Pemilihan umum Gubernur Sumatera Utara 2018

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia
Pemilihan umum Gubernur Sumatera Utara 2018
27 Juni 2018
Pemilih terdaftar9.399.324
Kehadiran pemilih5.806.867 (61,78%)
Kandidat
 
Calon Edy Rahmayadi Djarot Saiful Hidayat
Partai Gerindra PDI-P
Wakil Musa Rajekshah Sihar Sitorus
Suara rakyat 3.291.137 2.424.960
Persentase 57,58% 42,42%
Peta persebaran suara
Peta peraihan suara di setiap kota/kabupaten
Gubernur dan Wakil Gubernur petahana
Tengku Erry Nuradi dan Nurhajizah Marpaung

NasDem

Gubernur dan Wakil Gubernur

Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah
Gerindra

Pemilihan umum Gubernur Sumatera Utara 2018 (selanjutnya disebut Pilgub Sumut 2018 atau Pilgubsu 2018) dilaksanakan pada 27 Juni 2018 untuk menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2018–2023. Jadwal pemilihan periode ini mengikuti jadwal pilkada serentak gelombang ketiga pada Juni 2018.

Calon resmi dalam ajang pilkada ini adalah mantan Panglima Kostrad, Letnan Jenderal Edy Rahmayadi, dan juga mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

Syarat pencalonan

[sunting | sunting sumber]

Perolehan hasil pemilihan umum legislatif 2014 menunjukkan 11 partai politik mendapatkan kursi di DPRD Provinsi Sumatera Utara dengan jumlah 100 kursi untuk periode 2014–2019. Partai politik atau gabungan partai politik dapat mengajukan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur jika memenuhi ambang batas 20% kursi di DPRD Provinsi Sumatera Utara, minimal 20 kursi dari 100 kursi. Tidak ada partai politik yang dapat mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi. Sedangkan bagi calon independen membutuhkan 764.578 suara minimal atau 6,5% jumlah pemilih di Sumatera Utara. Dukungan harus ditunjukkan dalam bentuk fotokopi KTP yang akan diverifikasi oleh KPU. Namun, tidak ada calon yang akan maju secara independen dalam pilkada ini.[1][2]

Berikut perolehan kursi di DPRD Provinsi Sumatera Utara hasil Pemilu 2014.

No urut Partai politik Jumlah kursi
1   NasDem
5 / 100
2   PKB
3 / 100
3   PKS
9 / 100
4   PDI-P
16 / 100
5   Golkar
17 / 100
6   Gerindra
13 / 100
7   Demokrat
14 / 100
8   PAN
6 / 100
9   PPP
4 / 100
10   Hanura
10 / 100
14   PBB
0 / 100
15   PKPI
3 / 100
Jumlah 100
Edy Rahmayadi Musa Rajekshah Djarot Saiful Hidayat Sihar Sitorus
Calon Gubernur Calon Wakil Gubernur Calon Gubernur Calon Wakil Gubernur
Panglima Kostrad
(2015–2018)
Ketua PMI Kota Medan
(2014–2019)
Gubernur DKI Jakarta
(2017)
Wakil Gubernur DKI Jakarta
(2014–2017)
Tenaga Ahli Kemenko PMK RI
Partai Pengusung Partai Pengusung
  Golkar   Gerindra   Hanura   PKS   NasDem   PAN   PDI-P   PPP
Partai Pendukung Partai Pendukung
  Demokrat   PKB   PBB   Perindo   Garuda   PKPI   PSI
Kursi DPRD Provinsi Sumatera Utara Kursi DPRD Provinsi Sumatera Utara
60 / 100 (60%)
20 / 100 (20%)
Visi Visi
"Sumatera Utara yang Maju, Aman, dan Bermartabat." "Mewujudkan Sumatera Utara sebagai Provinsi Memiliki Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Transparan serta Mewujudkan Sumatera Utara yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong."
Misi Misi
  1. Mewujudkan masyarakat Sumatera Utara yang bermartabat dalam kehidupan karena memiliki iman dan taqwa, tersedianya sandang pangan yang cukup, rumah yang layak, pendidikan yang baik, kesehatan yang prima, mata pencaharian yang menyenangkan, serta harga-harga yang terjangkau.
  2. Mewujudkan Sumatera Utara yang bermartabat dalam politik dengan adanya pemerintahan yang bersih dan dicintai, tata kelola pemerintah yang baik, adil, dan terpercaya, politik yang beretika, masyarakat yang berwawasan kebangsaan, dan memiliki kohesi sosial yang kuat serta harmonis.
  3. Mewujudkan Sumatera Utara yang bermartabat dalam pendidikan karena masyarakatnya yang terpelajar, berkarakter, cerdas, kolaboratif, berdaya saing, dan mandiri.
  4. Mewujudkan Sumatera Utara yang bermartabat dalam pergaulan karena terbebas dari judi, narkoba, prostitusi, dan penyeludupan, sehingga menjadi teladan di Asia Tenggara dan dunia.
  5. Mewujudkan Sumatera Utara yang bermartabat dalam lingkungan karena ekologinya yang terjaga, alamnya yang bersih dan indah, penduduknya yang ramah, berbudaya, berperikemanusiaan, dan beradab.
  1. Mewujudkan pemerintahan yang bersih, bebas korupsi, transparan, efektif, demokratis dan terpercaya serta melayani masyarakat.
  2. Mewujudkan kualitas hidup masyarakat sumatera utara yang tinggi, maju dan sejahtera melalui jaminan kesehatan, jaminan pendidikan serta memperoleh kehidupan yang layak.
  3. Mewujudkan serta percepatan pembangunan infrastruktur, pemerataan pembangunan antar wilayah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara, dalam rangka mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan menarik minat investor melalui sinergitas antar wilayah.
  4. Mewujudkan pengembangan pariwisata di sumatera utara khususnya kawasan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata nasional yang merupakan salah satu kawasan strategis.
  5. Peningkatan daya saing produk pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan melalui industri hilirisasi yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
  6. Mewujudkan masyarakat sumut yang berketuhanan, berbudaya, toleransi dan saling menghargai Kebhinekaan dalam bingkai NKRI.

Edy Rahmayadi pertama-tama mendaftar di Partai Hanura pada Agustus 2017.[3][4] Partai Gerindra, PKS, dan PAN menyatakan dukungan mereka pada akhir Desember 2017.[5] Untuk turut serta dalam pemilu ini, Edy Rahmayadi mundur dari jabatannya sebagai Panglima Kostrad pada tahun 2018.[6] Walaupun sempat menyatakan dukungannya kepada Tengku Erry Nuradi, Partai Golkar dan Partai NasDem kemudian memutuskan untuk mengalihkan dukungan ke pasangan Edy-Musa.[7][8] Partai Demokrat menyatakan dukungan terhadap pasangan Edy-Musa pada tanggal 11 Mei 2018. Sikap Partai Demokrat ini langsung disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.[9] Pada 25 Juni 2018, PKB juga menyatakan dukungan terhadap pasangan Edy-Musa.[10]

Djarot Saiful Hidayat sebelumnya gagal dalam Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017 dan sempat menjadi gubernur setelah Basuki Tjahaja Purnama masuk penjara akibat kasus penodaan agama. PDI-P menyatakan Djarot sebagai calon gubernur Sumatera Utara pada tanggal 5 Januari 2018.[11] Djarot berpasangan dengan Sihar Sitorus, dan mereka berdua kemudian mendapatkan dukungan dari PPP, sehingga mereka memenuhi syarat untuk maju.[12][13] Pada 8 April 2018, PKPI menyatakan dukungan terhadap pasangan Djarot-Sihar.[14]

Didiskualifikasi

[sunting | sunting sumber]
JR Saragih Ance Selian
Calon Gubernur Calon Wakil Gubernur
Bupati Simalungun
(2010–2015, 2016–2021)
Ketua DPW PKB Sumatera Utara
Partai Pengusung
  Demokrat   PKB   PKPI

JR Saragih sudah mendaftar dari bulan Agustus dan ia mendapatkan dukungan resmi dari partai Demokrat pada bulan September 2017.[15][16][17][18] Menjelang batas waktu pendaftaran, PKB juga menyatakan dukungannya terhadap JR Saragih setelah kader PKB, Ance Selian, dijadikan calon wakil JR Saragih.[19] Namun, JR Saragih didiskualifikasi oleh KPU karena dianggap tidak memenuhi syarat legalisir ijazah SMA. Ia kemudian dijadikan tersangka akibat dugaan pemalsuan ijazah dan juga diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat di Sumatera Utara.[20]

Diusulkan

[sunting | sunting sumber]

Beberapa calon lain yang sempat digadang-gadang akan maju dalam pilgub ini adalah:

Walaupun petahana Tengku Erry Nuradi dapat maju kembali, ia gagal mendapat dukungan dari partai, dan partainya sendiri, Partai NasDem, mengalihkan dukungan ke pasangan Edy-Musa.[23] Sementara itu, Effendi Simbolon tidak maju karena partainya memutuskan untuk mengajukan Djarot Saiful Hidayat sebagai calon.

Sebelum pencalonan

[sunting | sunting sumber]
Lembaga Tanggal Jumlah sampel Hasil
Indonesia Network Election Survey 24 November - 3 Desember 2017 1.816 Effendi MS Simbolon (25,2%), Edy Rahmayadi (13,9%), Gus Irawan Pasaribu (11,9%), Tengku Erry Nuradi (6,4%), Ngogesa Sitepu (6,2%), JR Saragih (5,1%)
Survei dan Polling Indonesia 11-23 Desember 2017 1.262 Tengku (37,54%), Edy (32,45%), Gus Irawan (10,21%), Djarot Saiful Hidayat (9,10%)

Setelah pencalonan

[sunting | sunting sumber]
Lembaga Tanggal Jumlah sampel Hasil
Median 16-25 Januari 2018 1.200 Edy Rahmayadi (33,1%), Djarot Saiful Hidayat (19,2%), JR Saragih (10,5%)
Indo Barometer 4-10 Februari 2018 800 Djarot Saiful Hidayat (26,0%), Edy Rahmayadi (25,8%), JR Saragih (8,4%)
LSI Denny JA 11-15 April 2018 1.000 Edy Rahmayadi (43,3%), Djarot Saiful Hidayat (33,3%)
Indo Barometer 26 Mei-2 Juni 2018 800 Djarot Saiful Hidayat (37,8%), Edy Rahmayadi (36,9%)
CalonPasanganPartaiSuara%
Edy RahmayadiMusa RajekshahGerindra3.291.13757.58
Djarot Saiful HidayatSihar SitorusPDI-P2.424.96042.42
Jumlah5.716.097100.00
Suara sah5.716.09798.44
Suara tidak sah/kosong90.7701.56
Jumlah suara5.806.867100.00
Pemilih terdaftar/tingkat partisipasi9.399.32461.78
Sumber: KPU Provinsi Sumatera Utara[24]
Kabupaten/Kota Edy
Ijeck
Djarot
Sihar
Jumlah suara Pengguna
hak pilih
Sah Tidak sah
Asahan 224.950 75,16% 74.333 24,84% 299.283 3.444 302.727
Batubara 124.911 71,72% 49.252 28,28% 174.163 6.921 181.084
Dairi 26.956 18,38% 119.713 81,62% 146.669 3.183 149.852
Deli Serdang 458.646 64,66% 250.717 35,34% 709.363 11.741 721.104
Humbang Hasundutan 4.905 6,22% 73.915 93,78% 78.820 529 79.349
Karo 23.807 15,73% 127.513 84,27% 151.320 1.700 153.020
Labuhanbatu 135.109 75,73% 43.305 24,27% 178.414 2.026 180.440
Labuhanbatu Selatan 81.779 68,48% 37.647 31,52% 119.426 1.469 120.895
Labuhanbatu Utara 102.524 71,60% 40.668 28,40% 143.192 1.857 145.049
Langkat 326.043 70,84% 134.233 29,16% 460.276 15.614 475.890
Mandailing Natal 162.034 89,06% 19.900 10,94% 181.934 2.556 184.490
Nias 5.427 11,78% 40.629 88,22% 46.056 782 46.838
Nias Barat 6.107 22,93% 20.532 77,07% 26.639 273 26.912
Nias Selatan 23.534 24,22% 73.616 75,78% 97.150 2.027 99.177
Nias Utara 5.761 17,80% 26.606 82,20% 32.367 565 32.932
Padang Lawas 97.606 83,18% 19.740 16,82% 117.346 3.526 120.872
Padang Lawas Utara 86.713 78,79% 23.343 21,21% 110.056 3.391 113.447
Pakpak Bharat 7.518 38,57% 11.973 61,43% 19.491 197 19.688
Samosir 2.321 4,08% 54.566 95,92% 56.887 267 57.154
Serdang Bedagai 175.777 69,51% 77.115 30,49% 252.892 3.578 256.470
Simalungun 178.022 47,82% 194.235 52,18% 372.257 3.961 376.218
Tapanuli Selatan 93.884 76,11% 29.474 23,89% 123.358 1.710 125.068
Tapanuli Tengah 32.592 22,90% 109.732 77,10% 142.324 1.944 144.268
Tapanuli Utara 13.178 8,75% 137.350 91,25% 150.528 2.804 153.332
Toba Samosir 5.064 6,27% 75.694 93,73% 80.758 623 81.381
Kota Binjai 83.229 75,65% 26.794 24,35% 110.023 1.374 111.397
Kota Gunungsitoli 7.854 16,98% 38.399 83,02% 46.253 552 46.805
Kota Medan 551.641 60,69% 357.377 39,31% 909.018 7.091 916.109
Kota Padangsidimpuan 85.930 84,74% 15.476 15,26% 101.406 2.457 103.863
Kota Pematangsiantar 41.551 37,72% 68.604 62,28% 110.155 956 111.111
Kota Sibolga 16.507 46,46% 19.019 53,54% 35.526 236 35.762
Kota Tanjung Balai 49.288 80,00% 12.319 20,00% 61.607 646 62.253
Kota Tebingtinggi 49.969 70,24% 21.171 29,76% 71.140 770 71.910
Total 3.291.137 57,58% 2.424.960 42,42% 5.716.097 90.770 5.806.867

Penetapan pasangan calon terpilih

[sunting | sunting sumber]

Pasangan calon nomor urut 1, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara terpilih oleh KPU Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 24 Juli 2018 berdasarkan Keputusan KPU Provinsi Sumatera Utara No. 160/PL.03.7-Kpt/12/Prov/VII/2018.

Pelantikan pasangan calon terpilih

[sunting | sunting sumber]

Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018–2023 di Istana Negara pada 5 September 2018 oleh Presiden RI, Joko Widodo, bersamaan dengan 8 pasangan gubernur dan wakil gubenur yang juga terpilih pada Pilkada Serentak 2018.[25]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Siregar, Wahyudi Aulia (11 September 2017). "Pilgub Sumut 2018, KPU Tetapkan Calon Independen Harus Kantongi 764.578 Dukungan". Okezone.com. Diakses tanggal 22 January 2018.
  2. ^ Muhardiansyah, Yan (27 November 2017). Firdaus, Randy Ferdi (ed.). "Pilgub Sumut 2018 tanpa calon independen". Merdeka.com. Diakses tanggal 22 January 2018.
  3. ^ Santama, Jefris (1 August 2017). "Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi Daftar Jadi Cagub Sumut ke Hanura". detikcom. Diakses tanggal 27 January 2018.
  4. ^ Fadil, Iqbal (16 August 2017). Fadil, Iqbal (ed.). "3 Jenderal ini berhasrat ingin jadi gubernur di pilkada 2018". Merdeka.com. Diakses tanggal 27 January 2018.
  5. ^ "Gerindra, PKS, PAN endorse Army general in North Sumatra election". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). 27 December 2017. Diakses tanggal 25 January 2018.
  6. ^ "TNI commander appoints new Kostrad chief". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). 5 January 2018. Diakses tanggal 25 January 2018.
  7. ^ Maharani, Tsarina (5 January 2018). "Ini Alasan Golkar Ubah Dukungan dari Tengku Erry ke Edy Rahmayadi". detikcom. Diakses tanggal 25 January 2018.
  8. ^ Andayani, Dwi (5 January 2018). "Batal Dicalonkan NasDem di Sumut, Tengku Erry Tetap Dukung Edy". detikcom. Diakses tanggal 25 January 2018.
  9. ^ Lubabah, Raynaldo Ghiffari. Rahmadi, Dedi (ed.). "SBY: Demokrat resmi dukung Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah di Pilgub Sumut". Merdeka.com. Diakses tanggal 2018-05-13.
  10. ^ "Pilgub Sumut, PKB Dukung Edy-Ijeck". Sindonews.com. 2018-06-25. Diakses tanggal 2020-11-04.
  11. ^ Erviani, Ni Komang; Ramadhani, Nurul Fitri (5 January 2018). "PDI-P seeks support to field Djarot in N. Sumatra race". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 January 2018.
  12. ^ Administrator (7 January 2018). RH, Priyambodo (ed.). "Former Jakarta Governor to run for N. Sumatra Governor". ANTARA News. Diakses tanggal 27 January 2018.
  13. ^ Zulfikar, Muhammad (10 January 2018). Waskita, Ferdinand (ed.). "PPP Resmi Usung Djarot - Sihar Sitorus di Pilgub Sumut". Tribunnews.com. Diakses tanggal 27 January 2018.
  14. ^ Radaronline, Redaksi. "Juliski Simorangkir: PKPI Siap Menangkan Djarot – Sihar | Berita dan Informasi Online". radaronline.id (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2018-06-13. Diakses tanggal 2018-06-02.
  15. ^ Medan, Tribun (7 September 2017). "JR Saragih Resmi Diusung Demokrat Maju Menuju Sumut 1, Siapa Wakilnya?". Tribunnews.com. Diakses tanggal 27 January 2018.
  16. ^ Warsito, Budi (31 August 2017). "JR Saragih Daftar Sebagai Calon Gubernur Sumut". Metrotvnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-01-27. Diakses tanggal 27 January 2018.
  17. ^ Administrator. "Ini Alasan Demokrat Sumut Deklarasi Cagub Sumut Saragih di Enam Lokasi - Jawa Pos". Ini Alasan Demokrat Sumut Deklarasi Cagub Sumut Saragih di Enam Lokasi - Jawa Pos. Diakses tanggal 2018-01-27.
  18. ^ Medistiara, Yulida. "JR Saragih-Ance Selian Jadi Jagoan Demokrat di Pilgub Sumut". detiknews. Diakses tanggal 2018-01-27.
  19. ^ Ihsanuddin (8 January 2018). Asril, Sabrina (ed.). "Gabung Demokrat, PKB Dukung JR Siragih-Ance Selian di Pilgub Sumut". Kompas.com. Diakses tanggal 27 January 2018.
  20. ^ "Nasib JR Saragih: Gagal Jadi Cagub, Jadi Tersangka dan Dipecat Partai". kumparan. Diakses tanggal 2018-03-23.
  21. ^ NasDem Resmi Dukung Tengku Erry Nuradi di Pilgub Sumut Diarsipkan 2017-11-18 di Wayback Machine.. 17 November 2017. MetroTV News.
  22. ^ Hasil Survei, Effendi Simbolon Diminati Warga Pimpin Sumatera Utara. 14 Desember 2017. Tribun News.
  23. ^ "Lapang Hati Petahana Tengku Erry Nuradi Tak Ikut Pilgub Sumut". CNN Indonesia. 8 January 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-01-27. Diakses tanggal 27 January 2018.
  24. ^ "KPU Tetapkan Edy-Iject Pemenang Pilgub Sumut 2018". CNN Indonesia. 8 Juli 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-07-11. Diakses tanggal 11 Juli 2018.
  25. ^ Putra, Aldi Prima (2018-09-05). "Presiden Jokowi Lantik 9 Gubernur-Wakil Gubernur Hasil Pilkada Serentak 2018". Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Diakses tanggal 2025-06-02.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintah Kota
Samarinda
Kontak
© 2026 Pemerintah Kota SamarindaAll Rights Reserved
Dikembangkan olehEnter(Wind)