabumi sekitar 700 meter.[11] Dan Masjid Agung ini terletak di dekat Jalan Pusat Kota yaitu Jalan Ahmad Yani Sukabumi.
Galeri
[sunting | sunting sumber]-
Masjid Agung Kota Sukabumi (Tampak Dalam)
-
Masjid Agung Sukabumi dari depan (2022)
-
Masjid Agung Sukabumi pada tahun 2011 (sebelum direnovasi)
-
Masjid Agung Kota Sukabumi dan Tugu Kujang Sukabumi yang saling berdekatan (2022)
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ a b c Fatimah, Siti. "Masjid Agung Sukabumi yang Sempat Jadi Tempat Latihan Pejuang". detikjabar. Diakses tanggal 2026-02-28.
- ^ a b "Masjid Agung Sukabumi Pusat Dakwah dan Pemersatu Umat Islam |Republika Online". Republika Online. Diakses tanggal 2026-03-01.
- ^ a b c Muftiyah, Salma; Sudihartinih, Eyus (2024-05-25). "ETNOMATEMATIKA PADA ORNAMEN MASJID AGUNG KOTA SUKABUMI". Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika (dalam bahasa Inggris). 9 (1): 92–108. doi:10.30605/pedagogy.v9i1.3650. ISSN 2502-3799.
- ^ Agency, ANTARA News. "Masjid Agung Sukabumi Ditargetkan Selesai Awal Mei". ANTARA News Megapolitan. Diakses tanggal 2026-03-01.
- ^ a b Aden Icep Jalaludin Suzerry Putra, NIM : 14120057 (2022-01-17). "SEJARAH ARSITEKTUR MASJID AGUNG KOTA SUKABUMI 1890 – 2013 M". UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ "Kisah Gereja Sidang Kristus di Sukabumi, Punya Menara yang Usianya Lebih Tua dari Jam Gadang". merdeka.com. 2024-07-23. Diakses tanggal 2026-03-01.
- ^ Saumantri, Theguh (2023). "EKSPLORASI MAKNA MODERASI BERAGAMA DI KOTA SUKABUMI: SUATU PENDEKATAN FENOMENOLOGIS". Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman (dalam bahasa Inggris). 9 (2): 187–205. doi:10.24952/tazkir.v9i2.8707. ISSN 2460-609X.
- ^ Oktaviani, Ayu; Oktaviandi, Wildan Rizqi (2022). "KAJIAN ESTETIKA PADA FASAD MASJID AGUNG KOTA SUKABUMI (Studi Kasus :Masjid agung kota sukabumi)". Jurnal Ilmiah Arjouna: Architecture and Environment Journal of Krisnadwipayana. 6 (1): 73–82. doi:10.61488/jia.v6i1.722. ISSN 2961-7766.
- ^ Alamsyah, Syahdan. "Kota Sukabumi Percantik Alun-alun hingga Pasar, Ridwan Kamil: Saya Sangat Bahagia". detiknews. Diakses tanggal 2026-03-01.
- ^ Nurjaman, Luthfiyyah; Hendrakusumah, Ernawati (2023-12-24). "Identifikasi Tingkat Kenyamanan Ruang Terbuka Publik Pusat Kota Sukabumi". Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (dalam bahasa Inggris). ISSN 2798-656X.
- ^ Media, Kompas Cyber (2023-05-20). "8 Wisata Sukabumi Dekat Stasiun, Ada Wisata Religi dan Alam Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-01.