Penyebaran Islam di Albania
Penyebaran Islam di Albania adalah bentuk Islamisasi karena perluasan wilayah Kesultanan Turki Utsmani sejak abad ke-14 Masehi. Penyebaran ini dimulai melalui cara paksaan, yakni invasi, dan cara damai, yakni memasukkan Albania ke dalam wilayah Turki Utsmani.[1]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Periode Ottoman awal
[sunting | sunting sumber]
Islam masuk ke Albania sejak era Turki Utsmani. Kesultanan Ottoman sedikit demi sedikit menguasai bagian utara Albania pada 1464-1479. Namun, upaya mereka sempat terhambat oleh perlawanan yang dipimpin oleh pimpinan militer Albania, Skanderberg. Meninggalnya Skanderberg memuluskan jalan Ottoman menguasai Albania Utara.[1]
Sebelum pendudukan Ottoman, sebagian besar penduduk Albania beragama Katholik atau Kristen Ortodoks. Setelah Ottoman masuk dan menyebarkan Islam sebagai agama negara, pemeluk Islam mulai tumbuh di wilayah tersebut. Penyebaran Islam besar-besaran dimulai sejak abad ke-17 hingga awal abad ke-19 sehingga proses Islamisasi yang paling masif di Balkan terjadi di Albania. Umat Muslim di Albania umumnya tinggal di bagian tengah dan Kosovo.[1]
Sebagian besar umat Islam di Albania menganut paham Sunni, meskipun penganut Tarekat Bektashi—salah satu cabang Sufisme—jumlahnya juga cukup besar di sana. Tarekat Bektashi muncul di Ottoman pada abad ke-14 dan menyebar ke Albania pada abad ke-15 berkat pasukan yanisari yang datang dan tinggal di Albania. Tarekat Bektashi juga berpengaruh dalam gerakan anti-Turki dan nasionalisme Albania.[2]
Warisan
[sunting | sunting sumber]Sejarah panjang Islam di Albania meninggalkan warisan sosial, budaya, dan politik masyarakat Albania dan semenanjung Balkan.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ a b c Babuna, Aydin (2004-06). "The Bosnian Muslims and Albanians: Islam and Nationalism". Nationalities Papers (dalam bahasa Inggris). 32 (2): 287–321. doi:10.1080/0090599042000230250. ISSN 0090-5992.
- ^ Doja, Albert (2006-03). "A Political History of Bektashism in Albania". Totalitarian Movements and Political Religions (dalam bahasa Inggris). 7 (1): 83–107. doi:10.1080/14690760500477919. ISSN 1469-0764.