Perkembangan sistem reproduksi

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia

Perkembangan sistem reproduksi adalah bagian dari pertumbuhan embrio yang menghasilkan organ seks dan berkontribusi pada diferensiasi seksual. Karena banyak tumpang tindih dengan perkembangan sistem urinaria, kedua sistem ini biasanya dideskripsikan bersama-sama sebagai sistem genitourinari.

Organ reproduksi berkembang dari mesoderm intermediet dan didahului oleh struktur yang lebih primitif yang digantikan sebelum kelahiran.

Struktur-struktur embrionik ini adalah duktus mesonefros (juga dikenal sebagai duktus Wolffian) dan duktus paramesonefros, (juga dikenal sebagai duktus Müllerian). Duktus mesonefros berkembang menjadi vesikula seminalis, epididimis, dan vas deferens pada pria. Duktus paramesonefros berkembang menjadi tuba Fallopi, uterus, serviks, dan bagian atas vagina pada wanita.[1]

Duktus mesonefros

[sunting | sunting sumber]

Duktus mesonefros berasal dari bagian duktus pronefros.

Di bagian luar mesoderm intermediet, tepat di bawah ektoderm, di wilayah dari segmen servikal kelima hingga segmen toraks ketiga, serangkaian evaginasi pendek dari masing-masing segmen tumbuh secara dorsal dan memanjang secara kaudal, menyatu secara berurutan dari depan ke belakang untuk membentuk duktus pronefros. Duktus ini terus tumbuh ke arah kaudal hingga bermuara ke bagian ventral kloaka; di luar pronefros, struktur ini disebut duktus mesonefros. Dengan demikian, duktus mesonefros tetap ada setelah atrofi duktus pronefros.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Carlson, Neil R. (2013). Physiology of behavior (Edisi 11th). Boston: Pearson. hlm. 329. ISBN 978-0205239399.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintah Kota
Samarinda
Kontak
© 2026 Pemerintah Kota SamarindaAll Rights Reserved
Dikembangkan olehEnter(Wind)