Santoshi Mata
| Santoshi Mata | |
|---|---|
Dewi kepuasan | |
| Gender | wahita |
| Afiliasi | Dewi |
| Kediaman | Svānandaloka |
| Mantra | Om shri santoshi mahamaye gajanandam dayini shukravara priye devi narayani namostute |
| Atribut | abayamudra, guci emas |
| Senjata | pedang, trisula |
| Wahana | harimau, sapi, atau teratai |
| Hari | Jumat |
| Kepercayaan | Hindu India |
| Keluarga | |
| Orang tua |
|
| Saudara | Shubha/Kşema Labha |
Santoshi Mata (Dewanagari: संतोषी माता; IAST: Saṅtoṣī Mātā) atau Santoshi Maa (संतोषी माँ) adalah dewi Hindu yang dihormati sebagai "Dewi Kepuasan",[1] sesuai dengan arti namanya. Santoshi Mata khususnya dipuja oleh kaum perempuan di India Utara dan Nepal. Suatu brata (puasa ritual) yang disebut Santoshi Maa vrata dilakukan oleh perempuan pada 16 hari Jumat berturut-turut untuk mendapatkan anugerah sang dewi.
Penyembahan Santoshi Maa awalnya menyebar dari mulut ke mulut, melalui pamflet, dan poster. Bratanya semakin populer di kalangan perempuan India Utara. Akhirnya film Bollywood tahun 1975, Jai Santoshi Maa ("Kemenangan bagi Santoshi Maa") yang menceritakan kisah sang dewi dan pemuja setianya, telah mengangkat ketenaran sang dewi—yang saat itu kurang dikenal—menjadi sesembahan yang istimewa. Dengan meningkatnya popularitas film tersebut, Santoshi Mata memasuki jajaran dewa-dewi Hindu umum di seluruh India dan patung serta tempat pemujaannya diintegrasikan ke dalam kuil-kuil Hindu. Film tersebut menggambarkan sang dewi sebagai putri dewa Hindu Ganesa, dan mengaitkannya dengan festival Raksha Bandhan.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ Lutgendorf, Philip (July–August 2002). "A Superhit Goddess: Jai Santoshi Maa and Caste Hierarchy in Indian Films (Part I)" (PDF). Manushi (131): 10–6.