Penculikan pengantin pria
Penculikan pengantin pria, dikenal juga Pakaruah shaadi atau Jabaria shaadi, adalah fenomena di Bihar—terutama di wilayah Munger dan Dumka (kini termasuk Jharkhand)—di mana laki-laki lajang yang dianggap memenuhi syarat diculik oleh keluarga calon pengantin perempuan dan kemudian dipaksa menikah, biasanya untuk mendapatkan pasangan dengan pendidikan atau kekayaan yang lebih baik. Karena kuatnya pandangan tradisional terhadap pernikahan sebagai ikatan sakral, sebagian besar pernikahan semacam ini tidak dibatalkan. Selain itu, pihak pria dapat menghadapi tuduhan pidana palsu berdasarkan hukum mahar di India, sehingga terlibat dalam proses hukum yang panjang.
Praktik ini mulai mencolok pada akhir abad ke-20, seiring meningkatnya biaya mahar yang menjadi sangat memberatkan dan munculnya kelompok terorganisasi yang melakukan penculikan tersebut.[1][2] Pada tahun 2009, tercatat 1.224 kasus penculikan untuk tujuan pernikahan di Bihar yang dilakukan atas permintaan keluarga pihak perempuan.[3]
Gambaran
[sunting | sunting sumber]Praktik ini, yang merupakan dampak dari tradisi mahar, pertama kali mencuat pada 1980-an. Sejak itu, praktik ini memperoleh legitimasi sosial di kalangan kasta atas seperti Bhumihar,[4] khususnya di negara bagian seperti Bihar dan Uttar Pradesh, di mana tuntutan mahar sangat tinggi. Permintaan mahar sendiri telah dinyatakan ilegal di India selama lebih dari 50 tahun sejak disahkannya Undang-Undang Larangan Mas Kawin tahun 1961.[5]
Dalam praktik ini, calon pengantin pria—biasanya dari keluarga berada—menjadi sasaran. Laki-laki muda yang lulus ujian IAS, memiliki gelar kedokteran atau teknik, atau memperoleh pekerjaan di pemerintahan sering menjadi target keluarga yang tidak mampu membayar mahar besar. Para “pengantin pria” ini diculik, ditahan, dan kerap dipukuli hingga tunduk sebelum dipaksa menikah, sering kali di bawah ancaman senjata dan dengan tali diikatkan di pinggang agar tidak melarikan diri. Setelahnya, jika pihak pria berusaha keluar dari pernikahan tersebut, ia dapat menghadapi proses hukum panjang bahkan tuntutan pidana berdasarkan hukum mahar India, yang dirancang untuk melindungi hak perempuan dalam pernikahan, sementara dalam banyak kasus keluarga pihak perempuan justru memiliki kekuatan finansial lebih besar.
Menurut Arvind, banyak politisi makmur dari Mauritius mulai menikahkan putri mereka dengan keluarga Bhumihar yang terpandang, sehingga mendorong kenaikan tajam mahar dan membuatnya tidak terjangkau bagi sebagian besar anggota Bhumihar. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya praktik penculikan pengantin pria.[6]
Seiring waktu, kelompok kriminal terorganisasi turut terlibat dengan melakukan penculikan berdasarkan bayaran, bahkan menjamin “kepatuhan” pengantin pria setelah pernikahan dengan biaya tambahan. Akibatnya, banyak kasus tidak dilaporkan dan berlangsung dalam bayang-bayang ancaman kekerasan dari kriminal lokal.[7][8]
Sejak 1993, majalah India Today telah melaporkan praktik penculikan semacam ini oleh “kelompok sosial”, salah satunya yang dibentuk pada 1982 di Bihar untuk menculik pria yang menuntut mahar tinggi dan memaksa mereka menikah.[9] Dalam beberapa kasus, jika pihak pria meminta mahar terlalu besar atau membatalkan pernikahan karena persoalan mahar, keluarga pihak perempuan menempuh cara ini dengan menggunakan bantuan geng kriminal.[3]
Dalam budaya populer
[sunting | sunting sumber]Dalam drama Sanskerta kuno Vina-Vasavadatta, Raja Pradyota menculik Udayana setelah menganggapnya sebagai calon suami yang cocok bagi putrinya, Vasavadatta.[10]
Terinspirasi oleh pengalaman nyata seorang teman dekat, sutradara Sushil Rajpal membuat film mengenai isu ini. Film tersebut berjudul Antardwand, yang memenangkan Penghargaan Film Nasional India 2007 untuk Film Terbaik tentang Isu Sosial dan dirilis pada 2010.[11][12] Penculikan pengantin pria juga menjadi tema dalam serial televisi Sab Ki Jodi Wohi Banata Bhagyavidhataa (2009) di saluran Colors TV.[5][13]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ Das, Arvind N. (1992). The Republic of Bihar. Penguin Books. hlm. 70. ISBN 0-14-012351-2.
- ^ Abraham, M. Francis (1998). The agony of India: reflections of an angry Indian. EastWest Books. hlm. 215. ISBN 81-86852-15-8.
- ^ a b "Bachelor snatchers after suitable boys". The Australian. January 13, 2010.
- ^ Das, Arvind N. (1992). The state of Bihar: an economic history without footnotes. VU University Press. hlm. 34. ISBN 90-5383-135-5.
- ^ a b "Want to get married? Kidnap a groom!". The Times of India. Apr 27, 2009. Diarsipkan dari asli tanggal September 17, 2011.
- ^ Das, Arvind N. (1992). The Republic of Bihar (dalam bahasa Inggris). Penguin Books. hlm. 27–28. ISBN 978-0-14-012351-7.
- ^ "Why bachelors of Bihar are terrified". Sydney Morning Herald. October 4, 2003. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 27, 2012. Diakses tanggal August 31, 2010.
- ^ "Men Kidnapped and Forced Into Marriage". AlterNet. September 21, 2009.
- ^ India Today, Volume 18, Issues 13-17, 1993.Page 13.
- ^ A. K. Warder (1977). Indian Kāvya Literature. Vol. 3: The Early Medieval Period (Śūdraka to Viśākhadatta). Motilal Banarsidass. hlm. 6–8. ISBN 978-81-208-0615-3.
- ^ "Bagging the groom!". The Hindu. Aug 31, 2010. Diarsipkan dari asli tanggal November 8, 2012.
- ^ "Groom abduction, now on screen". The Telegraph. August 27, 2010. Diarsipkan dari asli tanggal November 18, 2010.
- ^ "Vishal's abducted!". The Times of India. May 11, 2009. Diarsipkan dari asli tanggal November 3, 2012.